Linkungan   22-03-2025 14:0 WIB

Jalan Rusak di Pekanbaru Segera Diperbaiki, DPRD: 'Tambal Sulamnya Jangan Asal-asalan'

Jalan Rusak di Pekanbaru Segera Diperbaiki, DPRD: 'Tambal Sulamnya Jangan Asal-asalan'

PEKANBARU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru mendesak Pemerintah Kota (Pemko) untuk segera melanjutkan perbaikan jalan rusak yang semakin meluas, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Jalan rusak diperbaiki (tambal sulam) jangan asal-asalan."

"Paling tidak, di titik-titik rusak parah, bisa disegerakan perbaikan jelang Idul Fitri ini. Kan bisa menggunakan dana OP di Dinas PUPR dan Perkim," kata Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Nofrizal, Jumat (21/3).

Mendesaknya perbakan jalan karena masyarakat kembali mempertanyakan kelanjutan perbaikan jalan yang sempat dilakukan tambal sulam beberapa waktu lalu.

Nofrizal menyarankan agar Pemko memanfaatkan dana Operasional Pemeliharaan (OP) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk memperbaiki titik-titik jalan yang rusak parah.

Nofrizal memahami kondisi keuangan Pemko yang sedang defisit, namun ia menekankan pentingnya tindakan cepat untuk memperbaiki jalan yang membahayakan pengendara.

"Kalau pakai dana OP itu cukup untuk menambalnya. Tapi yang rusaknya berat, itu menunggu kegiatan OPD seperti lelang dan sebagainya," jelasnya.

Ia menyoroti beberapa titik jalan yang sangat berbahaya, seperti di kawasan Tanjung Rhu dan Jalan Lobak, yang sering menyebabkan kecelakaan saat hujan.

"Ada beberapa titik, seperti di kawasan Tj Rhu, Jalan Lobak, dan lainnya, kalau hujan, lubang-lubangnya mengancam pengendara. Bahkan banyak yang jatuh. Makanya ini segera ditambal. Jangan sampai makan korban lagi," tegas Nofrizal.

Tetapi menurut Ketua Komisi IV Rois, dari laporan yang diterima dari Dinas PUPR, setidaknya ada 1.654 titik jalan berlubang di Kota Pekanbaru yang saat ini perlu dilakukan perbaikan segera. Namun dengan ketersediaan dana OP untuk tambal sulam sekitar Rp 4 hingga Rp 8 miliar.

Rois menyatakan, dengan ketersediaan dana yang dinilai masih kecil ini, diperkirakan tidak bisa mengcover semua jalan rusak tersebut.

Rois tetap meminta pihak PUPR untuk tetap maksimal dalam mengerahkan personil dan armada dilapangan dan memperhatikan betul kualitas material untuk perbaikan dan bisa bertahan lama.

"Yang pertama kita mau mengapresiasi dulu action yang dilakukan oleh wakil walikota Pekanbaru Markarius yang langsung turun kejalan untuk ikut melakukan perbaikan jalan rusak," ungkap Rois.

"Langkah awal yang baik yang perlu didukung oleh semua pihak termasuk dari PUPR," tambahnya.

Dari hasil perbincangannya bersama Dinas PUPR Kota Pekanbaru, dana perbaikan jalan tambal sulam yang tersedia sekitar Rp 4 hingga 8 miliar tidak bisa mencukupi untuk perbaikan semua jalan. Mengingat jalan berlubang di Pekanbaru sebanyak 1.654 titik.

"Anggaran yang tersedia untuk tambal sulam ini, ya paling bisa dipergunakan sekitar 30 atau 40 persen. Kalau melihat sekarang kayaknya berat sih capai target sampai lebaran selesai kalau armada atau tenaganya tidak ditambah karena satu malam itu maksimal hanya tiga titik," paparnya.

Rois pun mendorong Dinas PUPR Kota Pekanbaru agar dapat menambah personel dan juga armada alat berat untuk mengejar target perbaikan jalan dengan sistem tambal sulam jelang Lebaran 2025.

"Kalau memang ingin sampai target sebelum Lebaran, tentu SDM maupun armada dan tenaga yang lainnya harus dilengkapi itu baru kita bisa mencapai target minimal 30 atau 40 persen jalan-jalan berlubang di Pekanbaru," sebutnya.

Politisi PKS ini juga menekankan, Dinas PUPR Kota Pekanbaru harus mengutamakan kualitas aspal tambal sulam. Jangan sampai kekuatan tambal sulam yang sedang dikerjakan hanya bertahan beberapa bulan saja sebab beresiko memakan biaya perbaikan yang jauh lebih besar lagi.

"Bisa dibayangkan kalau kekuatan (tambal sulam) cuma tiga sampai empat bulan atau bahkan enam bulan. Jadi nanti perbaikannya itu tahun berikutnya sedangkan cuma bertahan beberapa bulan dan rusak diakhir-akhir tahun lagi ini kan parah. Makanya, kalau bisa dengan dana yang ada itu dimaksimalkan dengan kualitas bukan sekedar mengejar banyaknya titik," tegas Rois.

Sementara itu, Anggota Fraksi PDI-Perjuangan, Tekad Indra Pradana Abidin, MEng mengapresiasi langkah cepat Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho-Markarius Anwar yang langsung menutup jalan-jalan berlubang pada malam hari usai dilantik.

Namun, ia menyoroti saluran drainase yang ada di kiri-kanan badan jalan juga harus diperhatikan supaya aliran air tidak menggenangi jalan yang baru diperbaiki.

"Kita apresiasi langkah cepat Wakil Walikota (Markarius) yang turun langsung memimpin menambal jalan-jalan yang berlubang, tetapi apakah dijalan-jalan tersebut drainasenya sudah layak? Jika tidak, hasil tambalan ini tidak akan berumur lama dan akhirnya terjadinya pemborosan anggaran," kata Tekad.

Menurut Tekad, Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru Agung-Markarius juga harus mengutamakan perbaikan drainase supaya ruas jalan yang sudah diperbaiki tidak terus-menerus rusak dalam kurun waktu yang cepat. Sebab, saluran drainase jalan yang baik akan meminimalisasi genangan air. Sehingga, kualitas jalan akan lebih terjaga dan tidak mudah rusak.

"Faktor hancurnya jalan-jalan di Pekanbaru ini salah satunya dikarenakan tidak mengalirnya air disepanjang area jalan itu. Jadi harapan kami, jangan hanya mengutamakan perbaikan jalan tanpa memperhatikan drainase jalan," ujarnya.

Anggota DPRD Pekanbaru Dapil Marpoyan Damai ini menyambut baik Agung Nugroho-Markarius Anwar telah memenuhi janji politiknya dengan menutup jalan-jalan berlubang yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Seperti Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Rambutan, Jalan Swakarya, Jalan Kutilang Sakti, Jalan Sisingamaraja, Jalan Hang Jebat, Jalan Sepakat dan Jalan Kesadaran.

"Harapannya pemerintah terus bergerak karena masih ada jalan-jalan yang belum tersentuh perbaikan terutama jalan-jalan lingkungan warga banyak berlubang," harap Tekad. (rp.ind/*)

Editor: Indra Kurniawan

Tags : jalan rusak, pekanbaru, jalan rusak segera diperbaiki, jalan rusak ditambal sulam, tambal sulam jangan asal-asalan,