BATAK adalah salah satu budaya yang menjadi satu budaya di Indonesia dalam Bhineka Tunggal Ika.
“Ketika setiap orang mempunyai visi misi di dalam hidupnya, dan saya adalah salah satu orang yang beruntung itu!,” kata Johannes Kennedy Aritonang, pemilik sekaligus bos (CEO) Panbil Group Batam dan Karimun pada kawasan Industri dan pusat perbelanjaan Panbil, juga pemilik hotel, apartemen Best Western Panbil.
Pemilik Panbil Group dan Yayasan Yonkenedia ini mengaku bangga menjadi orang Batak Bangsa Indonesia dengan keanekaragaman budaya.
Menurutnya, ketika kekuatan untuk bersatu padu itu muncul, maka kelemahan yang ada itu tidak akan terlihat karena kekuatan tersebut (sebagaiorang batak) akan menutupi kelemahan itu.
Semoga budaya batak yaitu makna ulos yang memang paling utama dalam setiap kegiatan masyarakat Batak dapat memperkenalkan kepada bangsa Indonesia juga kepada dunia bahwa budaya / tradisi yang sudah diberikan
"Oleh nenek moyang kita secara turun temurun tidak pernah lekang oleh waktu dan tak akan pernah usang, juga tak dapat digantikan oleh teknologi yang selalu up to date."
"Malahan hidup dengan berlandaskan budaya adalah cara kita menjaga hidup agar selalu tetap menjadi manusia dengan citra dan identitas yang jelas," katanya.
Menjadi orang Batak itu, menurutnya membanggakan karena identitas kuat lewat marga, semangat kekeluargaan yang erat, budaya kaya tradisi (seperti Ulos dan adat), serta nilai-nilai positif seperti pentingnya pendidikan tinggi (Hamoraon) dan etos kerja keras untuk mencapai kesuksesan di perantauan, yang semua itu memperkuat karakter dan martabat diri serta bangsa.
Peran seorang pengusaha seperti (Johannes Kennedy Aritonang) sebagai orang Batak sangat dibutuhkan demi mendorong kemajuan perekonomian sebuah bangsa melalui perusahaannya Panbil Group.
Perusahaan (Panbil Group) yang dipimpinnya, bisa menyerap banyak tenaga kerja produktif untuk menghindari pengangguran, mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakyat.
Selain itu tentu berperan mendorong inovasi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
Rasa-rasannya dengan kesadaran inilah Johannes Kennedy Aritonang, 63 Tahun, memilih jadi pengusaha, untuk memberi dampak pada kemaslahatan.
Pengusaha orang Batak (menasional) di Batam hanya hitungan jari.
Johannes Kennedy Aritonang tergolong perantau generasi awal orang Batak ke palau Batam. Dia masih merasakan sulitnya awal hidup di Kota Batam, dengan modal tekad, semangat dan doa orang tua, berjuang habis-habisan, ketekunan, kegigihan dan ketabahan berjuang memulai usahanya dari nol dimulai dari kesadaran pilihan jadi pengusaha.
Tahun 1983 datang ke Batam, mengerjakan banyak hal sebelum kemudian memiliki modal berusaha. Perjalanan usahawan berawal dari seorang pekerja kontraktor, berlahan namun pasti dia banyak membangun relasi dan kemudian belajar mengembangkan sayap usahanya.
Kini dikenal sebagai pengusaha nasional melalui PT Panbil Utilitas miliknya menjadi investor utama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh.
Setelah berhasil membesarkan group usaha di Batam, kini dirinya berinvestasi di Bona Pasogit, terbaru di Samosir, dengan investasi perumahan Pangururan Baru di Parbaba Dolok, Peluang investasi penginapan dengan pemandangan di Tuktuk View, Peluang investasi di Aek Natonang, Peluang investasi di Lagundi Onan Runggu.
Ketua Aritonang (Partogabe) Se-Dunia ini menyadari bahwa Negara-negara maju itu kuat akar budayanya.
Johannes Kennedy Aritonang bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan
Dia pun punya pemikiran bahwa ekonomi berpengaruh terhadap budaya yang berkembang disuatu daerah.
Baginya, sinergi antara budaya dan ekonomi merupakan kombinasi yang kuat yang mendorong kemajuan masyarakat dan ekonomi.
Budaya dan etika bisnis, menurutnya, memiliki hubungan yang sangat erat dan tak bisa dipisahkan.
Budaya memiliki pengaruh besar terhadap etika dan penerapannya dalam lingkungan bisnis, bahwa hubungan budaya dan etika bisnis, dan nilai-nilai moral yang harus dipegang teguh dalam menjalankan bisnis, seperti kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sosial.
"Tentu juga membangun relasi yang baik."
Dia adalah pendiri dan pembina Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABTU), dan pembina Bangso Batak Marsada (BBM) Kota Batam.
Sebagai seorang entrepreneur, wirausaha yang berhasil, dia menganut satu pemikiran investasi penting adalah membangun relasi.
Baginya orang-orang yang berhasil itu karena berjejaring. Jejaringnya kuat. “Jadi investasi kan waktumu kepada teman-teman yang positif. Jangan bergaul dengan orang yang kacau-kacau,” sarannya dalam membangun usaha.
Saat diwawancarai RCTI Kepri, tanggal 22 Januari 2019, sesaat melaunching Karimun Goldcast di Coastal Area Tanjungbalai Karimun, Komisaris Utama Panbil Group, dia optimis pengembangan Kota Baru Karimun dapat mengembangkan investasi di Kota Batam.
Sebagai seorang pengusaha dia tentu memberi perhatian sosial, baik di gereja, marga dan masyarakat Kota Batam.
Sebagai seorang ayah, dia juga tak lupa memberi bekal pendidikan yang bagus bagi putera dan puterinya, Patrick Lionel Nathan Aritonang dan Maria Isadora Aritonang mengasuh mereka dengan kasih dan tuntunan ajaran-ajaran Kristiani dan etika dan filosofi budaya Batak.
Patrick Lionel Nathan Aritonang misalnya telah dia duplikasi kemampuan entrepreneurnya ke anak-anak terutama puteranya.
Kini di tangan Patrick, generasi kedua usaha Aritonang ini juga terus dikembangkan. Patrick menjabat sebagai Chief Operating Officer.
Perannya sebagai pegusaha di Batam tak boleh dianggap sebelah mata. Itu sebabnya dia didualat sebagai Penasehat Ekonomi Gubernur Kepri.
Sebagai pemilik Hotel Best Western Premier (BWP) Panbil Batam dia berhasil meraih empat penghargaan (Award) di bidang pelayanan terbaik, pertumbuhan dan pendapatan terbaik selama 2018.
Penghargaan itu antara lain, The Best Growth Occupancy 2018 dan The Best Growth Revpar and Revenue atau Pertumbuhan dan Pendapatan Terbaik 2018.
Kemudian, BWP juga menduduki peringkat di Top Ten Best of Best Western Property in ASIA based on Guest Satisfactory Survey (Medallia), dan meraih Guest Review Award versi travel agen Booking.com dengan capaian point 8.8.
Sebagai pengusaha dia sadar percapaian tersebut tentu karena stakeholder atau seluruh tim, staf karyawan yang berkerja sama dengan baik.
“Pencapaian ini tak berjalan sendiri, melainkan atas kerjasama tim,” ujarnya.
Dia juga tak pelit ilmu. Bahkan kerap diundang di seminar gereja, untuk membagikan kiat keberhasilannya dalam bisnis.
Menurutnya, bahwa orang yang berhasil itu adalah orang yang gigih berjuang.
Dia buktikan, dirinya bukan hanya berjuang untuk sukses usahanya tetapi memperjuangkan agar ekonomi Batam bisa bangkit dan maju.
Salah satunya dia mendirikan PT. Free The Sea secara resmi diluncurkan pada tanggal 9 Maret, 2023 menandai tonggak penting dalam misinya untuk menciptakan masa depan yang regeneratif dengan pembukaan Pabrik Daur Ulang Free The Sea, yang merupakan anak perusahaan dari PT WIK Far East asal Jerman yang berlokasi di Kawasan Industri Panbil, Muka Kuning, Batam.
Grand Launching PT Free The Sea ditandai dengan pemotongan pita oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, bersama dengan Mr. Markus Steckhan, Chief Strategy Officer of WIK Group dan Johanes Kennedy, Chairman Panbil Group. Dalam sambutannya, Luhut Binsar Pandjaitan berbicara tentang tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi kebocoran sampah plastik ke lautan dan perlunya solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini.
Group usahanya tergabung di Panbil Group, bisnis utamanya adalah pengembangan proyek, terdiri dari 200 hektar lahan utama di Batamisland.
Ini adalah canggih, konsep kota industri yang sepenuhnya terintegrasi dan mandiri yang dibuat khusus untuk memungkinkan investor membuat sebagian besar investasi mereka di Batam, Indonesia.
Panbil Group telah berkembang pesat ke portofolio yang beragam yang mencakup properti perumahan mewah, properti komersial, pariwisata, produksi utilitas, bahan bangunan dan konstruksi, dan produksi dan manajemen sumber daya mentah.
Chairman of Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang menerima kunjungan dari H.E. Singapore Ambassador to the Republic of Indonesia, Mr. Kwok Fook Seng dalam kunjungan bisnisnya ke Panbil Group, Senin, 18 Maret 2024 lalu
Kunjungan bisnis yang bertujuan untuk memberikan update informasi terbaru mengenai perkembangan kawasan Panbil, khususnya Panbil Tanjung Sauh ini berlangsung pukul 12.30 hingga 13.00 WIB, serta dihadiri oleh Mr. Kwok Fook Seng & Delegates from Ministry of Foreign Affairs Headquarters.
Perusahaan dibangun dengan tujuan untuk menjadi mitra bagi investor yang berusaha memaksimalkan daya saing global dan pengembalian investasi.
Perusahaan dengan misi, berkomitmen untuk menyediakan fasilitas manufaktur kelas dunia, infrastruktur yang sangat baik dan layanan dukungan yang sepenuhnya terintegrasi kepada para investor.
Perusahaan ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang dinamis dan dinamis di mana orang dan perusahaan dapat tumbuh dan berkembang bersama. (Diolah dari berbagai sumber)
Tags : pt panbil group, johannes kennedy aritonang, puterabatak, diperantauan sukses, johannes kennedy aritonang orang batak bangga dan beruntung,