Pekanbaru   2020/04/06 21:22 WIB

Jubir dr Indra Yopi: 7 PDP Covid-19 Meninggal Dunia

Jubir dr Indra Yopi: 7 PDP Covid-19 Meninggal Dunia

PEKANBARU, RIAUPAGI.com - Juru Bicara (Jubir) penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yopi menyampaikan bahwa telah ada 7 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Riau yang meninggal dunia. Para PDP Covid-19-19 tersebut meninggal saat masih menunggu hasil uji swabnya keluar.

Jumlah PDP Riau yang meninggal dunia sampai sekarang sudah berjumlah 7 orang. Pasien meninggal saat menunggu hasil swabnya keluar dari Balitbangkes, ungkap Jubir covid-19 Riau, dr Indra Yopi saat prescon, Selasa (7/4/2020) di Gedung Daerah.

PDP yang meninggal dunia tersebut adalah perempuan yang berinisial BNA umur 25 tahun, meninggal pada tanggal 6 April 2020 di salah satu RS swasta di Pekanbaru. Kedua, tuan AS umur 66 tahun yang meninggal di RS Dumai pada tanggal 27 Maret 2020. Ketiga, nyonya I berumur 55 tahun, meninggal di RS swasta Pekanbaru pada tanggal 2 April 2020. Keempat, nyonya NEH yang berumur 51 tahun, meninggal di RS Pekanbaru pada tanggal 1 April 2020. Lima, tuan SBW umur 55 tahun, meninggal di RS Binakasih pada tanggal 4 April 2020.

Seterusnya, enam, tuan RA yang berumur 18 tahun, meninggal di RS Tembilahan pada tanggal 5 April 2020. Dan terakhir tuan RA yang berumur 25 tahun, meninggal di Kuansing pada tanggal 5 April 2020. Dari 7 PDP yang meninggal ini, tentunya belum diketahui pasti diagnosis atau penyebab dari 7 orang PDP ini meninggal. Karena butuh yang namanya otopsi, sementara medis tidak bisa melakukan hal tersebut.

Tetapi diantara 7 PDP Riau yang meninggal ini, sambungnya, sewaktu menjadi PDP juga sudah ada penyakit bawaan. Seperti PDP yang di Dumai, sewaktu masuk RS dalam keadaan struk. Tembilahan masuk dalam keadaan terjangkit Demam Berdarah, jelasnya.

Untuk nyonya BNA memang ada gejala tipus. Dan itulah yang menjadi diagnosis dasar pasien meninggal, ujarnya.

PDP ini harus dilakukan swab, dan saat menunggu hasilnya pasien meninggal, hingga apakah negatif atau positif corona belum diketahui. Kalau hasilnya negatif berarti pasien meninggal bukan corona. Tetapi jika hasil swabnya positif, berarti bisa jadi pasien meninggal gara - gara corona. Tentu ada tindakan lain yang harus dilakukan, seperti kontak serumahnya harus kita lakukan swab dan lain sebagainya, pungkasnya. (rp.san/*)

Editor: Abdulah Sani

Tags : -,