Redaksi   2023/01/07 15:1 WIB
Kolom Opini

Cara Menempuh Alam Daik Lingga yang Wisatanya Alami Kemajuan

KEPULAUAN RIAU dan wilayah-wilayah cross border lainnya merupakan beranda Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berhadapan langsung dengan negara-negara tetangga.

Sebagai wilayah yang berada di batas utara negeri bahari ini, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merupakan gerbang sekaligus wajah Indonesia yang pertama kali terlihat di mata negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Filipina.

Baik buruknya Indonesia di mata mereka, tentu akan dengan mudah dinilai dari baik buruknya provinsi yang 96% wilayahnya ini merupakan lautan. Oleh sebab itu, tak heran jika Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, memberi perhatian khusus dengan berkomitmen untuk terus membangun pulau-pulau terluar guna memperkuat daerah-daerah perbatasan seperti Kepri baik dari segi transportasi, ekonomi, pariwisata maupun pertahanan keamanan.

Sejak 5 tahun terakhir, pemerintah memang terlihat sangat serius membangun wilayah-wilayah perbatasan dengan melakukan berbagai pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, pelabuhan dan bandara. Menjadikan wilayah-wilayah perbatasan yang dikenal dengan sebutan 3TP (Terdepan, Terluar dan Tertinggal Perbatasan) ini tidak lagi menjadi halaman belakang namun sebagai garda terdepan yang akan menjadi pintu gerbang masuknya arus wisatawan dari negara-negara tetangga.

Sebagai provinsi yang sebagian besar wilayahnya diliputi oleh lautan, kendala utama dari aktivitas dan mobilitas masyarakat Kepri adalah dari segi transportasi. Wilayah-wilayah terpencil seperti Kabupaten Anambas, Natuna dan Lingga sangat terpengaruh oleh faktor cuaca sehingga jika sedikit saja terjadi hambatan seperti musim angin utara tiba, maka transportasi laut seperti fery dan kapal perintis akan terkendala. Hal ini tentu saja sangat mengganggu kelancaran pergerakkan warga, arus barang, pasokan bahan pangan dan juga jumlah wisatawan yang akan masuk ke kabupaten-kabupaten tersebut.

Perkembangan transportasi di Kabupaten Daik Lingga, Kepri jika ingin traveler untuk pergi liburan wilayah itu yang di dalamnya terdapat salah satu pulau tropis terbaik di dunia, Lingga sangat memikat hati siapa saja terutama para pecinta surga tersembunyi, para penyuka olahraga selam dan dunia bahari, serta para turis yang menyukai sepi dan menyendiri.

Dahulu, tidak mudah jika ingin berangkat ke Lingga dari Batam. Karena harus menyebrang terlebih dahulu ke Tanjungpinang, menginap semalam dan baru keesokan paginya berangkat ke Lingga tentu banyak melewati berbagai pulau-pulau kecil. Dengan menaiki kapal fery dengan waktu tempuh 8-10 jam perjalanan tetapi kerap terkendala waktu dan transportasi mengingat perjalanan ke Lingga sangat menyita waktu, tenaga dan biaya.

Lingga surga wisata alam di wilayah perbatasan.

Pelayaran fery ke Lingga pun bisa lancar jika kondisi cuaca bersahabat. Jika angin utara tiba, maka pelayaran akan praktis ditunda atau dibatalkan. Tidak akan ada kapal yang datang ke Lingga jika laut sedang mengamuk. 

Perkembangan transportasi di Kabupaten Lingga, Kepri Sebagai seorang pejalan yang suka menjelajah wilayah-wilayah di Kepri, terlihat jelas perubahan yang terjadi di salah satu kabupaten paling selatan di wilayah Kepri yakni di Kabupaten Lingga.

Kabupaten yang terdiri dari ratusan pulau dengan dua pulau besar yang paling mudah dikenali yakni Pulau Lingga dan Pulau Singkep.

Lingga termasuk wilayah yang terpencil dan terisolir. Dahulu sebelum dibangunnya dermaga di Pelabuhan Sei Tenam, rute pelayaran Tanjungpinang menuju Lingga harus melalui Pelabuhan Jago di Pulau Singkep terlebih dahulu.

Dari sana baru kemudian naik speed boat ke Pelabuhan Tanjung Buton di Daik Lingga. Namun seiring dibangunnya Pelabuhan Sei Tenam yang berada di ujung utara Pulau Lingga, kini kapal fery baik dari Batam maupun Tanjungpinang bisa berlabuh di pelabuhan tersebut.

Rute baru ini mampu memangkas waktu tempuh di laut 1-2 jam lebih cepat. Sebagai wilayah yang mempunyai julukan Bunda Tanah Melayu, Lingga mempunyai banyak situs bersejarah yang berasal dari Kesultanan Riau Lingga.

Beberapa situs yang dapat kita kunjungi diantaranya seperti:

  1. Gerbang Istana Damnah;
  2. Makam Raja Muhammad Yusuf;
  3. Museum Linggam Cahaya;
  4. Lokasi Istana Kota Baru;
  5. Lokasi Istana Damnah (situs);
  6. Replika Istana Damnah;
  7. Lokasi Bilik 44 (situs);
  8. Makam Bukit Cengkeh;
  9. Tempat Pemandian Tengku Ampuan;
  10. Tempat Pemandian Lubuk Papan.

Dahulu, jika hendak ke Lingga harus melalui Tanjungpinang. Kini, Batam - Lingga sudah mempunyai rute tersendiri dengan frekuensi sekali sehari. Demikian juga rute Pekanbaru ke Dabo Singkep (yang berdekatan dengan Daik Lingga) bisa ditempuh melalui pesawat Wings Air.

Pembukaan rute ini semakin mendorong warga Batam yang memiliki jumlah penduduk terpadat di Kepri untuk melakukan piknik dan bertamasya ke Kabupaten Lingga karena terdapat fery langsung sekali naik tanpa transit.

Tidak lagi harus melalui rute dari Tanjungpinang yang memutar. Selain itu, kabar terbaru dari dunia penerbangan adalah dibukanya rute penerbangan komersil Wings Air Batam - Dabo Singkep (Lingga) pada 1 Oktober 2019 lalu untuk mendukung perjalanan wisata ke kawasan Dabo Singkep yang memiliki panorama alam yang instagenic.

Wisata bahari

Kabupaten Lingga yang dikenal dengan sebutan Negeri Bunda Tanah Melayu, memiliki beragam daya tarik wisata yang tersebar hampir di seluruh bagian wilayahnya.

Selain dianugerahi wisata pantai, Lingga juga memiliki wisata alam yang tak kalah indah. Seperti air terjun dari pegunungan, wisata air panas, maupun keunikan budaya serta kearifan lokal masyarakat.

Dengan adanya potensi wisata itu, Dinas Pariwisata Lingga terus berupaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Bunda Tanah Melayu.

“Seluruh potensi wisata tentu memiliki karakter berbeda,” kata Kabid Destinasi Pariwisata Lingga, Zalmidri kepada awak media belum lama ini.

Kawasan Pelabuhan Tanjung Buton Desa Mepar, selain menjadi pintu masuk menuju pusat ibu kota Lingga, juga menjadi pusat keramaian masyarakat Daik dan sekitarnya.

Ketika liburan atau untuk berakhir pekan bersama keluarga, sambil menikmati berbagai macam menu kuliner khas Lingga, juga melihat hamparan laut serta keindahan Gunung Daik yang kelihatan gagahnya.

“Dengan adanya seluruh potensi tersebut, tidaklah salah kalau kawasan Pelabuhan Tanjung Buton dijadikan destinasi wisata kuliner yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Zalmidri.

Zalmidri menambahkan, didukung pembangunan sarana pariwisata oleh Pemerintah Kabupaten Lingga, sehingga dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat berjualan, demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Ia juga mengharapkan kerja sama dengan dinas terkait terus terjalin baik, serta menghilangkan ego sektoral demi kepentingan masyarakat.

"Kepada para pelaku usaha kuliner dapat mematuhi segala ketentuan yang ada serta bersama menjaga sarana pariwisata yang akan digunakan nanti," harapnya.

Ia melanjutkan, pada Februari mendatang, para pelaku usaha kuliner di Tanjung Buton akan direlokasi ke tempat baru.

“Dinas Pariwisata terlebih dahulu akan mengundang lagi OPD terkait, serta para pelaku kuliner di Tanjung Buton. Sehingga rencana ini dapat terlaksana serta tidak ada hambatan sesuai apa yang diharapkan,” jelasnya.

Objek Wisata di Lingga

Wisata Kepri tak melulu soal indahnya pantai dan birunya laut. Di Kabupaten Lingga, ada objek wisata yang kerap pengunjung saat liburan.

Selain air terjun, objek wisata di Lingga ada pemandian air panas alami yang selalu ramai oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Ada 4 objek wisata di Lingga, khususnya di Dabo Singkep yang selalu penuh dengan pengunjung, khususnya saat liburan. Mari simak apa saja objek wisata tersebut.

1. Air Terjun Batu Ampar

Air terjun Batu Ampar di Kecamatan Singkep merupakan salah satu objek wisata alam andalan yang ada di Kabupaten Lingga.

Objek wisata tersebut, terletak di jalan poros Dabo Singkep-Singkep Barat tepatnya di Desa Batu Kacang sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Dabo Singkep.

Objek wisata air terjun Batu Ampar selalu ramai dikunjungi warga setempat.

Bukan saja saat libur, namun juga saat akhir pekan, sebagai tempat melepas lelah dari rutinitas pekerjaan. Ratusan orang sedang menikmati kesegaran air terjun, dan duduk bersantai disana.

Penjaga pintu masuk Batu Ampar, Ishak mengatakan bahwa pengunjung mulai ramai sejak hari jumat kemarin.

"Untuk hari jumat kami sudah menjual tiket masuk sekira 50, sabtu juga 50 gituu, jadi untuk dua hari itu sekira seratus 100 orang pengunjung.

Biaya masuk Air Terjun Batu Ampar tergolong murah. Untuk satu orang hanya dengan membayar Rp 5.000, untuk roda dua Rp 1.000.

Sementara untuk kendaraan roda empat dikenakan tarif sebesar Rp 3.000.

Pemandian Air Terjun Batu Ampar menyediakan beberapa kolam yang dibedakan dari tingkat usia pengunjung.

Seperti kolam renang untuk usia anak-anak yang belum pandai berenang, dapat menikmati kolam kecil yang tidak terlalu dalam yang masih bisa diawasi oleh para orang tua mereka.

Sementara, bagi pengunjung yang sudah terbiasa dan pandai berenang, disediakan pula kolam renang besar yang kedalamannya berkisar sekitar 2 meter lebih.

Di kawasan pemandian Batu Ampar juga disediakan beberapa tempat pendukung lainnya seperti, tempat makan, taman bermain anak-anak dan tambak kolam ikan yang didalamnya terdapat beberapa jenis ikan air tawar.

Seperti ikan nila, ikan bawal dan beberapa jenis ikan lainnya yang juga banyak diminati oleh pengunjung wisatawan air terjun Batu Ampar.

Dengan akses perjalanan yang memadai, para pengunjung wisatawan Batu Ampar tidak perlu khawatir untuk sampai langsung ketempat tujuan.

Karena, akses yang diberikan oleh pemerintah untuk dapat menuju ke kawasan pemandian ini sudah dapat dinikmati secara lancar.

Seperti ikan nila, ikan bawal dan beberapa jenis ikan lainnya yang juga banyak diminati oleh pengunjung wisatawan air terjun Batu Ampar.

Dengan akses perjalanan yang memadai, para pengunjung wisatawan Batu Ampar tidak perlu khawatir untuk sampai langsung ketempat tujuan.

Karena, akses yang diberikan oleh pemerintah untuk dapat menuju ke kawasan pemandian ini sudah dapat dinikmati secara lancar.

Akhir pekanpun beberapa pengunjung banyak yang yang bersantai di sana.

2. Pantai berpasir putih

Selain menawarkan keindahan, lokasi pantai seperti di pulau benan juga terbilang cukup bersih.

Ada tempat bermain untuk anak-anak serta warung yang menawarkan berbagai macam kuliner, sehingga pengunjung tidak perlu takut kelaparan ketika bersantai di pantai tersebut

Dari pusat Kota Dabo, untuk sampai di pantai ini hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit baik menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Akses jalan yang mulus, tidak akan mengganggu perjalan pengunjung untuk sampai ke lokasi.

3. Pantai Batu Berdaun

Pantai Batu Berdaun merupakan salah satu pilihan wisata pantai yang terbaik di Dabo Singkep.

Pantai yang satu ini membuat siapa saja pengunjungnya akan terpesona dengan keindahan yang dimilikinya.

Pesona tersebut terwujud dalam bentuk pasir yang dimiliki oleh pantainya begitu lembut, halus dan pastinya pasir putih.

Area sekeliling pantainya ditumbuhi oleh banyak tumbuhan yang khas dengan suasana pantainya, antara lain pohon kelapa dan cemara.

Pantai ini merupakan tempat diantara danau-danau yang ukurannya kecil dengan air yang dimilikinya berwarna hijau.

Pantai Batu Berdaun berjarak sekitar 9 kilometer dari daerah Dabo, Kecamatan Singkep, yang dapat ditempuh selama 15 menit menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan kecepatan sedang.

Masuk ke area wisata ini tanpa dipungut biaya alias gratis.

4. Pemandian Air Panas

Objek wisata di Lingga lainnya tak melulu tentang indahnya laut dan eksotisnya pulau.

Dabo Singkep punya pemandian air panas. Objek wisata ini merupakan salah satu alternatif tempat wisata yang terdapat di kabupaten Lingga provinsi Kepulauan Riau, lebih tepatnya terletak di Pulau Singkep.

Tempat wisata yang satu ini merupakan alternatif wisata selain pantai, air terjun, ataupun gunung, yang dapat Anda kunjungi bersama keluarga, teman, maupun kekasih.

Biasanya pemandian ini banyak dipadati pengunjung saat pagi hari, untuk menghangat badan dengan suasana alam yang sejuk dipagi hari.

Pemandian air panas Dabo Singkep berjarak kurang lebih sekitar 3 km dari pusat Kota Dabo Singkep. Suasanya sekitar pemandian yang tenang dan asri membuat pemandian ini selalu ramai dikunjungi terlebih pada saat hari libur.

Kawasan wisata pemandian air panas di Dabo Singkep ini memang tergolong bagus dibanding degan kawasan lain.

"Airnya juga jernih dan baik untuk kesehatan, namun lokasi wisata ini terbilang kecil dan sempit jika diisi oleh orang yang lebih banyak lagi.

Air panas yang terdapat dalam pemandian ini berasal dari sumber mata air belerang asli.

Sehingga selain dapat digunakan untuk sarana mandi ataupun berendam, pemandian air panas ini juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengobati berbagai jenis penyakit kulit, seperti misalnya gatal-gatal.

Selain itu, pemandian air panas Dabo Singkep ini juga telah dilengkapi dengan kantin yang menyediakan berbagai macam makanan.

Sehingga pengunjung tidak perlu khawatir jika merasa kelaparan. Fasilitas pendukung lain yang telah ada di tempat pemandian ini ialah kamar mandi, musala serta tempat parkir. (*)

Tags : Wisata Daik Lingga, Kepri, Cara Menempuh Alam Daik Lingga, Wisata Alami Daik Lingga, Kemajuan Kabupaten Daik Lingga,