KESEHATAN - Dokter spesialis kedokteran olahraga Andi Kurniawan menyampaikan aktivitas fisik yang berat dan kondisi lingkungan yang ekstrem selama menunaikan ibadah haji dapat memicu masalah kesehatan pada jamaah haji.
"Penyakit yang sering muncul atau kambuh meliputi diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner," kata lulusan Universitas Indonesia itu, Kamis (9/4/2026).
Ia menyampaikan kondisi hipoglikemia atau hiperglikemia bisa terjadi saat aktivitas meningkat drastis.
Hipoglikemia adalah kondisi saat glukosa dalam tubuh turun di bawah batas normal, yakni kurang dari 70 mg/dL. Kondisi ini sering dialami oleh penderita diabetes, tetapi dapat pula terjadi pada orang tanpa riwayat diabetes.
Sementara itu, hiperglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa darah sangat tinggi, lebih dari 300 mg/dL.
Dokter Andi menyampaikan bahwa stres dan pola makan yang tidak terkontrol bisa memicu hiperglikemia. Selain itu, menurut dia, tekanan darah dapat meningkat akibat kelelahan fisik, dehidrasi, dan stres karena paparan panas.
"Aktivitas fisik yang mendadak berat pada jamaah dengan faktor risiko metabolik juga dapat memicu serangan jantung akut," ujarnya.
Dokter Andi menyarankan orang yang hendak menunaikan ibadah untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta melakukan latihan fisik guna meningkatkan ketahanan tubuh.
Jamaah haji yang memiliki komorbiditas disarankan menyiapkan bekal obat-obatan serta rutin minum obat sesuai anjuran dokter.
Dokter Andi juga menyarankan mereka yang memiliki penyakit penyerta dan harus minum obat secara teratur agar menyiapkan persediaan obat minimal 1,5 kali durasi perjalanan di tas yang mudah dijangkau. (*)
Tags : haji 2026, ibadah haji, kesehatan jamaah haji, penyakit diabetes, hipertensi, penyakit jantung koroner, hipoglikemia, hiperglikemia, aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan, komorbiditas,