GENERASI MUDA mulai sadar untuk mempersiapkan ibadah haji sejak dini mulai menunjukkan tren yang semakin kuat.
Fenomena itu tercermin dari pertumbuhan nasabah Tabungan Haji PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI yang kini banyak diisi oleh generasi Z dan kelompok usia muda.
Hingga Juli 2026, jumlah nasabah Tabungan Haji BSI tercatat mencapai 7,8 juta. Sekitar 45 persen di antaranya berasal dari Gen Z dan kelompok usia muda.
Sepanjang awal tahun hingga Selasa (15/9/2026), jumlah nasabah produk tersebut bertambah sekitar 1 juta orang.
Tak hanya dari jumlah nasabah, pertumbuhan juga terlihat dari sisi dana.
Tabungan Haji BSI tumbuh 16,02 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp17,1 triliun.
Senior Executive Vice President (SEVP) Funding and Transaction BSI Ida Triana Widowati mengatakan kebutuhan generasi muda terhadap layanan keuangan terus berkembang.
Tabungan, menurut dia, tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat menyimpan uang, melainkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan tujuan hidup.
Salah satu tujuan tersebut adalah mempersiapkan perjalanan ibadah haji maupun umrah.
“Mereka mulai memandang keuangan sebagai bagian dari perjalanan untuk mencapai sesuatu yang memiliki arti bagi kehidupan,” ujar Ida dalam Keterangan pers, Rabu (16/09).
Menurut Ida, persiapan haji dan umrah yang dilakukan generasi muda juga tidak sebatas persoalan finansial.
Ada aspek spiritual dan personal yang ikut menjadi pertimbangan dalam proses perencanaan tersebut.
“Mereka sedang mempersiapkan sebuah perjalanan yang memiliki nilai spiritual dan personal. Ada tujuan yang ingin dicapai, ada proses yang harus dijalani, dan ada makna yang ingin dibawa pulang,” ucapnya.
Masyarakat yang ingin mulai mempersiapkan ibadah haji dapat membuka Tabungan Haji BSI dengan setoran awal Rp100.000.
Produk tersebut tidak dikenakan biaya administrasi bulanan.
Pembukaan rekening dan perencanaan tabungan juga dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi BYOND by BSI.
Bagi nasabah yang ingin menabung secara rutin, tersedia fitur autodebet yang memungkinkan sejumlah dana dialokasikan secara otomatis dalam periode tertentu.
Fitur tersebut diharapkan membantu nasabah membangun kebiasaan menabung secara konsisten, terutama bagi generasi muda yang mulai menyusun target keberangkatan sejak dini.
“Bagi kami, tabungan hanyalah awal. Hal terpenting adalah perjalanan dan tujuan di balik tabungan tersebut. Kami ingin membantu generasi muda mengambil langkah kecil hari ini untuk mewujudkan perjalanan besar yang memiliki makna,” ujar Ida.
Selain menyediakan produk tabungan, BSI turut mengembangkan ekosistem layanan haji dan umrah untuk memenuhi kebutuhan nasabah sebelum hingga selama perjalanan.
Ekosistem tersebut mencakup akses terhadap mitra perjalanan, bimbingan ibadah, fasilitas transaksi selama perjalanan, hingga layanan digital dengan konten spiritual yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda.
BSI juga menjalankan sosialisasi Program Indonesia Berhaji sebagai bagian dari upaya memperluas akses dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan ibadah haji sejak lebih awal.
Pendekatan tersebut diarahkan agar perencanaan keuangan tidak berhenti pada aktivitas menabung, tetapi terhubung dengan tujuan jangka panjang yang ingin diwujudkan oleh nasabah.
Tags : anak muda, gen z, kesadaran gen z, ibadah haji, anak muda mulai sadar nabung, anak muda mulai sadar ibadah haji,