PEKANBARU - Penetapan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau langsung direspons cepat oleh Diskes Riau.
Fokus utama bukan hanya pada pengendalian dampak, tetapi memastikan sistem layanan kesehatan benar-benar siap menghadapi lonjakan gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Langkah awal yang ditempuh adalah konsolidasi menyeluruh dengan dinas kesehatan kabupaten/kota.
Kadiskes Riau, Zulkifli menegaskan, seluruh daerah diminta mengaktifkan tim krisis serta menyiagakan Emergency Medical Team (EMT) guna merespons kondisi darurat di lapangan.
“Karena status darurat Karhutla sudah ditetapkan, kami ingin memastikan ketersediaan APD, masker, hingga oksigen konsentrat di seluruh daerah mencukupi. Jangan sampai ada daerah terdampak yang kekurangan stok saat terjadi penurunan kualitas udara,” ujar Zulkifli, Selasa (17/2/2026).
Tim Krisis Provinsi kini melakukan pemantauan intensif terhadap wilayah yang mulai terdampak titik api.
Pendataan difokuskan pada kesiapan fasilitas kesehatan, stok Alat Pelindung Diri (APD), masker medis, tabung oksigen, hingga oksigen konsentrat untuk mengantisipasi lonjakan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Distribusi logistik kesehatan disiapkan dengan skema percepatan jika kualitas udara memburuk dalam waktu singkat.
Strategi ini dinilai penting mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ketika kabut asap berdampak signifikan terhadap kelompok rentan.
Diskes memberi perhatian khusus kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit paru kronis.
Masyarakat dalam kategori ini diminta membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum stabil.
Zulkifli juga menekankan pentingnya penggunaan masker berstandar medis atau tipe N95 bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
“Gunakan masker yang sesuai standar medis. Jika kualitas udara memburuk, sebaiknya kurangi aktivitas luar ruangan dan tutup ventilasi rumah untuk menjaga udara tetap bersih,” tegasnya.
Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, iritasi mata, sakit tenggorokan, pusing, hingga mual.
Selain itu, warga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih guna membantu mengurangi dampak iritasi saluran pernapasan akibat polutan udara.
Di sektor pendidikan dan perkantoran, penyesuaian kegiatan luar ruangan juga menjadi perhatian. Instansi terkait diminta menyesuaikan agenda dengan kondisi kualitas udara terkini demi menekan risiko paparan asap.
Diskes Riau menegaskan, kesiapsiagaan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam mencegah kebakaran lahan sekaligus menjaga kesehatan pribadi selama masa siaga darurat. (*)
Tags : Infeksi Saluran Pernapasan Akut, ISPA, Dinkes Riau Perkuat Layanan Kesehatan, ISPA Mengancam,