Kuliner   2026/01/25 10:26 WIB

Bencana Aceh Hantam Pedagang Kopi di Pekanbaru, 'Jadi Jualnya Tidak Lagi Seikhlasnya'

Bencana Aceh Hantam Pedagang Kopi di Pekanbaru, 'Jadi Jualnya Tidak Lagi Seikhlasnya'

ATCEH KUPI turut prihatin atas bencana banjir dan longsor melanda Sumatera, tetapi kedai kopi ini menaikkan harga bubuk kopinya karena ikut berimbas oleh bencana itu.

“Iya kita naikkan harga kopi yang bahannya berasal dari Aceh, kita juga melakukan donasi atau mengumpulkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir Sumatera, dengan menjual kopi ini,” kata salah staf penjual kopi Aceh dijalan Paus Pekanbaru ini, Minggu.

"Melakukan donasi dengan menjual kopi dan bayar sedikit ada kenaikan guna membantu korban terdampak banjir di Sumatera."

Ia menjelaskan, hasil donasi penjualan kopi yang dilakukan juga mengumpulkan donasi.

“Kopi yang kita jual memiliki kualitas yang baik dan enak, bahkan ada yang seharga Rp1,2 juta biji kopi per kilogramnya,” ujarnya.

“Sudah kita salurkan kepada masyarakat yang terdampak banjir Sumatera hasil donasi yang dilaksanakan,” ucapnya.

Ia mengaku bersyukur, kegiatan donasi yang dilaksanakan berjalan lancar walaupun dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

 

Kedai kopi Aceh Jalan Paus ini sudah dikenal dengan Kopi Aceh nya. mayoritas orang jika berbicara tentang kopi pasti langsung terpikir Kopi Aceh.

Bagi para pecinta kopi, tentu belum cukup kalau belum mencicipi kopi Aceh langsung di asalnya. 

Ada dua tempat tumbuhnya tanaman kopi Gayo, yaitu Takengon, Aceh Tengah dan Bener Meriah. Hamparan luas perkebunan kopi tumbuh di dataran seluas 95 ribu Ha dengan ketinggian kurang lebih 1200 meter.

Dengan suhu udara yang rendah, sekitar 20 derajat celcius, di daratan tinggi ini cocok sekali untuk menumbuhkan beraneka varietas tananam kopi.

Kopi arabika dari dataran Tinggi Gayo, telah dikenal dunia karena memiliki cita rasa khas dengan ciri utama antara lain aroma dan perisa yang kompleks dan kekentalan yang kuat. International Conference on Coffee Science, Bali, Oktober 2010 menominasikan kopi Dataran Tinggi Gayo ini sebagai the Best No 1, dibanding kopi arabika dari tempat lain. 

Kopi Gayo Aceh terasa lebih fruity dan tidak pahit, tetapi sebenarnya setiap biji kopi memiliki rasa yang berbeda. Rasa yang tidak konsisten ini justru menjadi daya tarik tersendiri dari kopi Gayo.

Keunggulan kopi Gayo adalah karena merupakan kopi organik yang memiliki rasa khas yang sedap. Seperti diketahui bahwa kopi organik hanya bisa diproduksi di lahan yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi serta memiliki curah hujan cukup dan lingkungan yang mendukung. (*)

Tags : jual kopi, donasi korban banjir sumatera, donasi korban banjir,