Headline Agama   2025/11/29 12:14 WIB

Indonesia Capai Tingkat Harmoni Tertinggi Sepanjang Sejarah, Prof Nasaruddin Umar: karena Mampu Menerima Perbedaan

Indonesia Capai Tingkat Harmoni Tertinggi Sepanjang Sejarah, Prof Nasaruddin Umar: karena Mampu Menerima Perbedaan
Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar

Baiknya tingkat harmoni karena kemampuan untuk menerima perbedaan. 

JAKARTA -- Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar menyebut Indonesia berada pada tingkat harmoni tertinggi sepanjang sejarah, dan mengajak seluruh elemen bangsa merawat toleransi serta kerukunan umat beragama.

Hal ini disampaikan Nasaruddin dalam acara Malam Anugerah Harmony Award Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam.

"Data yang kita peroleh sepanjang sejarah, kita sekarang ini berada pada tahun indeks harmoni tertinggi dalam sepanjang sejarah Indonesia," ujar Nasaruddin dalam sambutannya.

Nasaruddin menegaskan, pencapaian harmoni Indonesia tidak terlepas dari kemampuan masyarakat menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan.

“Kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak mungkin terwujud kerukunan tanpa harmoni, dan harmoni itu tidak mungkin hadir tanpa kesediaan kita menerima orang lain,” ucapnya.

Dalam acara yang digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB Setjen Kemenag ini, Nasaruddin menjelaskan, toleransi beragama tak berarti menyamakan hal berbeda atau membedakan sesuatu yang sama.

Ia menekankan bahwa toleransi adalah kemampuan menjalin kedekatan di tengah perbedaan sekaligus persamaan.

“Toleransi berarti kesediaan kita menerima perbedaan itu sendiri,” katanya.

Nasaruddin mengatakan, enam agama yang diakui negara—Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu—datang dari luar Indonesia. Karena itu, diperlukan proses "pengindonesiaan" tanpa mengubah substansi ajaran.

“Ini sudah berhasil kita lakukan, sehingga terwujud Indonesia sejati dengan simbol Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Nasaruddin.

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini menambahkan, keberhasilan itu turut membentuk karakter masyarakat beragama yang tetap berpegang pada keyakinan, namun sekaligus mampu menjadi seratus persen Indonesia.

Ia menegaskan, pengarifan lokal terhadap ajaran agama perlu terus dikembangkan tanpa melanggar inti ajaran. “Indahnya Indonesia terletak pada kemampuan kita meramu nilai agama dengan kearifan lokal,” ucapnya.

Dalam acara ini, Nasaruddin juga menyebut keberhasilan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) sebagai bukti pentingnya kolaborasi lintas budaya dan lintas agama dalam menjaga stabilitas sosial.

“Indonesia tersusun dari berbagai daerah dan kultur berbeda-beda. Karena itu kita harus mampu mengindonesiakan kearifan lokal, sekaligus melokalkan keindonesiaan itu sendiri,” ujarnya.

Konsep ini, lanjutnya, melahirkan hegemoni sosial yang menenangkan. “Jika filosofi ini kita camkan, maka selamat tinggal konflik dan welcome harmoni," ucapnya.

Sementara, Sekretaris Jenderal Kemenag, Prof Kamaruddin Amin menjelaskan, capaian harmoni tertinggi sepanjang sejarah itu berdasarkan indeks kerukunan umat beragama yang selalu dilakukan secara rutin oleh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Berdasarkan data terakhir Kemenag, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) pada 2024 menunjukkan skor akhir mencapai 76,47. Menurut Kamaruddin, indeks kerukunan tahun ini termasuk yang terbaik.

"Jadi setiap tahun itu diukur kerukunan kita di Indonesia dan alhamdulillah tren-nya sangat baik, sangat bagus. Trennya naik terus dan tahun ini termasuk yang terbaik," ucap Kamaruddin saat diwawancara lebih lanjut.

Menurutnya, tahun ini tidak ada konflik-konflik bernuansa keagamaan, serta tidak ada keresahan sosial berdasarkan sentimen-sentimen keagamaan.

"Dan ini lagi-lagi adalah tentu kerja keras bersama Pak Menteri Agama bersama dengan FKUB, bersama dengan masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama termasuk Pemda di seluruh Indonesia," kata Kamaruddin.

Ia menambahkan, Kementerian Agama tidak mungkin bisa melaksanakan tugas yang sangat berat ini untuk menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia. "Tapi ini adalah kerja bersama, sinergi antara semua pihak yang kira-kira dimotori oleh Kementerian Agama," jelasnya. (*)

Tags : harmoni, indeks harmoni, menteri agama, indeks tingkat harmoni, menag,