PEKANBARU - Sebanyak 11 dari 12 pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Penetapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana seiring masuknya musim hujan di wilayah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau, M Edy Afrizal, mengatakan bahwa status siaga darurat sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman bencana seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
“Dari 12 kabupaten dan kota di Riau, saat ini sudah 11 daerah yang menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi,” ujar Edy Afrizal.
Sebelas daerah yang telah menetapkan status tersebut meliputi Kabupaten Rokan Hulu, Siak, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, serta Kota Pekanbaru dan Kota Dumai.
Sementara itu, satu daerah yang belum menetapkan status siaga darurat adalah Kabupaten Indragiri Hulu. Menurut Edy, pemerintah daerah setempat saat ini tengah mempersiapkan proses penetapan status tersebut.
“Informasi yang kami terima, Indragiri Hulu sedang mempersiapkan penetapan status siaga darurat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera ditetapkan,” katanya.
BPBD Damkar Riau terus mendorong seluruh daerah agar segera menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Dengan adanya status tersebut, penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi jika sewaktu-waktu terjadi kejadian darurat.
“Kami berharap daerah yang belum menetapkan status bisa segera menyusul, sehingga ketika terjadi bencana, langkah penanganan bisa langsung dilakukan,” sebut Edy.
Sementara Anggota DPRD Riau minta Pemda siaga karena curah hujan sudah tinggi.
"Curah hujan terus turun dan sudah berlangsung selama dua hari, kita khawatir curah hujan semakin tinggi," Anggota DPRD Riau, Andi Darma Taufik.
Curah hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dua hari belakangan menjadi perhatian serius dari DPRD Riau.
Andi Darma Taufik meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera antisipasi bencana banjir susulan di Inhil. Sebab, Inhil yang diguyur hujan dua hari berturut-turut kini terendam banjir tepatnya di Kecamatan Kemuning.
Ia meminta agar pemerintah daerah melakukan upaya antisipasi jika terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Inhil juga termasuk wilayah yang berpotensi terjadi bencana.
Dan juga ia juga meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk persiapan menghadapi bencana. Persiapan tersebut juga dinilai penting mengingat momen Natal dan tahun baru 2026.
"Kita tidak mau mengganggu perayaan natal tahun 2026 dan juga tahun baru, karena itu kesiapan dan mitigasi harus benar-benar diperhatikan," tambahnya. (*)
Tags : siaga darurat, bencana alam, banjir dan longsor, 11 daerah di riau siaga darurat, bencana hidrometeorologi, curah hujan tinggi,