Headline Bisnis   2026/04/04 14:55 WIB

BRK Syariah Menuju Lompatan Baru yang Bisa jadi Motor Ekonomi Syariah dan Gerakan Lingkungan di Riau

BRK Syariah Menuju Lompatan Baru yang Bisa jadi Motor Ekonomi Syariah dan Gerakan Lingkungan di Riau

PEKANBARU - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 PT Bank Riau Kepri (BRK) Syariah (Perseroda) pada 1 April 2026 menjadi titik refleksi perjalanan panjang bank daerah yang kini menjelma sebagai pilar ekonomi syariah di Riau dan Kepulauan Riau.

Momentum ini tidak hanya dirayakan sebagai seremoni, tetapi dikemas sebagai langkah nyata menuju pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi daerah, serta peningkatan inklusi keuangan syariah.

Sejak bertransformasi menjadi bank syariah penuh, BRK Syariah terus memperkuat perannya sebagai lembaga intermediasi keuangan yang tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga membawa misi sosial, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto menegaskan, posisi strategis BRK Syariah sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diharapkan menjadi sumber kekuatan ekonomi regional.

“Harapan kita betul-betul BRK ini bisa mendukung ekonomi pendapatan di Riau. Kita minta seluruh tenaga bekerja dengan baik dan penuh semangat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan ekspektasi pemerintah daerah agar BRK Syariah terus berperan sebagai lokomotif pembangunan ekonomi, terutama dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.

Salah satu langkah yang mencuri perhatian dalam perayaan HUT ke-60 adalah kebijakan meniadakan papan bunga.

Sebagai gantinya, seluruh ucapan diarahkan menjadi kontribusi nyata berupa bibit pohon, tanaman buah, serta benih ikan.

Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan BRK Syariah, TM Fadhly Kholis menjelaskan, kebijakan ini sebagai bentuk perubahan paradigma dalam merayakan momentum institusi.

“Peringatan HUT ke-60 ini menjadi momentum bagi kami untuk mengajak seluruh pihak menghadirkan ucapan yang tidak hanya simbolis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Langkah tersebut selaras dengan agenda pelestarian lingkungan, pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Bibit tanaman dan ikan yang diberikan diharapkan menghasilkan manfaat jangka panjang, baik secara ekologis maupun ekonomis.

“Kami tegaskan, dalam rangkaian kegiatan HUT ke-60 ini, BRK Syariah secara resmi tidak menerima ucapan dalam bentuk papan bunga,” tambah Fadhly.

Di balik perayaan, BRK Syariah menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang positif. Dana tabungan tumbuh 7 persen dari Rp8,11 triliun pada 2024 menjadi Rp8,68 triliun pada 2025.

Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah yang dinilai aman, modern, dan berkelanjutan.

Stabilitas pertumbuhan tersebut juga mencerminkan keberhasilan transformasi bisnis serta inovasi produk yang dilakukan manajemen.

Anggota DPRD Provinsi Riau, Abdullah, menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi kinerja BRK Syariah.

“BRK Syariah adalah kebanggaan masyarakat Riau. Kami akan terus mendukung setiap program dan inisiatif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menilai berbagai program bank daerah ini telah memperluas akses layanan keuangan syariah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Program yang dijalankan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi bukti komitmen memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah,” tambahnya.

Kontribusi BRK Syariah terhadap sektor mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu fokus utama. Pembiayaan UMKM dinilai sebagai fondasi ekonomi kerakyatan di Riau dan Kepulauan Riau.

Abdullah mendorong agar bank daerah ini terus berinovasi dan memperluas jangkauan pembiayaan.

“Kami berharap BRK Syariah terus memperkuat perannya dalam mendukung sektor ekonomi masyarakat. Dengan manajemen profesional, kami optimistis BRK Syariah menjadi pilar penting pembangunan ekonomi daerah,” katanya.

Untuk menjaga tren pertumbuhan dana pihak ketiga tetap positif, BRK Syariah menyiapkan sejumlah langkah strategis pada 2026, antara lain, Penguatan ekosistem digital syariah, serta Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi.

Kemudian, Program loyalitas seperti royalti poin dan undian Tabungan Bedelau, Program hadiah langsung untuk nasabah, serta Perluasan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Digitalisasi dipandang sebagai kunci untuk memperluas jangkauan layanan, meningkatkan efisiensi, serta menjawab perubahan perilaku nasabah di era ekonomi digital.

Tokoh perempuan Riau sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan dan Keterampilan Al Huda Riau, Hj Ratmiwati menilai, perkembangan BRK Syariah sangat pesat dalam satu dekade terakhir.

“Dari sisi mana pun kita melihatnya, BRK Syariah sekarang sudah menjelma sebagai BUMD terbaik. Institusi ini sangat bisa diandalkan sebagai salah satu pilar utama ekonomi di Riau dan Kepulauan Riau,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi menjadi bank syariah penuh membuat BRK Syariah semakin kompetitif dan relevan dengan nilai masyarakat lokal.

Ia menilai keberhasilan menjaga stabilitas di tengah tantangan global patut menjadi contoh bagi BUMD lainnya.

Dukungan sektor pendidikan menunjukkan terbentuknya sinergi kuat antara perbankan syariah dan institusi sosial.

Kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat peningkatan literasi keuangan serta mendorong lahirnya generasi yang melek ekonomi syariah.

Momentum ulang tahun ke-60 dinilai sebagai tonggak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat.

Perjalanan enam dekade BRK Syariah menegaskan perubahan arah bank daerah menuju konsep green banking, inklusi keuangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan predikat sebagai BUMD unggulan, bank ini diharapkan terus memperluas layanan digital, meningkatkan pembiayaan UMKM, dan memperkuat kontribusi terhadap sektor strategis.

Peringatan 1 April 2026 menjadi simbol perjalanan panjang sekaligus titik awal babak baru bagi BRK Syariah dalam memperkuat peran sebagai motor ekonomi syariah di Riau dan Kepulauan Riau.

BRK Syariah menuju lompatan baru

Suasana khidmat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Bank Riau Kepri Syariah di Kantor Pusat Pekanbaru, Rabu (1/4/2026).

Seluruh jajaran manajemen dan pegawai mengikuti upacara dengan penuh penghayatan sebagai bentuk refleksi perjalanan panjang institusi tersebut.

Para peserta mengenakan busana Melayu lengkap, menghadirkan nuansa kedaerahan yang kental sekaligus memperkuat identitas budaya dalam momen bersejarah tersebut.

Upacara berlangsung tertib, dengan barisan peserta yang tersusun rapi. Petugas upacara yang didominasi pimpinan divisi menjalankan tugas dengan penuh wibawa, menambah kesan formal dan sakral.

Dalam kesempatan itu, arah kebijakan Pemerintah Provinsi Riau terhadap masa depan BRK Syariah disampaikan melalui sambutan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang dibacakan oleh Helwin Yunus selaku pembina upacara.

Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa perjalanan enam dekade BRK Syariah merupakan cerminan komitmen dan kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Enam puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini adalah tonggak sejarah panjang yang mencerminkan komitmen, ketangguhan, serta kontribusi nyata BRK Syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” demikian kutipan sambutan tersebut.

Sambutan serupa juga dibacakan secara serentak di seluruh jaringan kantor BRK Syariah di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, sebagai bentuk penyamaan visi dan arah kebijakan.

Dalam pesan tersebut, pemerintah menekankan pentingnya transformasi sektor perbankan menuju sistem yang lebih inklusif, berbasis digital, serta tetap menjunjung prinsip kehati-hatian.

BRK Syariah dinilai telah menunjukkan langkah progresif melalui transformasi menjadi bank syariah penuh, penguatan tata kelola, serta pengembangan layanan digital.

Selain itu, peran BRK Syariah sebagai motor penggerak ekonomi umat juga kembali ditegaskan, khususnya dalam mendukung pembiayaan UMKM, pengembangan sektor halal, serta peningkatan akses keuangan yang berkeadilan.

Meski demikian, tantangan ke depan juga menjadi sorotan. Persaingan industri perbankan yang semakin ketat, disrupsi teknologi, serta tuntutan transparansi menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran.

Dalam arah kebijakan tersebut, terdapat empat fokus utama yang menjadi prioritas ke depan, yakni percepatan transformasi digital, perluasan inklusi keuangan hingga wilayah terpencil, penguatan integritas dan tata kelola perusahaan, serta peningkatan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Momen pembacaan sambutan menjadi bagian paling reflektif dalam upacara.

Para peserta tampak larut dalam suasana, menyadari bahwa usia 60 tahun bukan sekadar perayaan, melainkan titik evaluasi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh.

“Momentum ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga titik tolak untuk melangkah lebih maju,” tegas Helwin menutup sambutan.

Peringatan HUT ke-60 ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga simbol konsolidasi dan penegasan arah baru BRK Syariah untuk berkembang sebagai bank syariah regional yang modern, kuat, dan kompetitif di tingkat nasional. (rilis)

Tags : brk syariah, riau, brk menuju lompatan baru, brk jadi motor ekonomi brk syariah dalam gerakan lingkungan,