INDRAGIRI HULU - Kegembiraan menyambut bulan Ramadhan 1447 Hijriyah di lingkungan perkebunan sawit penuh sukacita.
"Ramadhan dengan langit mendung."
"Warga di lingkungan perkebunan kelapa sawit menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H (2026 M) dengan penuh sukacita, kebersamaan, dan khidmat," kata Hatta Munir, Ketua LSM MPR-BerNas (Masyarakat Peduli Riau Bersatu), dikontak melalui ponselnya, Kamis (10.2).
Lihatlah disalah satu perusahaan perkebunan sawit PT Tunggal Perkasa Plantation (TPP) Air Molek, Indragiri Hulu (Inhu), Riau, banyak menyelenggarakan berbagai lomba bernuansa Islami.
"Aktivitas menyambut ramadhan di lingkungan sawit, baik di area perusahaan maupun perkebunan rakyat, umumnya ditandai dengan kegiatan sosial, keagamaan, dan tradisi lokal," sebut Hatta Munir lagi.
Menurutnya, walaupun cuaca mendung tidak menyurutkan berbagai aktifitas keagamaan di daerah ini.
Mulai awal puasa pawai obor dan yang menerangi area perkebunan, menciptakan suasana khidmat dan semarak.
"Aksi sosial perusahaan sawit sering mengadakan kegiatan sosial menjelang Ramadhan, seperti pembagian sembako dan santunan kepada anak yatim bagi warga sekitar," ungkapnya.
Melalui program "Sobat Aksi Ramadhan" dilakukan karyawan Generasi Z dan Milenial di perusahaan sawit bertujuan menyebarkan kebaikan dan mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat.
Ada juga momentum berbagi dalam safari ramadhan misalnya, mengadakan safari ramadhan di wilayah operasionalnya untuk meningkatkan kepedulian sosial.
Tradisi makan bersama (Munggahan) dilakukan warga agar tradisi ini dalam menyambut puasa untuk mempererat silaturahmi, dan bersyukur.
"Dalam menyambut Ramadhan warga juga kerja bakti, bersih bersih lingkungan. Warga di perkebunan sering mengadakan gotong royong membersihkan masjid, musholla, dan tempat pemakaman umum (TPU) untuk kenyamanan ibadah selama Ramadhan," terang Hatta Munir.
Menurutnya, meski Ramadhan, pemanen buah sawit tetap dilakukan. Meskipun berpuasa, sebagian warga perkebunan tetap melanjutkan aktivitas memanen sawit dengan penyesuaian jam kerja, menunjukkan dedikasi dan kearifan lokal.
"Ini salah satu untuk antisipasi adanya dinamika harga, seperti penurunan harga sawit di wilayah tertentu, yang memengaruhi persiapan ekonomi warga di saat bulan suci ini," jelasnya. .
Secara keseluruhan, kata Hatta Munir lagi, bulan Ramadhan menjadi momen penting bagi warga perkebunan sawit untuk meningkatkan spiritualitas, berbagi dengan sesama, dan memperkuat kekompakan antarkaryawan maupun warga desa sekitar. (*)
Tags : ramadhan, ramadhan 2026, gebyar ramadhan 1447 hijriyah, ramadhan di lingkungan perkebunan sawit, ramadhan penuh sukacita, Nws Daerah,