Headline Batam   2025/12/16 17:5 WIB

Bandara Hang Nadim Batam Buat Langkah Strategi untuk Hadapi Puncak Nataru

Bandara Hang Nadim Batam Buat Langkah Strategi untuk Hadapi Puncak Nataru

BATAM – Bandara Internasional Hang Nadim Batam menunjukkan kesiapannya khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

"Langkah strategi untuk hadapi puncak Nataru."

“Melalui posko terpadu ini, seluruh aktivitas operasional dapat dimonitor langsung dari pusat. Dengan begitu, pengambilan keputusan bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” kata Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, Selasa (16/12).

Annang Setia Budhi menyampaikan, bahwa manajemen bandara telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran operasional, keamanan, serta kenyamanan penumpang di tengah potensi peningkatan trafik penerbangan.

"Salah satu langkah utama adalah pengoperasian Posko Terpadu Nataru yang terintegrasi secara nasional," sebutnya.

Posko terpadu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat koordinasi di tingkat lokal, tetapi juga terhubung langsung dengan Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura Indonesia melalui sistem pemantauan berbasis video conference.

Integrasi ini memungkinkan seluruh pemangku kepentingan melakukan pengawasan operasional bandara secara menyeluruh dan real time.

Ia menambahkan, kesiapan layanan ini menjadi bagian dari komitmen Bandara Hang Nadim Batam untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus penumpang dan logistik.

Terlebih, momen Nataru kerap menjadi salah satu periode dengan pergerakan ekonomi tertinggi, terutama di sektor transportasi, pariwisata, dan perdagangan.

Dengan meningkatnya konektivitas penerbangan serta sistem layanan yang semakin terintegrasi, Bandara Internasional Hang Nadim Batam diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai gerbang utama Indonesia bagian barat.

Keberadaan bandara ini tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendorong pertumbuhan investasi, pariwisata, dan aktivitas ekonomi di Batam serta wilayah Kepulauan Riau secara keseluruhan.

Ke depan, Bandara Hang Nadim Batam optimistis dapat terus bertransformasi menjadi pusat konektivitas udara yang andal, modern, dan berdaya saing, sejalan dengan visi menjadikan Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. 

Annang Setia Budhi juga mengungkapkan optimisme tersebut dalam kegiatan Media Gathering yang digelar pada Selasa (16/12/2025) pagi.

Menurutnya, tren pemulihan dan pertumbuhan mobilitas masyarakat pascapandemi terus menunjukkan arah positif, tercermin dari peningkatan trafik penumpang dari tahun ke tahun.

Pada periode Nataru 2023/2024, Bandara Hang Nadim mencatat pergerakan sekitar 200 ribu penumpang. Angka tersebut kemudian melonjak 17 persen pada Nataru 2024/2025 menjadi sekitar 247 ribu penumpang.

Sementara untuk Nataru 2025/2026, manajemen bandara memproyeksikan lonjakan yang lebih tinggi, yakni mencapai 36 persen, dengan total penumpang diperkirakan menembus 256 ribu orang.

“Secara harian, pergerakan penumpang diproyeksikan meningkat dari rata-rata 11 ribu menjadi sekitar 13.500 penumpang per hari,” ujar Annang.

Peningkatan trafik penumpang tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi di Batam.

Sektor transportasi, perhotelan, pariwisata, hingga UMKM di sekitar bandara diperkirakan akan merasakan efek domino dari meningkatnya arus kedatangan dan keberangkatan selama libur panjang akhir tahun.

Annang menjelaskan, meski pertumbuhan penumpang cukup signifikan, peningkatan jumlah penerbangan tidak berbanding lurus.

Jumlah pergerakan pesawat diproyeksikan hanya naik sekitar 1 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan armada nasional yang masih berlangsung pascapandemi COVID-19.

“Dari total sekitar 568 pesawat yang terdaftar secara nasional, hanya 368 armada yang siap beroperasi. Sekitar 200 pesawat masih dalam tahap perawatan. Situasi ini membuat pertumbuhan armada tidak bisa mengikuti laju pertumbuhan penumpang,” jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, pengelola bandara dan maskapai menaruh perhatian besar pada optimalisasi load factor atau tingkat keterisian penumpang dalam setiap penerbangan.

Strategi ini dinilai lebih realistis untuk menjaga efisiensi operasional sekaligus tetap memenuhi tingginya permintaan perjalanan udara.

Bandara Hang Nadim juga telah memetakan potensi puncak arus penumpang selama periode Nataru. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Minggu, 21 Desember, dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 15 ribu orang per hari.

Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada Minggu, 4 Januari, dengan volume penumpang yang relatif sama.

Mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak bandara telah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah maskapai, di antaranya Lion Air Group dan Citilink, untuk membuka peluang penambahan penerbangan (extra flight).

Namun demikian, realisasi penerbangan tambahan tersebut masih menunggu finalisasi dari pihak maskapai dan otoritas terkait.

“Kami terus berkoordinasi agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani dengan baik, terutama pada hari-hari puncak. Prinsipnya, bandara siap mendukung setiap upaya peningkatan kapasitas penerbangan,” kata Annang.

Dengan proyeksi lonjakan penumpang yang signifikan, manajemen Bandara Internasional Hang Nadim Batam optimistis momentum Nataru 2025/2026 akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Tingginya mobilitas masyarakat dinilai sebagai sinyal kuat pemulihan sektor transportasi udara sekaligus penggerak utama aktivitas ekonomi dan pariwisata Batam di penghujung tahun. (rp.edy/*)

Tags : bandara hang nadim, batam, natal dan tahun baru, bandara buat langkah strategi hadapi nataru,