Kesehatan   2026/01/03 17:23 WIB

62 Kasus Super Flu Subclade K hingga Akhir Desember 2025

62 Kasus Super Flu Subclade K hingga Akhir Desember 2025

JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 62 kasus influenza varian terbaru yang dikenal sebagai super flu subclade K hingga 25 Desember 2025. Berdasarkan data sementara, kelompok yang paling banyak terinfeksi adalah perempuan dan anak-anak.

Subclade K merupakan bagian dari virus influenza A (H3N2) yang saat ini menunjukkan peningkatan kasus signifikan di Amerika Serikat.

Varian ini menjadi perhatian karena diduga memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibandingkan influenza A pada umumnya.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K), menjelaskan bahwa subclade K memiliki kemampuan evolusi yang tinggi sehingga mudah mengalami mutasi dan berpotensi memicu wabah berskala luas.

“Varian ini berpotensi menimbulkan kasus influenza massal yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah pasien sakit, kebutuhan perawatan di rumah sakit, serta lonjakan kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan, terutama di negara dengan musim dingin yang berat atau berkepanjangan,” ujar dr Nastiti.

Secara klinis, gejala yang ditimbulkan subclade K serupa dengan influenza A lainnya, antara lain demam tinggi, menggigil, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Namun, varian ini tidak dapat dikenali hanya melalui pemeriksaan klinis tanpa tes penunjang.

“Dokter tidak bisa membedakan secara kasat mata apakah ini influenza atau bukan. Paling hanya dapat menduga secara klinis karena gejalanya mirip influenza,” kata dr Nastiti.

Ia menambahkan, influenza merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular. Penularan dapat terjadi melalui percikan ludah saat batuk atau bersin, maupun melalui permukaan benda yang terkontaminasi virus.

“Virus yang menempel di meja atau benda lain dapat berpindah melalui tangan, tisu, atau sapu tangan, sehingga membentuk rantai penyebaran virus,” jelasnya.

Meski demikian, hingga kini belum ditemukan bukti bahwa super flu subclade K menyebabkan tingkat keparahan penyakit yang lebih tinggi dibandingkan varian influenza lainnya. Vaksin influenza yang tersedia juga masih dinilai efektif untuk menurunkan risiko penularan dan keparahan penyakit.

“Belum ada bukti bahwa subclade ini kebal terhadap imunisasi atau tetap menginfeksi secara berat pada orang yang sudah divaksin,” pungkasnya. (*)

Tags : Kasus Super Flu Subclade K, Penyakit Flu Akhir Desember 2025, Kesehatan,