Bisnis   30-03-2025 15:33 WIB

Astra Agro Lestari Raup Laba Rp1,19 T yang Menunjukkan Kinerja Keuangan Tetap Solid

Astra Agro Lestari Raup Laba Rp1,19 T yang Menunjukkan Kinerja Keuangan Tetap Solid

JAKARTA – PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) menutup tahun 2024 dengan kinerja keuangan yang solid, membukukan pendapatan bersih sebesar Rp21,82 triliun, meningkat 5,2% dibandingkan Rp20,75 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh strategi efisiensi, penggunaan bibit unggul dalam replanting, serta diversifikasi usaha ke sektor pertanian seperti padi dan jagung.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan crude palm oil (CPO) masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 61,26%, meningkat dari 58% pada tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan kernel dan turunannya naik menjadi 7,49%, sedangkan produk refinery mencapai 31,25%.

Corporate Secretary Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, mengungkapkan bahwa peningkatan efisiensi operasional berkontribusi terhadap pertumbuhan laba bersih sebesar 9% year-on-year (yoy) menjadi Rp1,19 triliun.

“Efisiensi beban operasional menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan margin keuntungan kami,” ujar Tingning.

Sepanjang 2024, Astra Agro berhasil meningkatkan operational margin dari 12,1% pada kuartal I menjadi 24,1% pada kuartal IV. Sementara itu, net profit margin naik dari 4,8% menjadi 6,3% pada periode yang sama.

Secara tahunan, net profit margin tumbuh dari 5,2% pada 2023 menjadi 5,4% pada 2024, sementara gross profit margin meningkat dari 13% menjadi 15% yoy.

Keberhasilan Astra Agro tidak lepas dari penguatan sektor riset dan pengembangan (research and development). Perusahaan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta universitas dalam dan luar negeri untuk mengembangkan bibit sawit unggul.

Salah satu inovasi terbarunya adalah teknik kultur jaringan yang diklaim mampu meningkatkan produktivitas hingga 25% dibandingkan metode konvensional. Saat ini, lebih dari 10.000 tanaman klon unggul hasil kultur jaringan telah ditanam di perkebunan Astra Agro di Kalimantan Tengah.

Selain itu, Astra Agro meluncurkan tiga varietas unggulan, yakni AAL Nirmala, AAL Sejahtera, dan AAL Lestari, yang dikembangkan bersama University of Potsdam Jerman dan University of Newcastle Inggris. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri kelapa sawit nasional.

Di tengah stagnasi produksi CPO nasional, Astra Agro turut berkontribusi dalam program ketahanan pangan. Mengacu pada data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi CPO nasional mengalami penurunan 3,8% yoy menjadi 48,16 juta ton, sementara permintaan global mencapai 80,3 juta ton dengan produksi hanya 79,3 juta ton berdasarkan data Oil World.

Sebagai respons terhadap tantangan ini, Astra Agro menjalankan program pertanian berkelanjutan, termasuk penanaman padi gogo seluas 100 hektare di Cianjur dan budidaya jagung secara serentak di seluruh area operasional.

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, mengapresiasi inisiatif Astra Agro dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di lahan kering yang membutuhkan inovasi dan pendampingan khusus,” ujarnya.

Selain itu, Astra Agro memberdayakan lebih dari 30.000 kepala keluarga di delapan provinsi melalui program paguyuban. Program ini mencakup budidaya tanaman pangan dan pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjalankan praktik keberlanjutan melalui kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE),” ujar Vice President Investor Relation and Public Affairs Astra Agro, Fenny Sofyan dikutip dari Wartaekonomi.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Astra Agro optimistis dapat terus bertumbuh dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham serta perekonomian nasional. (rilis)

Tags : PT Astra Agro Lestari, Astra Agro, Raup Laba Rp1, 19 T, Kinerja Astra Agro Solid,