PEKANBARU - Danrem 031/Wirabima Brigjen (TNI) Dr Agustatius Sitepu mengingatkan jajaran prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) untuk menjalankan tugas secara profesional. Ia juga meminta agar seluruh prajurit Korem 031/Wirabima peka terhadap lingkungan.
"Agar prajurit dan PNS Korem 031/WB menekankan profesionalisme, kedewasaan, dan kepedulian terhadap lingkungan tugas," terang Brigjen Agustatius saat pengarahan prajurit dan ASN dikutip di laman media sosial Korem Wirabima, Selasa (27/1/2026).
Brigjen Agustatius mengingatkan agar seluruh personel tidak mudah mengeluh, bekerja penuh tanggung jawab sesuai peran, serta peka terhadap lingkungan dan masyarakat binaan.
"Prajurit juga diminta siap menghadapi dinamika organisasi, termasuk rotasi dan penugasan," tegasnya.
Secara khusus, Brigjen Agustatius menekankan kepada prajurit kewilayahan agar bersikap dewasa, mandiri, tidak melakukan pelanggaran, menjaga penampilan, serta terus mengembangkan diri.
"Danrem menegaskan komitmen kepemimpinan untuk menciptakan suasana kerja yang aman, nyaman, dan kondusif demi optimalisasi tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara," demikian keterangannya.
Profil dan Rekam Karir Brigjen Agustatius
Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Dr Agustatius Sitepu resmi menduduki kursi Komandan Resor Militer (Korem) 031/Wirabima di Pekanbaru, Riau. Ia menggantikan Brigjen TNI Jarot Suprihanto.
Upacara serah terima jabatan Danrem 031/Wirabima dipimpin langsung Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo di Aula Kharuddin Nasution Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Pekanbaru pada Selasa (20/1/2026).
Dilansir dari beragam sumber, Brigjen Agustatius sebelumnya menjabat sebagai Direktur Latihan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Tentara Nasional Indonesia (Dirlat Kodiklat TNI) sejak 25 September 2025 lalu. Jabatan ini yang membuatnya pecah bintang menjadi Brigjen usai dipromosikan dari jabatan sebelumnya Pamen Denmabesad.
Agustatius merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) tahun 1997. Ia telah mengemban sejumlah penugasan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk saat konflik Ambon dan di Bumi Cenderawasih, Papua.
Ia juga pernah ditugaskan ke wilayah perbatasan dan didaulat sebagai Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia. Kesuksesannya dalam penugasan ini diganjar penghargaan Satgas Terbaik Pamtas Darat RI-Malaysia (2015) dari Pangkoops.
Karir militernya terus melejit. Diawali dengan menjabat sebagai Komandan Kodim 0205/TK pada 2017 dan Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 7/Rimba Raya di tahun 2019.
Selanjutnya ia ditugaskan sebagai Kasi Ops Korem 161/Wirasakti pada Kodam 9 Udayana serta Asops Kasdam XIV/Hasanuddin di tahun 2023. Pada April 2024 ia dipromosikan menjabat Komandan Korem 022/PT.
Di tengah kesibukan tugas militernya, Agustatius mampu menyelesaikan pendidikan doktoral (S3) di Universitas Sumatera Utara (USU) dengan predikat sangat memuaskan. Disertasinya berjudul “Studi Peran Kodim 0204/Tanah Karo dalam Penanggulangan Bencana Alam Erupsi Gunung Sinabung”. Studi ini sangat relevan dengan pengalaman langsungnya di lapangan.
Anak Petani dan Jago Mencipta Lagu
Brigjen TNI Agustatius Sitepu lahir pada 3 Agustus 1975 di kaki gunung Sinabung, Tanah Karo, Sumut. Ia memiliki seorang istri bernama Ester Rehulina Sembiring, dan dua anak yakni Gricella Clara Ibrena Sitepu dan Louis Alexander Sitepu.
Bila umumnya sosok tentara dikenal keras dan kaku, namun Brigjen Agustatius justru bisa berimprovisasi dengan dunia seni yang halus. Ia dikenal luas sebagai pencipta lagu dan musisi. Karya-karyanya tak hanya bernuansa nasionalis, tetapi juga mengangkat kearifan budaya Tanah Karo.
Beberapa lagunya yang populer antara lain berjudul “Pesan dari Perbatasan”, “Merah Putih Berkibar”, “Mars Bersama Rakyat TNI Kuat”, “Pahlawanku”, “Taneh Karo Kuta Kemulihen”, “Pedah Nande”, hingga “Uekenndu Rancangan Tuhan.”
Brigjen Agustatius mengaku dirinya merupakan anak seorang petani. Latar belakang itu tak membuat dirinya menyerah, namun justru membangkitkan kegigihan dan kerja keras hingga bisa menyandang pangkat jenderal.
“Anak seorang petani bisa menjadi tentara, asalkan mau bekerja keras, tekun, dan pantang menyerah. Saya buktikan sendiri, dari anak petani kini saya bisa menjadi perwira TNI,” ujarnya dalam sebuah kesempatan. (*)
Tags : Danrem 031/Wirabima, Korem 031/Wirabima, Brigjen Agustatius Sitepu,