News   2026/03/10 15:38 WIB

Hotspot Sumatera Terdeteksi 107 Titik Buat Suhu Udara Capai 34°C di Riau

Hotspot Sumatera Terdeteksi 107 Titik Buat Suhu Udara Capai 34°C di Riau

PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) kembali terpantau di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada Selasa (10/3/2026).

Data pemantauan satelit menunjukkan total 107 titik panas terdeteksi di berbagai provinsi, dengan konsentrasi tertinggi berada di Aceh.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengatakan, pemantauan dilakukan melalui satelit yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera.

“Total hotspot di wilayah Sumatera hari ini mencapai 107 titik yang tersebar di beberapa provinsi. Aceh menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak,” katanya.

Berdasarkan data pemantauan BMKG, sebaran hotspot di Sumatera terdiri dari Aceh 58 titik, Sumatera Utara 14 titik, Kepulauan Riau 12 titik, Riau 16 titik, Sumatera Selatan 4 titik, Jambi 2 titik dan Bangka Belitung 1 titik.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa wilayah bagian utara Sumatera masih menjadi area dengan intensitas hotspot paling tinggi pada hari ini.

Sementara itu, di Provinsi Riau terpantau 16 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, yakni Kabupaten Indragiri Hilir 6 titik, Kabupaten Pelalawan 5 titik, Kabupaten Bengkalis 3 titik, Kota Dumai 2 titik.

Menurut Yasir, keberadaan hotspot menjadi indikator awal yang perlu diwaspadai karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan apabila tidak segera ditangani.

“Hotspot merupakan indikasi awal adanya titik api di permukaan bumi yang terdeteksi satelit. Kondisi ini perlu diantisipasi untuk mencegah potensi karhutla,” jelasnya.

Pemantauan hotspot secara rutin menjadi salah satu langkah penting dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Sumatera yang kerap menghadapi ancaman karhutla saat kondisi cuaca kering.

Data tersebut juga menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta tim penanggulangan bencana untuk melakukan langkah antisipasi di lapangan.

Sementara suhu udara di Riau sudah mencapai 34°C pada Selasa 10 Maret 2026, tetapi diprakirakan relatif kondusif dengan dominasi langit cerah hingga cerah berawan di sebagian besar wilayah.

“Pada pagi hari, kondisi cuaca di Riau secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan,” kata Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir.

Meski demikian, potensi hujan ringan diperkirakan terjadi pada malam hari di beberapa daerah, khususnya Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu.

Yasir menjelaskan, kondisi cuaca pada pagi hari di wilayah Riau umumnya cerah berawan hingga berawan.

Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diperkirakan lebih cerah, dengan sebagian wilayah mengalami kondisi cerah hingga cerah berawan.

Namun pada malam hari, potensi hujan ringan mulai muncul di beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu.

“Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi pada malam hari di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu,” jelasnya.

Sementara itu, pada Rabu (11/3/2026) dini hari kondisi atmosfer diperkirakan mengalami udara kabur hingga cerah berawan, yang lazim terjadi akibat peningkatan kelembapan udara pada malam menuju pagi.

BMKG juga mencatat bahwa suhu udara di Riau hari ini berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni 55 hingga 98 persen.

Adapun arah angin diprakirakan bertiup dari utara hingga timur dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Kondisi ini masih tergolong normal untuk wilayah Riau pada periode peralihan cuaca, namun masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lokal pada malam hari, terutama di wilayah yang diprediksi terdampak. (*)

Tags : hotspot, titik api, kebakaran hutan dan lahan, karhutla di riau, hotspot terdeteksi 107 di sumatera, suhu udara capai 34°C di riau, News,