SEDANG mencari pekerjaan di perusahaan, instansi, atau lembaga lainnya, jangan mudah menyerah. Bila hari ini belum memperolehnya, maka bersabarlah dengan tetap optimistis.
Islam mengajarkan umatnya untuk tetap berikhtiar dan berharap. Insya Allah, terbukalah berbagai peluang dalam mencari nafkah yang halal dan berkah.
Selain itu, perbanyak melaksanakan amalan sunah, termasuk dengan berdoa kepada Allah SWT. Ini agar Anda diberikan kemudahan dalam memperoleh pekerjaan yang halal dan baik demi menafkahi diri dan keluarga.
Doa ketika sedang mencari pekerjaan adalah sebagai berikut.
بِسْمِ اللهِ عَلَى نفَسِي وَمَالِي وَدِيْنِي . اَللَّهُمَّ رَضِّنِ ى بِقَضَائِكَ وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ عَلَيْهِ حَتَّى لا اُحِبُّ تَعْجِيْلَ مَااَخَّرْتَ وَلاَتَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ
Bismillahi ‘alaa nafsi wa maalii wa diini. Alloohumma rodhdhini bi qodhooika wa baarik lii fi maaquddiro’ alaihi hatta laa uhibbu ta’jiila maa akhkhor ta walaa ta’khiiro maa ‘ajjalta.
Artinya, "Dengan menyebut nama Allah, semoga Engkau menjaga diri kami, harta kami, dan agama kami. Wahai Allah, ridhailah kami dari ketetapan-Mu, dan berilah berkah kepada kami pada segala yang telah Engkau putuskan sehingga kami tidak menyukai apa-apa yang Engkau mempercepatkan apa yang Engkau akhirkan; dan tidak pula menyukai mengakhirkan apa yang Engkau cepatkan."
Doa ini dapat dipadukan dengan doa lainnya agar diberikan kecukupan rezeki yang halal dan berkah.
Doa diberi kecukupan rezeki halal dan berkah:
اَللَّهُمَّ يَاغَنِيُّ يَاحمِيْدُ يَامُبْدِئُ يَامُعِيْدُ يَارَحِيْمُ يَاوَدُوْدُ اَغْنِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَاكْفِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ وَصَلَّى الله عَلَى مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahumma ya ghiniyyu ya hamiidu ya mubdiu ya mu'idu ya rohiymu ya waduudu aghniniy bihalaalika 'an haroomika wakfiyniy bifadhlika 'amman siwaaka washollalahu 'ala Muhammadin wa Alihi wa shohbihi wa sallama.
Artinya, "Wahai Allah, wahai Zat Yang Maha Kaya, wahai Zat Yang Maha Terpuji, wahai Zat Yang Memulai, wahai Zat Yang Mengembalikan, wahai Zat Yang Maha Penyayang, wahai Zat Yang Maha Mencintai.
Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu daripada keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu daripada selain Engkau. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat beliau.”
Mencari nafkah itu jihad
Bagi Muslim yang bekerja, mulailah semuanya dengan niat yang baik. Niat mencari ridha Allah, niat menjalankan sunnah Rasulullah, niat mencari nafkah untuk keluarga, niat menjauhkan diri dari malas dan miskin dengan bekerja, dan berbagai niat lainnya. Semua niat yang baik itu akan menjadi pahala.
Berikut ini sejumlah keutamaan bagi umat Islam yang bekerja mencari nafkah.
Besarnya pahala memberi nafkah. Orang-orang yang bekerja dan menggunakan rezeki yang diperoleh dari hasil kerja kerasnya untuk memberikan nafkah pada keluarganya akan mendapatkan pahala yang besar.
Bahkan, rezeki yang digunakan untuk memberi nafkah pada keluarganya itu lebih besar pahalanya dibanding dengan rezekinya yang dikeluarkan untuk bersedekah pada orang lain. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda,
دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ
“Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, maka pahalanya lebih besar (nafkah untuk keluarga)” (HR Muslim).
Dinilai seperti mujahid. Orang yang bekerja agar bisa menafkahi keluarganya sehingga menjauhkan diri dan keluarganya dari kefakiran dan mencapai kesejahteraan sehingga bisa menjadi orang yang dermawan, sejatinya mereka tengah berjihad di jalan Allah SWT.
عن أبي هُريرةَ ؛ قالَ : بَيْنَا نحنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ _ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ _ ، إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا شَابٌّ منَ الثَنِيَّةِ ، فَلَمَّا رَمَيْنَاهُ بِأَبْصَارِنَا ، قُلْنَا : لَوْ أنَّ ذَا الشَّابَّ جَعَلَ نَشَاطَهُ وَشَبَابَهُ وقوَّتَهُ في سَبِيلِ اللَّهِ ، فَسَمِعَ مَقَالَتَنَا رَسُولُ اللَّهِ _ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ _ ؛ فقالَ : ” ومَا سَبِيلُ اللَّهِ إلاَّ منْ قُتِلَ ؟ ، مَنْ سَعَى عَلَى وَالِدَيْهِ ؛ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ، ومَنْ سَعَى عَلَى عِيَالِهِ ؛ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ، ومَنْ سَعَى مُكَاثِراً ؛ فَفِي سَبِيلِ الشَّيطَانِ ”
Dari Abu Hurairah, ia berkata: "Pada saat kami bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba muncul di hadapan kami, seorang pemuda dari lembah.
Ketika kami terfokus kepadanya, kami berkata, 'Semoga pemuda itu menjadikan kerajinannya, kepemudaanya, dan kekuatannya di jalan Allah.'
Rasulullah mendengar ucapan kami. Kemudian, beliau bersabda, 'Apakah yang dinilai syahid hanya orang yang wafat di medan perang? Siapa yang bekerja untuk kedua orang tuanya, maka dia di jalan Allah; siapa yang bekerja untuk keluarganya, maka ia di jalan Allah; siapa bekerja hanya untuk memperbanyak harta, dia di jalan setan.'
Tags : keutamaan doa, doa mencari pekerjaan, mencari pekerjaan, hikmah ,