News   2025/12/29 10:39 WIB

BMKG Ungkap Ancaman Puncak Cuaca Ekstrem Terjadi pada Sebagian Besar Wilayah Riau

BMKG Ungkap Ancaman Puncak Cuaca Ekstrem Terjadi pada Sebagian Besar Wilayah Riau

LINGKUNGAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga awal tahun 2026.

"Puncak cuaca ekstrem mulai terjadi pada wilayah daerah yang rawan."

“BMKG memprakirakan periode Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026 bertepatan dengan puncak musim hujan,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, Senin (29/12).

Fenomena ini bertepatan dengan puncak musim hujan yang secara klimatologis terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan, pola atmosfer saat ini mendukung peningkatan intensitas hujan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan padat penduduk dan daerah rawan bencana hidrometeorologi.

Menurut BMKG, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah daerah strategis, mulai dari wilayah Jabodetabek, Jatim, Kalimantan, Aceh, Papua Selatan, hingga Riau.

Kondisi ini dinilai berisiko memicu banjir, longsor, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

Guswanto menyebutkan, wilayah Jabodetabek diprediksi masih akan mengalami pola hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sebagaimana yang kerap terjadi pada akhir tahun.

“Jabodetabek diperkirakan tetap mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

BMKG juga memetakan sedikitnya enam provinsi dengan potensi cuaca ekstrem signifikan. Di Jabar, khususnya kawasan Bogor, curah hujan diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi selama libur Nataru, dengan potensi banjir dan longsor yang perlu diantisipasi.

Sementara itu, di Jatim, hujan lebat diperkirakan melanda wilayah Kediri dan Surabaya, terutama menjelang penghujung Desember.

Kondisi serupa juga diproyeksikan terjadi di Kalimantan, khususnya Barito Utara dan Banjarmasin, yang berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan.

Untuk wilayah Aceh, BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat akan terjadi di Banda Aceh hingga awal 2026.

Di Papua Selatan, potensi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian serius, menyusul catatan curah hujan harian di Kabupaten Boven Digoel yang telah mencapai 114 milimeter.

Adapun di Riau, khususnya Kabupaten Pelalawan, BMKG mencatat adanya potensi hujan ekstrem mulai awal Januari 2026.

Hal ini menjadi perhatian meskipun debit Sungai Kampar sempat mengalami penurunan.

“Riau (Pelalawan), BPBD setempat mengingatkan potensi hujan ekstrem mulai awal Januari 2026, meski debit Sungai Kampar sempat turun,” tuturnya.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memantau informasi cuaca terkini serta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan bencana, guna meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.

Sementara BMKG Pekanbaru sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Riau pada Senin 29 Desember 2025.

Sejumlah daerah diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir menjelaskan, kondisi cuaca Riau secara umum bersifat fluktuatif, dengan kombinasi udara kabur, cerah berawan, hingga hujan di berbagai wilayah.

“Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Riau diprakirakan mengalami udara kabur hingga cerah berawan. Namun, memasuki siang dan sore hari, potensi hujan ringan hingga sedang mulai meningkat di sejumlah kabupaten/kota,” ujarnya.

BMKG mencatat hujan berpotensi turun di sebagian wilayah Rohil, Kampar, Rohul, Siak, Bengkalis, Kuansing, Pelalawan, Inhu, Inhil serta Kota Pekanbaru.

Memasuki malam hari, kondisi cuaca masih didominasi cerah berawan hingga berawan.

Namun, hujan ringan hingga sedang diperkirakan kembali terjadi di wilayah Rohil, Rohul, Pelalawan, Siak, Bengkalis, Kuansing, Inhu, Inhil, Kepulauan Meranti, dan Pekanbaru.

Sementara itu, pada Selasa (30/12/2025) dini hari, udara kabur hingga cerah berawan diprakirakan menyelimuti Riau, dengan potensi hujan ringan di Bengkalis, Rohil, Pelalawan, Siak, Kampar, dan Rohul.

BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang/sore dan malam hari di sebagian besar wilayah Riau,” tegasnya.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, nelayan, serta warga di daerah rawan banjir dan pohon tumbang, agar tetap memantau pembaruan informasi cuaca resmi melalui kanal BMKG dan pemerintah daerah. (*)

Tags : badan meteorologi klimatologi geofisika, bmkg, , cuaca ekstrem, ancaman puncak cuaca ekstrem, cuaca ekstrem di wilayah riau, News,