Headline Linkungan   2026/03/13 21:39 WIB

Dewan Ingatkan Penanganan Karhutla Tetap Siaga Hingga Idul Fitri, 'karena Sudah Menyala di Wilayah Rawan Terbakar'

Dewan Ingatkan Penanganan Karhutla Tetap Siaga Hingga Idul Fitri, 'karena Sudah Menyala di Wilayah Rawan Terbakar'

PEKANBARU - Anggota Komisi IV DPRD Riau, Suyadi, mengingatkan agar upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau tetap berjalan optimal meskipun memasuki masa libur Idul Fitri.

"Karhutla sudah menyala di wilayah daerah yang rawan."

“Jangan sampai momen libur Lebaran membuat penanganan karhutla menjadi kendor. Apalagi saat ini suhu udara semakin panas dan titik panas juga terus bertambah,” kata Suyadi, Kamis (12/3).

Peringatan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca panas yang mulai meningkat dan berpotensi memicu munculnya titik panas di sejumlah wilayah di Riau.

Menurut Suyadi, periode libur Lebaran kerap membuat tingkat kewaspadaan menurun, padahal potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi.

Ia menegaskan seluruh pihak yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla harus tetap berada dalam kondisi siaga penuh guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran yang lebih besar.

Suyadi menilai langkah pencegahan harus tetap dijalankan secara maksimal, meskipun sebagian masyarakat sedang merayakan libur Idul Fitri.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan semakin sulit dikendalikan, terlebih pada saat sebagian petugas juga menjalani masa libur.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Satgas Karhutla yang terus melakukan berbagai langkah pencegahan, di antaranya melalui patroli udara menggunakan helikopter serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Langkah-langkah ini patut kita apresiasi, termasuk upaya pencegahan yang dilakukan di tingkat kabupaten dan kota. Namun saya berharap kewaspadaan tetap dijaga dan jangan sampai kendor saat libur Lebaran,” tegasnya.

Smentara aktivitas titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera kembali meningkat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat total 516 hotspot terdeteksi di Pulau Sumatera pada Jumat (13/3/2026), dengan Provinsi Riau menyumbang jumlah tertinggi mencapai 244 titik.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengatakan, kondisi cuaca yang relatif kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama di sejumlah wilayah yang menjadi kantong hotspot.

“Total titik panas di wilayah Sumatera hari ini mencapai 516 titik. Provinsi Riau mendominasi dengan 244 titik yang tersebar di beberapa kabupaten,” katanya.

Berdasarkan pemantauan satelit, titik panas tersebar di sejumlah provinsi di Sumatera, antara lain, Aceh 36 titik, Bengkulu 1 titik, Sumatera Utara 11 titik, dan Sumatera Barat 28 titik.

Kemudian, Jambi 66 titik, Kepulauan Riau 44 titik, Bangka Belitung 29 titik, Sumatera Selatan 56 titik, Lampung 1 titik, Riau 244 titik.

Di Provinsi Riau, hotspot tersebar di beberapa kabupaten dengan konsentrasi tertinggi berada di wilayah pesisir dan kawasan lahan gambut.

Rinciannya meliputi, Rokan Hulu 2 titik, Rokan Hilir 10 titik, Bengkalis 33 titik, Kampar 18 titik, Siak 5 titik, Pelalawan 106 titik, Kuantan Singingi 3 titik, Indragiri Hulu 7 titik, Indragiri Hilir 59 titik dan Kepulauan Meranti 1 titik.

Data tersebut menunjukkan Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, diikuti Indragiri Hilir dan Bengkalis.

BMKG menilai kondisi cuaca pada hari ini cenderung minim hujan sehingga berpotensi membuat lahan semakin kering dan mudah terbakar.

“Potensi hujan yang relatif sedikit hari ini dapat menyebabkan lahan menjadi lebih kering,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memiliki riwayat kebakaran lahan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membasahi lahan di pekarangan agar tidak berdebu serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu karhutla,” pungkasnya.

Upaya pencegahan dini dinilai penting dilakukan, terutama menjelang periode cuaca yang lebih kering di sejumlah wilayah Sumatera. (*)

Tags : kbakaan hutan dan lahan, karhutla, dewan ingatkan tetap siaga dalam penanganan karhutla, kahutla di riau, kahutla menyala di daerah-daerah rawan,