PEKANBARU – Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zakri Fajar Triyanto, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk lebih serius menertibkan keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) menjelang Idulfitri.
"Jelang lebaran gepeng banyak di Pekanbaru."
“Gepeng ini termasuk pekat yang harus ditangani secara serius. Tidak bisa hanya sekadar penertiban sesaat. Pemerintah perlu menyiapkan program pembinaan dan pemberdayaan agar mereka tidak kembali turun ke jalan,” kata Zakri Fajar Triyanto, Minggu (8/3).
Ia menilai hingga saat ini masih banyak gepeng yang beraktivitas di sejumlah persimpangan jalan, terutama di lampu merah.
Beberapa titik yang menjadi sorotan antara lain simpang SKA, simpang Soekarno Hatta–Arifin Ahmad, simpang Arengka, serta sejumlah persimpangan lainnya.
Menurut Zakri, keberadaan gepeng merupakan bagian dari penyakit masyarakat (pekat) yang harus ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, berbagai modus dilakukan para gepeng di jalanan.
Selain berpura-pura membersihkan kaca kendaraan, ada pula yang membawa anak kecil, menjual tisu, hingga menggunakan berbagai cara lain untuk menarik simpati pengguna jalan.
Selain gepeng, Zakri juga menyoroti keberadaan “Pak Ogah” yang kerap meminta uang kepada pengendara saat membantu mengatur lalu lintas di sejumlah titik u-turn.
Menurutnya, jumlah gepeng biasanya meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan peluang mendapatkan uang dari belas kasihan pengguna jalan.
“Fenomena ini memang hampir selalu terjadi menjelang Lebaran,” katanya.
Karena itu, ia menyarankan agar penertiban tidak hanya dilakukan secara sporadis, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Khusus gepeng ini tidak bisa hanya sekali ditertibkan. Harus dilakukan secara kontinu. Jika perlu, siapkan mobil patroli yang berjaga pada jam-jam tertentu setiap hari,” ujarnya.
Zakri juga mendorong agar Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau turut membantu proses penertiban tersebut, mengingat Pekanbaru merupakan ibu kota provinsi.
Dengan penanganan yang lebih serius dan persuasif, ia berharap ketertiban umum serta kenyamanan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idulfitri dapat terjaga.
“Lakukan secara persuasif, tetapi juga dengan penanganan yang lebih baik. Harus ada perubahan dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (rp.elf/*)
Tags : gepeng, pengemis, dewan soroti maraknya gepeng, pekanbaru, News Kota,