Wisata   2026/01/04 13:28 WIB

Astindo Riau Prediksi Tren Wisata ke Kuala Lumpur Masih Kuat di 2026, 'Bagaikan Sudah Jadi Rumah Kedua Bagi Warga Riau'

Astindo Riau Prediksi Tren Wisata ke Kuala Lumpur Masih Kuat di 2026, 'Bagaikan Sudah Jadi Rumah Kedua Bagi Warga Riau'

PEKANBARU - Masyarakat Provinsi Riau, masih menjadi salah satu penyumbang terbesar wisatawan ke Malaysia. Faktor kedekatan geografis, kemudahan akses, serta biaya perjalanan yang relatif terjangkau membuat Negeri Jiran tetap menjadi destinasi favorit, terutama Kuala Lumpur yang kian dianggap sebagai “rumah kedua” bagi warga Riau.

Tingginya minat tersebut terlihat jelas pada momen libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Rute internasional Pekanbaru–Kuala Lumpur mencatatkan total 13.084 penumpang, menjadikannya sebagai rute internasional paling diminati dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru.

Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) DPD Riau, Harpina Diansari, memprediksi tren perjalanan masyarakat Riau ke Malaysia masih akan berlanjut hingga tahun 2026. Menurutnya, Kuala Lumpur telah menjadi tujuan utama warga Riau, baik untuk wisata belanja, perjalanan liburan, hingga keperluan berobat.

“Kita tidak bisa memungkiri, bagi orang Riau, Malaysia khususnya Kuala Lumpur sudah seperti rumah kedua. Mulai dari wisata belanja, traveling, sampai berobat menjadi alasan utama tingginya minat ke Malaysia,” ujar Harpina, Sabtu (3/1/2026).

Selain jarak yang dekat, kemudahan akses dan harga tiket pesawat yang relatif murah juga menjadi faktor penentu. Harpina menilai biaya perjalanan ke Malaysia sering kali lebih terjangkau dibandingkan destinasi wisata domestik seperti Yogyakarta atau Bali, terutama saat bepergian bersama keluarga atau rombongan.

Saat ini, rute Pekanbaru–Kuala Lumpur dilayani oleh sejumlah maskapai, di antaranya AirAsia, Super Air Jet, Batik Air Malaysia, dan Malaysia Airlines. Kondisi ini semakin memperkuat minat masyarakat Riau untuk berwisata ke Malaysia.

Tak hanya itu, tren perjalanan wisata lintas negara juga mulai berkembang. Banyak agen perjalanan di Riau menawarkan paket wisata tiga negara, yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura, yang cukup diminati masyarakat.

Astindo Riau pun menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau guna mendorong arus wisatawan mancanegara masuk ke Riau. Harapannya, selain meningkatkan kunjungan wisata, kolaborasi ini juga dapat membuka peluang masuknya investor ke daerah.

“Kami siap berkolaborasi agar tidak hanya orang Riau yang berlibur ke luar negeri, tetapi juga wisatawan dari luar datang ke Riau. Dengan begitu, selain pariwisata, peluang investasi juga bisa ikut tumbuh,” tutup Harpina.

Kuala Lumpur kian mengukuhkan diri sebagai “rumah kedua” bagi masyarakat Riau.

Hal ini tercermin dari tingginya minat penumpang pada rute internasional Pekanbaru–Kuala Lumpur selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Selama periode tersebut, penerbangan Pekanbaru–Kuala Lumpur mencatatkan total 13.084 penumpang, menjadikannya rute internasional paling diminati dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru.

General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan arus penumpang selama libur akhir tahun mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan terjadi sejak 15 Desember dan mencapai puncaknya pada 22 Desember 2025.

“Biasanya Bandara Pekanbaru melayani sekitar 8.000 penumpang per hari, dan pada akhir pekan bisa mencapai 9.000 penumpang. Namun pada periode Nataru ini, puncaknya terjadi pada 22 Desember dengan jumlah 11.115 penumpang. Ini angka yang cukup tinggi,” ujar Achmad belum lama ini.

Secara keseluruhan, selama periode Nataru 2025/2026, jumlah penerbangan meningkat sebesar 8,6 persen, sementara jumlah penumpang mengalami kenaikan 3,1 persen dibandingkan hari normal.

Achmad merinci, untuk rute domestik, penerbangan Pekanbaru–Jakarta masih mendominasi dengan total 42.961 penumpang selama periode 15 hingga 19 Desember 2025. Rute ini terutama menuju Bandara Soekarno-Hatta.

“Penumpang domestik masih didominasi rute Jakarta. Sementara untuk rute internasional, Kuala Lumpur menjadi tujuan favorit masyarakat,” jelasnya.

Tingginya permintaan perjalanan udara mendorong sejumlah maskapai mengajukan penambahan penerbangan atau extra flight. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Super Air Jet, Lion Air, dan Pelita Air menambah jadwal penerbangan selama libur akhir tahun.

“Extra flight ini mayoritas untuk rute Jakarta. Lion Air juga menambah penerbangan ke Surabaya dan Yogyakarta. Sementara Super Air Jet menambah satu penerbangan tambahan ke Kuala Lumpur,” terang Achmad.

Dari sisi operasional, pihak bandara memastikan seluruh pelayanan berjalan lancar. Hingga saat ini, tidak terdapat keterlambatan penerbangan akibat faktor cuaca di Pekanbaru.

“Alhamdulillah, tidak ada delay karena cuaca. Keterlambatan yang terjadi umumnya disebabkan faktor operasional, terutama tingginya trafik dan penggunaan pesawat dari bandara asal,” pungkasnya. (rilis)

Tags : wisata, wisata ke kuala lumpur, malaysia, warga riau wisata ke malaysia, tren wisata ke kuala lumpur 2026, kuala lumpur bagaikan rumah kedua bagi warga riau,