LINGKUNGAN - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa populasi global, yang saat ini sekitar 8,3 miliar orang, telah jauh melampaui daya dukung bumi yang berkelanjutan.
Menurut tim peneliti yang dipimpin oleh para ilmuwan di Flinders University (Australia), jika umat manusia terus mempertahankan tingkat konsumsi sumber daya saat ini, masalah lingkungan dan sosial akan memburuk di masa depan.
Studi tersebut menganalisis data populasi global dan tingkat konsumsi sumber daya dari tahun 1000 M hingga saat ini, menurut IFLScience pada tanggal 3-4 April.
Pada abad-abad sebelumnya, populasi dan sumber daya mempertahankan keseimbangan relatif.
Seiring bertambahnya populasi, permintaan akan energi dan pangan pun meningkat, tetapi inovasi teknologi dan regenerasi alam tetap seimbang.
Pertumbuhan penduduk bahkan memicu kemajuan teknologi, menciptakan siklus pertumbuhan yang stabil.
Namun, keseimbangan ini mulai terganggu setelah Perang Dunia II, khususnya pada tahun 1950-an dengan ledakan populasi global.
Pada tahun 1962, dunia memasuki apa yang oleh para ilmuwan disebut sebagai fase "negatif demografis", yang berarti bahwa pertumbuhan penduduk tidak lagi mendorong pertumbuhan ekonomi yang sepadan.
Laju pertumbuhan penduduk mencapai puncaknya pada titik ini dan secara bertahap melambat sejak saat itu.
Menurut proyeksi, populasi dunia dapat mencapai puncaknya sekitar akhir tahun 2060-an atau 2070-an, yaitu sekitar 11,7-12,4 miliar jiwa, sebelum mulai mengalami penurunan pertama sejak Wabah Hitam (penyakit pes) pada abad ke-14.
Salah satu faktor kunci yang mendorong "kelebihan konsumsi" umat manusia adalah ketergantungan yang besar pada bahan bakar fosil.
Ini adalah sumber daya terbatas yang dieksploitasi jauh lebih cepat daripada kemampuan alam untuk beregenerasi.
Batu bara, minyak, dan gas alam telah secara dramatis meningkatkan produksi pangan, energi, dan industri, tetapi pada saat yang sama menutupi keterbatasan alam.
Berkat sumber energi ini, umat manusia untuk sementara menghindari "tanda-tanda peringatan" seperti kekurangan sumber daya dengan terus mengeksploitasi dan mengonsumsinya dalam skala besar.
Namun, tim peneliti memperingatkan bahwa ini hanyalah solusi jangka pendek.
Seiring dengan menipisnya sumber daya bahan bakar fosil, tekanan terhadap sumber daya, iklim, dan lingkungan akan semakin terlihat.
Menurut perhitungan kelompok tersebut, tingkat populasi berkelanjutan jangka panjang, jika kita ingin memastikan kondisi kehidupan yang stabil dan menghormati batas-batas ekologis, hanya sekitar 2,5 miliar orang.
Namun, tidak semua ilmuwan setuju dengan angka ini.
Studi lain menunjukkan bahwa Bumi dapat mendukung populasi yang lebih tinggi, tergantung pada teknologi dan bagaimana sumber daya dikelola.
Para penulis juga menekankan bahwa penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menganjurkan tindakan pengendalian populasi yang ekstrem, melainkan untuk mengubah cara manusia menggunakan lahan, air, energi, dan material.
Kelompok tersebut menyimpulkan bahwa keputusan yang dibuat dalam beberapa dekade mendatang akan sangat penting bagi masa depan umat manusia dan ekosistem global.
Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Environmental Research Letters. (*)
Tags : populasi, populasi dunia, Bumi,