Nusantara   2025/12/28 12:3 WIB

Danantara Siapkan15.000 Unit Bangunan Hunian Sementara untuk Korban Bencana Sumatera

Danantara Siapkan15.000 Unit Bangunan Hunian Sementara untuk Korban Bencana Sumatera
Bangunan Hunian Sementara

JAKARTA - Melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), pemerintah menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) hingga 15.000 unit di wilayah terdampak bencana, khususnya Aceh dan Sumut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 500 unit ditargetkan sudah siap huni pada awal 2026.

Berbeda dari pendekatan darurat semata, pembangunan huntara ini dirancang sebagai bagian dari strategi pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Danantara menggandeng berbagai entitas BUMN, mulai dari penyedia lahan, pembiayaan, hingga pelaksana konstruksi di lapangan.

Mengacu pada unggahan resmi akun @danantara.indonesia, proyek 500 unit huntara dibangun di atas lahan milik PTPN III.

Skema pembiayaan melibatkan himpunan bank milik negara (Himbara) serta PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI). Sementara itu, pengerjaan fisik dilakukan tujuh BUMN Karya.

“500 unit ditargetkan rampung hingga akhir Desember dan siap dihuni awal 2026. Karena pemulihan bukan hanya membangun kembali, tetapi juga menumbuhkan harapan untuk melangkah ke depan,” tulis akun resmi @danantara.indonesia.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria terlihat meninjau salah satu wilayah terdampak di Aceh Tamiang.

Dalam kunjungan itu, ia menegaskan, pembangunan huntara menjadi prioritas utama Danantara dalam fase pemulihan.

“Rencana pembangunan huntara ini merupakan fokus Danantara Indonesia. Saat ini, selain kebutuhan makanan, air bersih, dan pakaian, kami juga membantu penyediaan fasilitas umum seperti puskesmas dan rumah sakit. Selain huntara, kami juga fokus dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat yang lain,” ujar Dony.

Menurut Dony, pembangunan huntara dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Aspek keselamatan, kelayakan huni, serta kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat setempat menjadi pertimbangan utama dalam setiap tahapan pembangunan.

Tidak hanya pada sektor hunian, Danantara juga memperkuat dukungan kemanusiaan dengan mengerahkan 1.066 relawan serta 109 armada truk logistik ke berbagai wilayah terdampak bencana.

Aceh menjadi salah satu prioritas awal penyaluran bantuan, seiring tingginya kebutuhan masyarakat di fase tanggap darurat dan transisi pemulihan.

“Danantara Indonesia dan BP BUMN hadir untuk mendampingi warga yang terdampak, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, serta membantu masyarakat menjalani proses pemulihan secara bertahap,” tukas Dony.

Langkah ini menegaskan peran strategis BUMN bukan hanya sebagai motor ekonomi nasional, tetapi juga sebagai pilar solidaritas negara dalam menghadapi krisis kemanusiaan dan bencana alam. (*)

Tags : hunian sementara, korban banjir dan longsor, 15.000 unit bangunan hunian sementara, korban bencana sumatera,