Linkungan   2026/01/03 18:0 WIB

Basarnas Siagakan 92 Personel Hadapi Ancaman Tiga Sungai Meluap yang Bisa jadi Banjir

Basarnas Siagakan 92 Personel Hadapi Ancaman Tiga Sungai Meluap yang Bisa jadi Banjir

PEKANBARU - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pekanbaru meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir di sejumlah wilayah Provinsi Riau.

Langkah ini diambil menyusul intensitas curah hujan yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi menegaskan, hingga awal Januari 2026 pihaknya belum menerima laporan permintaan evakuasi dari masyarakat.
Baca juga: Pemko Pekanbaru Hemat Belasan Miliar Lewat Kolaborasi Perbaikan Halte TMP

Namun demikian, upaya antisipasi tetap dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kesiapan personel dan peralatan jika situasi darurat terjadi sewaktu-waktu.

“Sampai hari ini belum ada laporan evakuasi yang masuk. Meski begitu, kami tetap melakukan koordinasi awal ke lapangan untuk memastikan kondisi terkini dan potensi kerawanan,” ujar Budi Cahyadi, Jumat (2/1).

Sebagai bagian dari mitigasi dini, Basarnas Pekanbaru telah menyiagakan 92 personel SAR yang siap dikerahkan dalam kondisi darurat banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

Seluruh personel berada dalam status respons cepat untuk mempercepat penanganan jika terjadi peningkatan debit air sungai atau genangan di permukiman warga.

Tak hanya mengandalkan kekuatan personel, Basarnas juga menyiapkan lima unit perahu karet untuk mendukung proses evakuasi warga di wilayah terdampak banjir.

Armada tersebut diprioritaskan untuk daerah rawan luapan sungai dan kawasan dengan akses darat terbatas.

Selain itu, berbagai peralatan khusus turut disiagakan, antara lain empat set peralatan selam, satu set peralatan mountaineering, serta satu set peralatan Urban Search and Rescue (Urban SAR) yang difungsikan untuk operasi penyelamatan di lingkungan perkotaan maupun medan sulit.

“Seluruh peralatan sudah kami siagakan, mulai dari peralatan selam, mountaineering, hingga Urban SAR. Ini untuk memastikan respons cepat dan keselamatan masyarakat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” tegasnya.

Basarnas Pekanbaru juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan dengan memantau informasi cuaca, kondisi sungai, serta segera melaporkan situasi darurat kepada pihak berwenang.

Sebelumnya, tiga sungai yang ada di Riau berstatus awas karena terus meulap. Status kewaspadaan tinggi ditetapkan pada tiga aliran sungai utama di Provinsi Riau menyusul pembukaan pintu Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Damkar Provinsi Riau menegaskan masyarakat diminta tidak lengah meski kondisi saat ini masih terkendali.

Tiga wilayah sungai yang masuk kategori 'Awas' masing-masing berada di Kabupaten Inhu, Kampar dan Rohil.

Penetapan status ini didasarkan pada laporan hidrologi terbaru dari Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Status awas meliputi Sungai Indragiri, Sungai Japura dan Sungai Rengat di Inhu," ujar Edy Afrizal, Sabtu (3/1/2026).

"Kemudian, Sungai Kampar Kiri di Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, serta Sungai Mahato di Tanjung Medan, Kabupaten Rohil," sambungnya.

Edy mengungkapkan, pembukaan pintu waduk PLTA Koto Panjang yang dilakukan sejak dua hari lalu telah berdampak pada kenaikan muka air Sungai Kampar.

“Benar, saat ini sudah terjadi kenaikan permukaan Sungai Kampar sekitar 20 sentimeter. Ini merupakan dampak dari pembukaan pintu waduk PLTA Koto Panjang,” ujarnya.

Meski terjadi peningkatan debit, BPBD memastikan kondisi tersebut belum menimbulkan ancaman langsung terhadap permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai.

“Untuk sementara masih dalam batas aman dan belum menggenangi pemukiman penduduk. Namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Curah Hujan Hulu Jadi Faktor Penentu

BPBD mengingatkan bahwa dinamika kenaikan air sungai tidak semata-mata dipengaruhi oleh pembukaan pintu waduk, melainkan juga kondisi cuaca di wilayah hulu.

Menurut Edy, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi di kawasan hulu Sungai Kampar, khususnya di Kabupaten Kampar dan Pelalawan.

“Jika curah hujan di wilayah hulu meningkat, maka debit air sungai bisa naik secara bertahap. Masyarakat di bantaran sungai kami imbau terus memantau kondisi,” katanya.

Kondisi Waduk Koto Panjang Terkini

Manajemen PLTA Koto Panjang melaporkan, per Kamis (1/1/2026) pukul 07.00 WIB, elevasi Waduk Koto Panjang tercatat berada di 80,44 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sementara itu, inflow atau air masuk ke waduk mencapai 1.287,15 meter kubik per detik.

Adapun outflow tercatat sebesar 364,44 meter kubik per detik, yang terdiri dari debit turbin 226,84 meter kubik per detik serta bukaan dua pintu spillway masing-masing 50 sentimeter dengan total debit 137,60 meter kubik per detik.

Pembukaan pintu spillway telah dilakukan sejak Selasa, 30 Desember 2025, sebagai bagian dari strategi early release guna mengendalikan elevasi waduk yang meningkat akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu.

BPBD menegaskan akan terus melakukan koordinasi lintas sektor dan pembaruan informasi secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai. (*)

Tags : badan nasional pencarian pertolongan, Basarnas Siagakan 92 Personel Hadapi Ancaman Tiga Sungai Meluap yang Bisa jadi Banjir,