PEKANBARU — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera.
Petugas BMKG, Putri, mengungkapkan bahwa total terdeteksi sebanyak 223 hotspot yang tersebar di berbagai provinsi.
Dari seluruh wilayah, Provinsi Riau menjadi penyumbang terbanyak dengan total 141 titik panas. Jumlah ini jauh melampaui provinsi lain, menunjukkan tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan di daerah tersebut.
Secara rinci, sebaran hotspot di Riau meliputi Kabupaten Bengkalis sebanyak 44 titik, Kota Dumai 52 titik, Kabupaten Pelalawan 27 titik, Kabupaten Rokan Hilir 4 titik, Kabupaten Siak 5 titik, serta Kabupaten Indragiri Hilir 9 titik.
Sementara itu, provinsi lain di Sumatera mencatat jumlah yang lebih rendah, di antaranya Kepulauan Riau 33 titik, Sumatera Utara 13 titik,
Sumatera Selatan 9 titik, Bangka Belitung 7 titik, serta Aceh dan Lampung masing-masing 6 titik. Sumatera Barat menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terendah, yakni hanya 1 titik.
BMKG mengingatkan bahwa tingginya jumlah hotspot ini perlu menjadi perhatian serius, terutama dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada kabut asap dan kesehatan masyarakat. (*)
Tags : Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika , BMKG, Lonjakan Jumlah Titik Panas, 223 Hotspot di Sumatra,