News Kota   2026/02/16 11:6 WIB

Asap Tercium Pekat di Panam Pekanbaru yang Bisa Cemari ISPU

Asap Tercium Pekat di Panam Pekanbaru yang Bisa Cemari ISPU

PEKANBARU – Aroma asap mulai tercium di sejumlah sudut kota, sebagai bukti terjadi disekitar wilayah Panam Pekanbaru.

"Asap tercium pekat di Panam Pekanbaru."

“Iya, bau asap karhutla. Mata juga agak perih kalau lagi berkendara,” kata Aldi, di Jalan HR Subrantas, Pekanbaru, Sabtu (14/2).

Tetapi diakuinya, tingkat kualitas udara masih baik, tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan dan tumbuhan”.

Meski Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan kategori “Baik”, warga mengaku merasakan dampak langsung berupa bau menyengat dan iritasi ringan pada mata saat beraktivitas di luar ruangan.

Fenomena ini muncul seiring meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pembaruan aplikasi ISPUnet KLHK pukul 12.00 WIB, kualitas udara di Pekanbaru berada pada level 21 ISPU PM2.5 dengan kategori “Baik”.

Namun di lapangan, kondisi terasa berbeda. Di kawasan Kecamatan Tampan, terutama sepanjang Jalan HR Soebrantas (Panam), bau asap tercium cukup pekat meski tidak disertai kabut tebal.

Keluhan serupa disampaikan Fadilah, mahasiswa asal Kampar. Ia mengaku aroma asap sudah tercium sejak pagi.

“Sudah dari pagi tadi terasa baunya, napas sesak. Ke mana-mana pakai masker lagi,” katanya.

Perbedaan antara data ISPU dan persepsi warga ini memunculkan pertanyaan mengenai dinamika sebaran asap yang bisa berubah cepat akibat arah angin dan kondisi atmosfer lokal.

Data satelit dari BMKG Stasiun Pekanbaru mencatat 29 titik panas tersebar di Provinsi Riau pada hari yang sama.

Sebaran hotspot didominasi Kabupaten Bengkalis dengan 25 titik. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kota Dumai masing-masing terdeteksi satu titik, serta Kabupaten Siak dua titik.

Lonjakan hotspot ini memperkuat kewaspadaan terhadap potensi meluasnya karhutla, terutama memasuki periode cuaca relatif kering di beberapa wilayah.

Meski level ISPU masih dalam kategori aman, bau asap yang mulai dirasakan menjadi sinyal awal potensi penurunan kualitas udara jika hotspot terus bertambah dan tidak segera dikendalikan. (rp.sul/*)

Tags : asap, lingkungan, udara tercemar, asap pekat di panam, pekanbaru, News Kota,