PEKANBARU – Ancaman paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengambil langkah darurat.
Mulai Jumat 16 Oktober 2026 hingga Sabtu 17 Oktober 2026, seluruh kegiatan belajar mengajar tatap muka di jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP sederajat resmi dialihkan ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.
Kebijakan mendadak ini tertuang dalam Surat Edaran Disdik Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/44/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran di Kota Pekanbaru yang ditetapkan pada Kamis 15 Oktober 2026.
Langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan penurunan kualitas udara Pekanbaru serta mengacu pada Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 20 Tahun 2026 terkait penyelenggaraan layanan pendidikan di daerah terdampak asap.
Langkah penghentian aktivitas sekolah di luar ruang ini memicu perhatian terkait perlindungan kesehatan fisik siswa di tengah paparan polusi asap, sekaligus kesiapan infrastruktur digital sekolah.
Plt Kadisdik Kota Pekanbaru, DR H Abdul Jamal MPd menegaskan, keselamatan serta kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama pemerintah daerah saat kondisi udara memburuk.
"Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)/Daring kembali dilaksanakan selama 2 hari, Jumat sampai dengan Sabtu tanggal 16-17 Oktober 2026," tegas Abdul Jamal dalam edaran resminya.
Tidak hanya sekolah negeri di bawah naungan Disdik, instruksi penyesuaian ini juga ditujukan kepada madrasah dan satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama maupun lembaga lainnya.
Pengelola sekolah diminta terus memantau indeks kualitas udara secara berkala agar keselamatan anak-anak tetap terjaga.
Di sisi lain, persoalan klasik ketimpangan akses teknologi juga menjadi sorotan kritis.
Menjawab potensi kendala jaringan dan listrik saat PJJ mendadak, Disdik menyiapkan skema alternatif agar hak belajar anak tidak terabaikan.
"Bagi sekolah yang terkendala akses listrik atau jaringan internet, pembelajaran dilaksanakan melalui modul pembelajaran penugasan berbasis rumah," lanjut instruksi dalam edaran tersebut.
Kebijakan PJJ dua hari ini menjadi penanda penting perlunya mitigasi bencana karhutla secara lintas sektor di Riau, sehingga dampak buruk terhadap sektor pendidikan dan kesehatan anak-anak sekolah dapat diminimalisasi sejak dini. (rp.sul/*)
Tags : dinas pendidikan, disdik, pekanbaru, perpanjang pjj, pembelajaran jarak jauh, kualitas udara tidak sehat, kabut asap karhutla,