AGAMA - Wamenag mengajak calon pengantin menjadikan pernikahan sebagai ibadah.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi'i mengingatkan para calon pengantin agar menjadikan pernikahan sebagai ibadah yang diniatkan semata-mata karena Allah SWT.
Menurut dia, keluarga yang dibangun di atas nilai-nilai agama akan melahirkan masyarakat yang baik dan menjadi fondasi bagi bangsa yang kuat.
"Bangsa yang baik dimulai dari masyarakat kecil yang baik. Masyarakat kecil yang baik ditentukan oleh rumah tangga yang baik," ujarnya saat memberikan nasihat kepada 50 pasangan calon pengantin dalam Nikah Fest 2026 di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/6).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama bekerja sama dengan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI).
Dalam nasihatnya, Romo menjelaskan seluruh ajaran Islam selaras dengan fitrah manusia. Menurut dia, setiap perintah Allah SWT merupakan kebutuhan manusia, termasuk perintah untuk menikah.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama bekerja sama dengan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI).
Dalam nasihatnya, Romo menjelaskan seluruh ajaran Islam selaras dengan fitrah manusia. Menurut dia, setiap perintah Allah SWT merupakan kebutuhan manusia, termasuk perintah untuk menikah.
"Saya memahami selama lebih dari tiga puluh tahun bahwa ternyata Allah memerintahkan kita berislam karena semua aturan Allah dalam Islam sesuai dengan kebutuhan kita sebagai manusia. Semua yang Allah perintahkan adalah kebutuhan kita. Kita butuh makan dan minum, ada perintahnya. Kita butuh pasangan, juga ada perintahnya," ujarnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat yang telah siap lahir dan batin agar tidak menunda pernikahan. Menurutnya, akad nikah merupakan ibadah yang mendatangkan keberkahan sekaligus menjadi awal terbentuknya keluarga yang harmonis.
Mengutip firman Allah SWT dalam Surat Ar-Rum ayat 21, Romo mengatakan tujuan utama pernikahan adalah menghadirkan ketenangan dalam kehidupan rumah tangga.
"Allah menyiapkan perintah untuk menikah agar kita memperoleh ketenangan. Karena nikah adalah hukum Allah, maka melakukan pernikahan yang sah itu niatnya harus karena Allah. Nanti saat akad nikah, niatkan dalam hati, 'Saya menikahi pasangan saya karena Allah Ta'ala,' supaya rumah tangga yang dibangun menjadi rumah tangga yang penuh berkah," katanya.
Dia menuturkan Allah SWT telah membekali setiap laki-laki dan perempuan dengan dua modal utama untuk membangun keluarga, yakni mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang). Kedua bekal tersebut, kata dia, merupakan anugerah yang diberikan Allah kepada pasangan suami istri.
"Allah sudah membekali kita dua hal, yaitu mawaddah dan rahmah. Cinta dan kasih sayang itu tidak dipelajari, tidak dibeli, dan bukan hadiah dari siapa pun. Itu adalah bekal yang Allah berikan kepada laki-laki dan perempuan agar mau menikah," ujarnya.
Ia menegaskan pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar membangun masyarakat dan bangsa. Sebab, kualitas sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan sosial.
"Karena itulah perintah menikah adalah perintah untuk mewujudkan kebaikan bagi laki-laki dan perempuan, bagi masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.
Romo juga mengingatkan akad nikah merupakan mitsaqan ghalizha atau perjanjian yang sangat kuat. Oleh karena itu, pasangan suami istri harus menjaga komitmen, saling menghormati, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Selain memberikan nasihat kepada calon pengantin, ia mengapresiasi penyelenggaraan Nikah Fest 2026. Menurut dia, program tersebut tidak hanya memfasilitasi prosesi akad nikah, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga melalui berbagai layanan terpadu.
"Nikah Fest ini bukan hanya memfasilitasi akad nikah. Ada layanan sakinah, bimbingan perkawinan, literasi keuangan, literasi zakat, hingga kemudahan akses program rumah subsidi. Saya kira ini program yang luar biasa karena negara hadir membantu masyarakat membangun keluarga sejak awal," katanya. (*)
Tags : pernikahan, calon pengantin, ibadah, keluarga, nilai-nilai agama, mawaddah rahmah, akad nikah, nikah fest 2026, kualitas keluarga,