News   2026/03/09 15:38 WIB

Idul Fitri 2026 Diprediksi Berbeda, Kemenag: Lebaran Diperkirakan Tanggal 21 Maret

Idul Fitri 2026 Diprediksi Berbeda, Kemenag: Lebaran Diperkirakan Tanggal 21 Maret

JAKARTA — Penentuan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah pada 2026 diperkirakan kembali berbeda antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam, khususnya Muhammadiyah. Perbedaan tersebut diprediksi terjadi sebagaimana pada penetapan awal Ramadhan tahun ini.

Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri akan jatuh pada 20 Maret 2026. Sementara pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan hari raya Idul Fitri kemungkinan berlangsung sehari setelahnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, memperkirakan lebaran Idul Fitri tahun ini jatuh pada 21 Maret 2026.“Diperkirakan lebaran tanggal 21,” ujar Arsad kepada Republika, saat ditemui usai diskusi di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Arsad menjelaskan, perkiraan tersebut didasarkan pada perhitungan hisab mengenai posisi hilal pada 29 Ramadhan 1447 H. Menurut dia, ketinggian hilal di Indonesia saat itu diperkirakan masih berada pada kisaran yang belum memenuhi kriteria visibilitas hilal menurut standar MABIMS.

“Kalau berdasarkan hitungan hisab, ketinggian hilal itu sekitar 0 sampai 3 derajat. Yang tertinggi itu ada di Aceh. Kemudian untuk elongasi sekitar 4 sampai 6 derajat,” ucapnya.

Ia menjelaskan, meskipun dari sisi ketinggian ada wilayah yang mendekati syarat, namun dari sisi elongasi masih belum memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam kriteria imkanur rukyat yang digunakan negara-negara anggota MABIMS.

“Di ketinggian mungkin memenuhi, tapi dari sudut elongasi itu masih kurang, karena kalau kriteria imkanur rukyat versi MABIMS itu 6,4 derajat. Jadi kalau berdasarkan kriteria visibilitas hilal MABIMS memang masih tidak mungkin untuk bisa dilihat,” katanya.

Meski demikian, Arsad menegaskan bahwa keputusan resmi mengenai penetapan 1 Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar oleh pemerintah.“Keputusan akhir tetap nanti kita menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Maret,” jelas Arsad.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan sidang isbat penentuan awal Syawal 1447 H akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadhan 1447 H.

Rangkaian kegiatan sidang isbat akan dimulai sejak sore hari dengan seminar mengenai posisi hilal. Seminar tersebut menghadirkan pakar astronomi, ahli hisab dan rukyat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam. 

Sidang isbat akan dilaksanakan setelah waktu Maghrib di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Forum tersebut juga mempertemukan berbagai pihak, mulai dari ahli hisab, ahli rukyat, perwakilan ormas Islam, lembaga penelitian, hingga para pegiat hisab-rukyat.

Sidang isbat merupakan mekanisme resmi pemerintah untuk menetapkan awal bulan Hijriyah, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA). Keputusan hasil sidang isbat nantinya akan diumumkan oleh Menteri Agama dan menjadi acuan resmi pemerintah dalam penentuan hari raya Idul Fitri di Indonesia. (*)

Tags : idul fitri, idul fitri 2026, syawal, 1 syawal 1447, hijriah, hilal bulan syawal, idul fitri 1447 h, idul fitri berbeda, idul fitri akan berbeda, idul fitri diprediksi berbeda, lebaran 21 maret,