SUMATERA BARAT - Satu destinasi wisata kembali muncul di Kabupaten Agam, persisnya di Jorong XII Kampung, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang hadir ditengah perladangan sawah cukup sederhaan.
Namanya objek wisata Dangau Pesawangan, wisatawan tengah menggandrungi objek ini di Kaba Bukittinggi.
Pengelola Khairul Insan mengatakan, wisatawan berdatangan sejak seminggu terakhir.
Wisatawan kebanyakan datang dari sekitaran Agam, Bukittinggi, Padang bahkan ada dari Pekanbaru. Objek ini sangat cocok jadi tujuan wisata keluarga.
“Saya terinsipirasi dari Jogja. Di sana, sawah banyak menjadi objek wisata. Jadi saya mengembangkan ini,” ucap Khairul. belum lama ini.
Wisata Dangau Pesawangan, dahulunya merupakan areal persawahan dan kebun bawang.
Kawasan ini terletak di kaki Gunung Marapi serta baru dibangun sejak 2 bulan silam.
Luasnya sekitar 0,5 hektare dengan topografi memanjang dan diapit persawahan warga. Keunggulannya, adalah view yang sangat indah.
Kita bisa memandang lepas hingga ke arah Kamang maupun Kota Bukittinggi. Jika cuaca baik, Gunung Marapi dan Singgalang pun bisa dipandang.
Khairul, mendirikan beberapa fasilitas penunjang seperti menara pandang, gapura, kebun bunga dan saung-saung.
Ia menata sedemikian rupa.
“Semua bahan ini berasal dari bambu, kita upayakan sealami mungkin dengan memanfaatkan bahan tradisional,” sambung Khairul.
Ke depan, Khairul akan terus memperbaharui kawasan ini hingga betul-betul siap menjadi destinasi wisata andalan.
Untuk menuju lokasi, cukup mudah. Kendaraan roda dua atau empat bisa mencapai lokasi. Dari arah Bukittinggi kita harus terlebih dahulu menuju Simpang Koto Ambalau. Sampai, disana belok kanan sejauh 100 meter.
Tarif masuk, tergolong murah. 5000 rupiah untuk dewasa, dan 3000 untuk anak-anak. Jangan khawatir, kawasan ini punya parkir yang cukup memadai, berikut fasilitas seperti warung, toilet dan mushola. (rp.den/*)
Tags : agam, agrowisata, canduang, dangau pasawangan, destinasi, sumatera barat, destinasi wisata nagari canduang koto laweh, destinasi wisata ditengah sawah,