Bisnis   2026/03/27 18:39 WIB

Chandra Asri Group Milik Taipan Prajogo Pangestu Siap Dukung CA-EDC di Cilegon di 2026

Chandra Asri Group Milik Taipan Prajogo Pangestu Siap Dukung CA-EDC di Cilegon di 2026
Prajogo Pangestu

JAKARTA - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), bagian dari Chandra Asri Group milik taipan Prajogo Pangestu, membukukan laba bersih sebesar US$127,8 juta sepanjang 2025, meroket 281,7% secara tahunan.

Melonjaknya laba bersih Perseroan ditopang oleh pendapatan yang tercatat mengalami kenaikan 44,8% menjadi US$148 juta periode Januari-Desember 2025.

Segmen energi masih menjadi kontributor utama pendapatan hingga 71%, atau sebesar US$105,8 juta, sedangkan segmen logistik mendorong pertumbuhan kinerja dengan kenaikan hingga 7 kali lipat, atau sebesar US$36,6 juta.

"Didukung oleh penambahan kapal baru serta ekspansi ke layanan logistik darat dan pergudangan," ujar manajemen CDIA dalam siaran resminya, Rabu (25/3).

Di logistik darat, Perseroan mengakuisisi PT Barito Investa Prima (kini PT Chandra Investa Prima) pada kuartal I 2025. CDIA juga membangun kapabilitas cold chain dan menambah 50 truk untuk memperluas cakupan layanan.

Tak hanya itu, CDIA juga dilaporkan telah mengakuisisi 51.128 m² lahan milik PT Panca Puri Perkasa untuk melebarkan sayapnya ke bisnis pergudangan.

Sementara itu, di segmen logistik maritim, CDIA melanjutkan pembangunan dua kapal kimia berkapasitas 9.000 DWT dan meningkatkan kepemilikan di CSI dan MIM hingga 99,99%.

Direktur CDIA Jonathan Kandinata menyebutkan tahun 2025 sebagai "tonggak transformatif" seiring CDIA yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), sambil tetap mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid.

Ke depannya, CDIA berencana untuk menambah 1 kapal, sehingga menjadikan total armada sebanyak 15 unit kapal pada 2026, serta menambah skala usaha logistik darat.

CDIA juga menargetkan tambahan kapasitas listrik 140 MW dari segmen energi, sembari melancarkan ekspansi skala infastruktur di Cilegon, salah satunya untuk mendukung operasional pabrik CA-EDC milik induknya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Dengan portofolio terdiversifikasi yang mencakup energi, air, kepelabuhanan & penyimpanan, serta logistik, CDIA menyatakan siap mengawali 2026 dengan momentum untuk mengembangkan ekosistem terintegrasinya.

Sepanjang tahun 2025, CDIA memperkuat basis permodalan dan akses pendanaan melalui berbagai sumber terdiversifikasi, termasuk pinjaman jumbo dari Bangkok Bank senilai US$100 juta.

Hal ini membuat liabilitas Perseroan membengkak hingga 85,1% menjadi US$607,9 juta, mendorong aset bertumbuh 61,4% menjadi US$1,7 miliar per akhir 2025, yang juga disumbang pertumbuhan ekuitas hingga 51%.

CDIA mengklaim memiliki liquidity pool sebesar US$803,3 juta per 31 Desember 2025, yang dinilai dapat memperkuat fleksibilitas finansial untuk mendukung ekspansi di seluruh pilar infrastruktur.

Tak hanya memperkuat modal, Perseroan juga mempertahankan nilai bagi pemegang saham dengan menetapkan dan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar US$10 juta.

"Berlandaskan fondasi yang telah dibangun pada FY2025, kami tetap fokus pada ekspansi disiplin, keunggulan operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.” tutup Jonathan Kandinata, Direktur CDIA. (*)

Tags : astra agro lestari, astra group, prajogo pangestu, chandra asri group, dukung CA-EDC di Cilegon di 2026, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), Prajogo Pangestu, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN),