Redaksi   2026/03/04 16:16 WIB
Kolom Opini

Memahami Makna Ramadhan untuk Membakar Dosa

Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah.

Kata Ramadhan terdapat dalam surah al-Baqarah dalan konteks pembicaraan mengenai puasa dan Alquran.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)" (QS al-Baqarah [2]: 185).

Secara bahasa, istilah ramadhan dari kata ramidha yarmadhu (sangat panas). Dikatakan ramidhan nahaaru (siang yang sangat panas), masyasy syakhasu ‘alar ramdha’ (seorang berjalan di atas batu-batu yang sangat panas), ramidhatil ardh (sangat panas matahari menimpa bumi).

Alquran menggunakan istilah ramadhan untuk nama bulan ke sembilan dari urutan bulan-bulan hijriah, yaitu setelah bulan Sya’ban dan sebelum bulan Syawwal.

Di bulan Ramadhan ini, kaum Muslimin diwajibkan berpuasa. Ajaran berpuasa ini tidak hanya untuk umat Islam akhir zaman, tetapi juga untuk umat terdahulu.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (QS al-Baqaarah [2]: 183).

Ibarat besi dibakar agar runtuh semua karat-karatnya, demikian juga Ramadhan hadir untuk membakar dosa-dosa para hamba Allah SWT. Sebab, bagaimanapun, setiap hamba pasti tidak terlepas dari kesalahan.

Di saat yang sama, Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Karena itu, dibukalah oleh-Nya selama satu bulan dalam setahun bagi hamba-hamba-Nya agar berlomba membersihkan dosa-dosanya.

Supaya suasana Ramadhan benar-benar kondusif, Nabi Muhammad SAW sebelum masuk Ramadhan telah memberikan aba-aba.

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

"Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu" (HR Bukhari, Muslim). 

Mungkin ada pertanyaan, mengapa di bulan Ramadhan masih ada orang yang berbuat dosa?

Syeikh Asy Sya’rawi menjelaskan bahwa pintu dosa ada dua. Pertama, ikut setan, yang ini sudah diikat selama Ramadhan. Kedua, ikut hawa nafsu, yang ini sudah dipersempit dengan puasa.

Akan tetapi, bagi mereka yang tidak menyadari hakikat puasa, bisa jadi mencari celah melakukan dosa melalui pintu hawa nafsu.

Itulah mengapa kita menemukan di malam hari bulan Ramadhan masih terjadi perzinaan dan mabuk-mabukan. Bahkan, di siang hari Ramadhan kita masih mendapatkan sebagian orang Islam yang korupsi, makan siang di warung-warung yang ditutup dengan tirai tanpa uzur syar’i.

Proses pembakaran dosa selama Ramadhan ada beberapa dimensi ibadah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dengan redaksi yang sama, tetapi kontennya berbeda.

Pertama, hadis tentang puasa. Nabi SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu" (HR Bukhari-Muslim).

Ini karena dengan puasa seorang hamba sedang berjuang mengendalikan hawa nafsu makan dan minum serta melakukan hubungan suami istri. Sekalipun semua itu halal secara syariat, tetapi menjadi terlarang pada saat berpuasa.

Seakan dikatakan jika Anda berhasil mengendalikan diri dari yang halal, maka tidak ada alasan untuk melakukan yang haram.

Hadis berikutnya adalah tentang shalat malam Ramadhan. "Siapa yang menegakkan shalat malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu" (HR Bukhari-Muslim).

Adapun hadis ketiga tentang memburu malam al-Qadar. "Siapa yang melakukan shalat di malam al-Qadar, dengan penuh keimanan dan harapan ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu" (HR Bukhari-Muslim).

Tags : puasa ramadhan, ramadhan, ramadhan 2026, ramadhan 1447 h, iman, hikmah ramadhan,