AGAMA - Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi menyebutkan bahwa perang Iran dan Israel sejauh ini belum memberikan dampak terhadap penerbangan yang membawa jamaah umrah.
Dia berharap agar maskapai yang membawa jamaah umrah tidak membatalkan penerbangan umrah.
"Alhamdulillah sampai saaat ini belum terdengar anggota (travel umrah) dari Sapuhi yang penerbangannya dibatalkan," ujar Syam melalui pesannya, Sabtu (28/2/2025) malam.
Syam baru mendengar baru ada maskapai Scoot Airlines (maskapai Singapura) yang penerbangannya dibatalkan. Namun Syam berharap, agar maskapai lainnya tidak membatalkan penerbangan.
Karena, rute penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi relatif jauh dari zona perang. Yakni, Bahrain, Qatar, dan Abu Dhabi.
"Semoga tidak ada pembatalan," ujar Syam.
Maskapai Singapura dan Malaysia alihkan penerbangan
Sementara, enam penerbangan Singapore Airlines (SIA) dan Scoot Airlines (Dioperasikan oleh SIA) pada Sabtu (28/2/2026) dan Ahad (29/2/2026) dibatalkan ke Timur Tengah dibatalkan.
Ini setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang serangan terhadap Iran.
Dua penerbangan Scoot – TR596 (Singapura ke Jeddah) dan TR597 (Jeddah ke Singapura) – pada Sabtu juga dibatalkan.
SIA sangat menyarankan pelanggan untuk memperbarui detail kontak mereka melalui fitur “Manage Booking” di situs web SIA dan Scoot, atau berlangganan layanan notifikasi seluler untuk menerima pembaruan penerbangan.
“Kami akan terus memantau situasi di Timur Tengah dengan saksama dan akan menyesuaikan rute penerbangan sesuai kebutuhan,” tulis Maskapai tersebut seperti dikutip dari Business Times, Sabtu (28/2/2026).
Kedutaan Besar Singapura di Timur Tengah menyarankan warga Singapura di wilayah tersebut untuk berhati-hati dan terus mengikuti perkembangan regional di tengah meningkatnya konflik Iran-Israel.
SIA mengatakan empat penerbangannya telah dibatalkan pada kedua hari tersebut: SQ494 (Singapura ke Dubai) dan SQ495 (Dubai ke Singapura).
Serangan terhadap Iran pada Sabtu menyeret Timur Tengah ke dalam konflik baru. Kondisi ini, menurut Presiden AS Donald Trump akan mengakhiri ancaman keamanan terhadap Amerika Serikat dan memberi rakyat Iran kesempatan untuk menggulingkan para pemimpin mereka.
Selain maskapai Singapura di atas, Kantor Berita Malaysia Bernama melaporkan bahwa dua penerbangan Malaysia Airlines yang menuju destinasi di Timur Tengah dari Kuala Lumpur dialihkan pada Sabtu setelah adanya pemberitahuan di tengah penerbangan mengenai peningkatan risiko wilayah udara.
Mengutip keterangan Malaysia Airlines, MH160 yang menuju Doha berbalik arah ke Kuala Lumpur, sementara MH156 yang menuju Jeddah dialihkan ke Chennai.
Kedua penerbangan tersebut kini telah kembali dengan selamat ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).
Pembatalan dan pengalihan ini dilakukan sesuai dengan protokol pengalihan wilayah konflik yang telah ditetapkan, demikian pernyataan maskapai tersebut pada Sabtu.
Pemeriksaan oleh The Straits Times di situs pelacakan penerbangan FlightAware menemukan bahwa MH156 lepas landas dari KLIA sekitar pukul 19.13 pada Jumat dan dialihkan di tengah perjalanan untuk mendarat di Chennai, India.
Penerbangan tersebut akhirnya kembali mendarat di KLIA sekitar pukul 08.47 pada Sabtu.
MH160 berangkat dari KLIA sekitar pukul 21.40 pada Jumat sebelum diputarbalikkan. Pesawat tersebut mendarat di KLIA sekitar pukul 03.36 pada Sabtu.
“Penumpang yang terdampak dibantu dengan pengaturan penerbangan alternatif dan akomodasi hotel, jika diperlukan,” kata maskapai tersebut.
Gangguan penerbangan Malaysia Airlines ini terjadi menjelang serangan pendahuluan yang dilaporkan dilancarkan Israel terhadap Iran pada Sabtu.
Sejumlah maskapai global lainnya juga membatalkan atau mengalihkan penerbangan di Timur Tengah, termasuk Emirates, Turkish Airlines, Lufthansa, dan KLM.
Peta penerbangan menunjukkan wilayah udara di atas Iran hampir kosong ketika Israel menyatakan telah menyerang Iran, dan militer AS memulai serangkaian serangan terhadap target di negara tersebut. Iran membalas dengan rentetan rudal.
Penerbangan Timur Tengah ditutup
Jamaah umrah Indonesia masih menanti kepastian jadwal kepulangan ke Indonesia. Sejumlah jamaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi masih menunggu kepastian jadwal kepulangan setelah sejumlah maskapai menghentikan sementara penerbangan menyusul serangan militer Amerika Serikat ke Iran.
Penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah membuat maskapai internasional membatalkan atau menunda jadwal penerbangan. Maskapai seperti Qatar Airways, Emirates, Etihad Airways, serta Turkish Airlines dilaporkan membatalkan sejumlah penerbangan menuju dan dari kawasan Timur Tengah, termasuk rute Jeddah dan Doha.
Salah satu jamaah umrah asal Indonesia, Natria Baskoro (37 tahun), yang saat ini berada di Madinah, mengatakan dirinya belum memperoleh informasi lanjutan terkait jadwal kepulangan ke Tanah Air. Ia sedianya dijadwalkan kembali ke Indonesia esok hari menggunakan Qatar Airways dengan transit di Doha.
“Di sini alhamdulillah aman, kondisi Madinah kondusif. Tapi saya seharusnya pulang besok, insya Allah. Sampai sekarang rombongan kami masih menunggu informasi lanjutan,” kata Natria, Sabtu (28/2/2026).
Menurut dia, meski situasi di Madinah relatif tenang, kabar mengenai eskalasi konflik di kawasan membuat sebagian jamaah merasa khawatir.
“Semoga tidak berdampak langsung ke Tanah Suci. Semoga semuanya dilindungi Allah SWT,” ujarnya.
Penutupan wilayah udara terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan operasi militer terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal oleh Teheran. Sejumlah negara Teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab mengambil langkah antisipatif dengan membatasi atau menutup sementara ruang udaranya demi alasan keamanan penerbangan.
Langkah tersebut berdampak pada operasional maskapai berbasis di kawasan, termasuk penerbangan transit yang menjadi jalur utama jamaah umroh Indonesia menuju dan dari Arab Saudi. Doha dan Dubai selama ini menjadi hub penting penerbangan internasional dari Jeddah dan Madinah.
Hingga kini, otoritas penerbangan di kawasan masih melakukan evaluasi situasi keamanan sebelum membuka kembali wilayah udara secara penuh. Jamaah diimbau terus memantau informasi resmi dari maskapai maupun biro perjalanan masing-masing terkait penjadwalan ulang penerbangan.
Nasib 58.000 Jemaah Umroh Tertahan di Arab Saudi
Sebanyak 58.000 jemaah umroh asal Indonesia kini tertahan di Arab Saudi setelah perang Iran Vs Amerika meletus sejak Sabtu (28/2/2026).
"58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi," kata Ichsan Marsha, Jubir Kementrian Haji dan Umroh, Senin (2/3/2026).
Perang menyebabkan sejumlah penerbangan ditutup.
Jalur udara mengkhawatirkan membuat maskapai penerbangan membatalkan penerbangan.
Untuk membantu para jemaah yang tertahan di Arab Saudi karena terdampak perang, Ichsan mengatakan pihaknya berupaya agar para jemaah ini bisa pulang.
"Berkaitan dengan skema, kita akan lakukan koordinnasi dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah dan juga otoritas penerbangan," katanya.
"Karena ini berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit," imbuhnya.
Pihaknya masih berupa opsi-opsi sesuai situasi di lapangan dan tentunya menitikberatkan pada keselamatan para jemaah.
Seperti opsi menggunakan mekanisme pengalihan rute penerbangan, penjadwalan ulang kepulangan atau yang lainnya.
Termasuk pula terus berkoordinasi dengan pihak di Arab Saudi memikirkan akomodasi jika para jemaah Indonesia ini tertahan cukup lama di Arab Saudi.
"Untuk pengawasan dari kita kepada jamaah juga telah membentuk tiga tim yang dihadirkan di Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal Haji di Jeddah untuk berkoordinasi dan memantau jamaah kita yang berada di tanah suci," katanya.
"Kita sudah melakukan pendataan, kita imbau akomodasi yang layak untuk jamaah. Sudah ada tim-tim yang membersamai jamaah kita di sana," ungkapnya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Selly Andriany Gantina, meminta pemerintah menyiapkan skema pemulangan untuk jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi.
Selly menyebut pemerintah wajib memberi perlindungan bagi jemaah umrah di Timur Tengah. (*)
Tags : umrah, iran, teheran, israel serang iran, as serang iran, maskapai penerbangan, umroh, jamaah, serangan as ke iran, israel serang iran, penutupan wilayah udara, operasi militer, amerika serikat serangan rudal iran, keamanan penerbangan maskapai, penerbangan, penerbangan internasional, evaluasi situasi keamanan, penjadwalan ulang penerbangan, qatar dan uni emirat arab, jamaah umrah indonesia,