Kesehatan   2026/08/27 7:56 WIB

Dinkes Riau Petakan Kelompok Rentan Kabut Asap yang Sudah 1.948 Orang Terkena Kasus ISPA

Dinkes Riau Petakan Kelompok Rentan Kabut Asap yang Sudah 1.948 Orang Terkena Kasus ISPA

PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan Provinsi Riau (Dinkes Riau) memperkuat koordinasi untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut dilakukan dengan memantau perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota, serta memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan di wilayah terdampak.

Kepala Dinkes Riau, Zulkifli, mengatakan koordinasi dengan sejumlah daerah terus dilakukan, termasuk dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan.

Salah satu fokus utama adalah memetakan ibu hamil, bayi dan kelompok rentan yang terdampak kabut asap agar mendapatkan dukungan kesehatan dan asupan tambahan.

“Kami sudah kontak dengan Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan untuk memetakan ibu hamil, bayi dan kelompok rentan yang terdampak kabut asap. Kami akan support asupan makanan tambahan dan vitamin,” kata Zulkifli, Selasa (25/8).

Berdasarkan pemantauan Dinkes Riau, tercatat 445 kasus ISPA di empat kabupaten/kota selama periode 19-22 Agustus 2026.

Rinciannya, sebanyak 211 kasus pada 19 Agustus, 71 kasus pada 20 Agustus, 108 kasus pada 21 Agustus dan 55 kasus pada 22 Agustus.

Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah kasus cukup tinggi, yakni 97 kasus pada 19 Agustus, 20 kasus pada 20 Agustus, 47 kasus pada 21 Agustus dan 13 kasus pada 22 Agustus.

Sementara itu, Kampar mencatat 48 kasus pada 19 Agustus, empat kasus pada 20 Agustus, enam kasus pada 21 Agustus dan tiga kasus pada 22 Agustus.

Di Pelalawan tercatat 44 kasus pada 19 Agustus, 26 kasus pada 20 Agustus dan 36 kasus pada 21 Agustus. Sedangkan Siak mencatat 22 kasus pada 19 Agustus.

Secara kumulatif, berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 21 Agustus 2026, terdapat 1.948 kasus ISPA di Riau. Selain itu, tercatat 43 kasus asma, 36 kasus iritasi kulit dan 16 kasus konjungtivitis.

Meski angka tersebut menjadi perhatian, Zulkifli menyebut perkembangan kasus ISPA belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Dinkes Riau tetap mengedepankan langkah pencegahan untuk menghindari paparan asap yang dapat memicu gangguan kesehatan lebih serius.

“Alhamdulillah, kasus ISPA ini dapat teratasi. Agar tidak terjadi peningkatan kasus, kami terus mengedepankan langkah preventif dengan imbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar,” imbaunya.

Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan juga diperkuat. Dinkes Riau memastikan puskesmas telah diminta menyiagakan tim layanan kegawatdaruratan sekaligus memastikan ketersediaan oksigen bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan.

“Di Puskesmas sudah ada tim layanan emergency. Oksigen juga sudah disiapkan dan distandby-kan sebagai pertolongan pertama bagi pasien yang mengalami sesak napas,” kata Zulkifli.

Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan, masyarakat juga diminta memperhatikan kualitas udara di dalam rumah.

Ventilasi atau bukaan yang memungkinkan asap masuk sebaiknya dikurangi ketika kondisi kabut asap semakin pekat.

Kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan diminta meningkatkan kewaspadaan.

Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker, menjaga asupan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi tubuh.

"Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, mata perih atau mual," imbaunya.

Dinkes Riau bersama dinas kesehatan kabupaten/kota dan fasilitas pelayanan kesehatan akan terus memantau kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

Penguatan koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius. (*)

Tags : kabut asap, kelompok rentan kabut asap, kasus ispa, infeksi saluran pernapasan akut, dinkes petakan kelompok rentan kabut asap,