Riau   2025/12/28 12:41 WIB

Bencana Hidrometeorologi di Riau Meluas Buat Ratusan KK Terendam dan Mengungsi

Bencana Hidrometeorologi di Riau Meluas Buat Ratusan KK Terendam dan Mengungsi

PEKANBARU – Bencana hidrometeorologi berupa banjir masih melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat banjir terjadi di empat daerah dengan ratusan kepala keluarga terdampak dan puluhan warga terpaksa mengungsi.

"Bencana hidrometeorologi di Riau meluas."

"Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 50 sentimeter," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, Jim Ghofur, Sabtu.

Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan dampak paling signifikan. Di wilayah ini, banjir dilaporkan merendam lima titik yang tersebar di lima desa.

Sebanyak 231 kepala keluarga terdampak, sementara 11 kepala keluarga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Di Kabupaten Siak, banjir juga meluas dan merendam delapan titik di delapan desa. Sebanyak 57 kepala keluarga terdampak, dengan 40 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat genangan air yang cukup tinggi.

Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter. Meski demikian, BPBD Damkar Riau mencatat sejumlah lokasi di Siak mulai menunjukkan tanda-tanda air surut.

Banjir turut terjadi di wilayah perkotaan. Di Kota Pekanbaru, satu titik banjir dilaporkan terjadi di satu kelurahan dan berdampak pada 15 kepala keluarga.

Ketinggian air di lokasi tersebut berkisar antara 30 hingga 45 sentimeter. Sementara itu, di Kota Dumai, banjir melanda satu kelurahan dengan lima kepala keluarga terdampak dan ketinggian air antara 20 hingga 50 sentimeter.

Jim Ghofur, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah penanganan untuk meminimalkan dampak banjir terhadap masyarakat.

Upaya yang dilakukan antara lain evakuasi warga terdampak serta pendirian tempat pengungsian di lokasi-lokasi yang membutuhkan.

Selain itu, BPBD Damkar Riau juga telah menyalurkan bantuan logistik dan menyiapkan dapur umum guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir.

Penanganan teknis di lapangan turut dilakukan, seperti pembersihan kanal dan saluran air menggunakan alat berat untuk mempercepat surutnya genangan.

BPBD Damkar Riau juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk perusahaan-perusahaan di sekitar lokasi terdampak, serta melakukan pemantauan dan patroli secara berkala.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Jim Ghofur mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya agar penanganan dapat segera dilakukan.

Sementara banjir di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau meluas. Hingga hari Rabu 27 Desember 2023 terdata sebanyak 2.644 rumah warga di Kabupaten Rokan Hulu terendam banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Rohul Zuljandri Rossa mencatat banjir tersebar di enam kecamatan dengan puluhan desa.

Ketinggian air dari 50 centimeter hingga 250 centimeter. Enam wilayah yang terendam itu adalah Kecamatan Rambah, Kecamatan Rokan IV Koto, Kecamatan Tambusai, Kecamatan Rambah Hilir, Kecamatan Bonai Darussalam dan Kecamatan Kunto Darussalam.

"Untuk keadaan banjir di Kecamatan Rambah sudah berlangsung selama dua hari. Kalau total yang terendam itu ada 6 kecamatan, ungkap Zuljandri Rossa di lokasi banjir yang ada di Kelurahan Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah. Total rumah yang terdampak banjir sebanyak 2.644," ucapnya Rabu (27/12).

Sejauh ini, pihak BPBD beserta TNI dan Polri berupaya dalam melakukan langkah evakuasi bagi warga yang terdampak banjir.

Pada hari pertama sendiri terdata ada 500 KK yang terdampak “Kami juga sudah menyiapkan tim evakuasi yang bekerja sama dengan TNI dan Polri.

"Kami juga telah mendirikan tenda pengungsian untuk warga,” tukasnya.

Sementara itu, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 02 Rambah Kodim 0313/KPR Kopda Kurni Suhadi menghimbau warga agar tetap waspada. Selain rumah, banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah.

“Kita menghimbau warga agar tetap waspada, jika air mengalami peningkatan. Untuk Korban jiwa sementara ini nihil,” tuturnya. (*)

Tags : bencana hidrometeorologi, banjir, riau, banjir meluas, ratusan kepala keluarga mengungsi, rumah warga terendam banjir,