Headline Bisnis   2026/10/14 10:12 WIB

Jarak Pandang di Bandara SSK II Pekanbaru Membaik, 'Sebelumnya Banyak Pesawat di Delay dan Terganggu'

Jarak Pandang di Bandara SSK II Pekanbaru Membaik, 'Sebelumnya Banyak Pesawat di Delay dan Terganggu'

PEKANBARU – Kondisi jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru berangsur membaik pada Selasa 13 Oktober 2026.

Setelah sempat terganggu kabut tebal pada pagi hari, jarak pandang di kawasan bandara mencapai 3.000 meter atau 3 kilometer pada pukul 10.30 WIB.

Seiring membaiknya kondisi tersebut, aktivitas penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru dilaporkan berjalan lancar, aman, dan normal. Meski demikian, sejumlah penerbangan sebelumnya sempat mengalami penundaan akibat kondisi cuaca.

Branch Communication & CSR Bandara SSK II Pekanbaru, Meta Harahap, menyampaikan bahwa jarak pandang di bandara kini menunjukkan perbaikan.

Berdasarkan laporan kondisi operasional pada pukul 10.30 WIB, jarak pandang tercatat mencapai 3.000 meter.

Sementara itu, aktivitas penerbangan mulai berjalan dengan kondisi operasional yang dinyatakan normal.

"Jarak pandang di Bandara SSK II Pekanbaru saat ini berangsur membaik dan terpantau mencapai 3.000 meter. Aktivitas penerbangan berjalan lancar, aman, dan normal," ujarnya ke halloriau.

Berdasarkan data operasional hingga pukul 10.30 WIB, tercatat dua penerbangan keberangkatan dan dua penerbangan kedatangan.

Namun, terdapat pula enam penerbangan keberangkatan dan enam penerbangan kedatangan yang mengalami penundaan jadwal.

Pihak bandara terus memantau perkembangan cuaca secara berkala bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa penerbangan.

"Kami terus memantau pergerakan cuaca secara berkala bersama BMKG demi memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa penerbangan," sambungnya.

Sebelumnya, kabut tebal menyelimuti Kota Pekanbaru pada Selasa pagi dan menyebabkan jarak pandang di kawasan bandara sempat terbatas.

Kondisi tersebut berdampak pada jadwal sejumlah penerbangan, termasuk keberangkatan menuju Jakarta.

Dengan membaiknya jarak pandang, operasional penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru berangsur berjalan normal.

Meski demikian, penumpang tetap disarankan memantau informasi terbaru dari maskapai terkait jadwal keberangkatan maupun kedatangan.

Kondisi kabut tebal yang menyelimuti Kota Pekanbaru, sempat mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru.

Pantauan dilapangan, satu pesawat Pelita Air dengan nomor penerbangan IP320 yang sebelumnya sempat berputar-putar di udara Pekanbaru akhirnya berhasil mendarat pada pukul 08.38 WIB.

Pesawat tersebut seharusnya tiba pada pukul 08.25 WIB, sehingga mengalami keterlambatan sekitar 13 menit.

Selain kedatangan Pelita Air, penerbangan Citilink dengan nomor penerbangan QG937 untuk rute Pekanbaru–Jakarta juga sempat mengalami penundaan keberangkatan akibat kondisi cuaca.

Pesawat yang semula dijadwalkan berangkat pukul 06.10 WIB tersebut akhirnya lepas landas pada pukul 08.29 WIB, atau terlambat sekitar dua jam 19 menit dari jadwal semula.

Selain itu juga ada Pelita Air dari Pekanbaru ke Jakarta dengan nomor penerbangan IP329 juga sudah terbang sesuai jadwal. 

Branch Communication & CSR Bandara SSK II Pekanbaru, Meta Harahap, membenarkan adanya perkembangan operasional penerbangan tersebut.

Kondisi cuaca sudah membaik, laporan dari BMKG untuk jarak pandang saat ini 1,3 kilometer.

Pihak bandara terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pihak maskapai, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan operasional penerbangan berjalan sesuai ketentuan keselamatan.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap keputusan operasional penerbangan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aspek keselamatan penumpang maupun awak pesawat.

Sebelumnya, kabut tebal yang menyelimuti Pekanbaru menyebabkan jarak pandang di kawasan bandara terbatas.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasional penerbangan pada Selasa pagi.

Pihak bandara tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas penerbangan sembari memantau perubahan kondisi cuaca di sekitar bandara.

Kabut tebal yang menyelimuti Kota Pekanbaru juga berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

Jarak pandang yang terbatas menyebabkan dua penerbangan tujuan Jakarta mengalami penundaan.

Berdasarkan pembaruan kondisi operasional bandara pada pukul 07.03 WIB, jarak pandang atau visibility di kawasan bandara terpantau berkisar 100 hingga 550 meter akibat kabut tebal.

General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, melalui Branch Communication & CSR Bandara SSK II Pekanbaru, Meta Harahap, menyampaikan bahwa dua penerbangan yang mengalami penundaan adalah AirAsia dengan nomor penerbangan IP329 dan Citilink dengan nomor penerbangan QG937. 

Kedua penerbangan tersebut melayani rute Pekanbaru menuju Jakarta.

"Jarak pandang terpantau berada pada rentang 100-550 meter akibat kondisi kabut," ujar Meta Harahap, Selasa (13/10).

Selain mengakibatkan penundaan keberangkatan, kondisi cuaca tersebut juga berdampak pada aktivitas kedatangan pesawat.

Hingga pukul 07.03 WIB, belum ada pesawat yang mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru.

Pihak bandara terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pihak maskapai, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan operasional penerbangan berjalan sesuai ketentuan keselamatan.

"Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," ungkapnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kabut tebal yang menyelimuti Pekanbaru pada pagi hari tersebut merupakan fenomena fog atau kabut.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby, mengatakan jarak pandang di sejumlah lokasi sempat turun hingga sekitar 100 meter, disertai kelembapan udara yang mencapai 100 persen.

"Pagi ini fog dengan jarak pandang tercatat hanya sekitar 100 meter dengan kelembapan udara mencapai 100 persen," ujar Deby, Selasa (13/10).

Menurutnya, tingginya kelembapan udara membuat jarak pandang di sekitar lokasi menjadi sangat terbatas.

Kondisi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

BMKG pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama ketika melintasi kawasan yang diselimuti kabut tebal.

Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang yang pendek dapat menyulitkan pengamatan terhadap kendaraan maupun kondisi jalan di depan.

Meski demikian, kondisi kabut diperkirakan dapat berangsur berkurang seiring menurunnya kelembapan udara.

"Seiring waktu saat kelembapan udara sudah turun kekaburan udara akan berkurang," pungkasnya. (rp.ind/*)

Tags : Bandara SSK II Pekanbaru, Jarak Pandang di Bandara SSK II Pekanbaru, Jarak Pandang di Bandara Membaik, banyak Pesawat di Delay dan Terganggu,