Linkungan   2026/01/07 11:22 WIB

Cuaca Riau Didominasi Berawan yang Masih Berpotensi Hujan dan Nihil Titik Panas

Cuaca Riau Didominasi Berawan yang Masih Berpotensi Hujan dan Nihil Titik Panas

PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengingatkan masyarakat Riau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang yang berpeluang terjadi sepanjang hari ini, Rabu (7/1/2026), di sejumlah wilayah.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir menjelaskan, kondisi cuaca Riau secara umum didominasi udara kabur hingga cerah berawan sejak pagi, namun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi turun secara bertahap di berbagai daerah.

“Pada pagi hari, cuaca di Riau umumnya udara kabur hingga cerah berawan. Namun hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Pelalawan,” kata Yasir.

Memasuki siang hingga sore, kondisi cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang diperkirakan mengguyur sebagian besar wilayah Provinsi Riau.

Sementara pada sore hingga malam hari, hujan dengan intensitas serupa berpotensi meluas, khususnya di Kabupaten Rohul, Pelalawan, Bengkalis, Siak, Kampar, Kuansing, Inhil, serta Inhu.

“Potensi hujan masih berlanjut hingga malam hari di sejumlah kabupaten, sehingga masyarakat diminta tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.

Pada dini hari, cuaca kembali didominasi udara kabur hingga cerah berawan. Namun hujan ringan masih berpeluang terjadi di wilayah Rohul, Inhu, Kuansing, Kampar, Bengkalis, dan Siak.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di Kabupaten Rohul, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Kuansing, Siak, Inhu, serta Kota Pekanbaru.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem,” pungkasnya.

BMKG juga merilis hasil pantauan terbaru yang menunjukkan sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera masih terdeteksi pada sejumlah wilayah.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Provinsi Riau yang tercatat bebas hotspot pada hari ini, Rabu (7/1/2026).

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat 52 titik panas yang terpantau di wilayah Sumatera berdasarkan data satelit pemantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Total hotspot di Sumatera hari ini terdeteksi sebanyak 52 titik. Untuk Provinsi Riau, nihil atau tidak ditemukan titik panas,” ujarnya.

Berdasarkan rincian BMKG, sebaran hotspot tersebut tersebar di beberapa provinsi, dengan jumlah terbanyak berada di Sumatera Barat sebanyak 21 titik, disusul Bengkulu 13 titik, Jambi 7 titik, Sumatera Selatan 4 titik, Sumatera Utara 4 titik, serta Aceh 3 titik.

Kondisi nihil hotspot di Riau dinilai sebagai sinyal positif terhadap upaya pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah Sumatera.

BMKG tetap mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“Pemantauan hotspot dilakukan secara rutin. Jika ditemukan peningkatan signifikan, kami akan segera menyampaikan peringatan dini kepada pihak terkait,” pungkasnya.

BMKG menegaskan bahwa informasi hotspot menjadi salah satu indikator awal potensi karhutla, sehingga respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan guna mencegah meluasnya kebakaran. (*)

Tags : cuaca, riau, cuaca didominasi berawan, riau berpotensi hujan, titik panas di riau nihil,