PEKANBARU – Suasana Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru mulai dipadati calon penumpang jelang libur panjang sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
"Libur panjang dan perayaan Nataru."
"Sejak dua hari lalu sudah mulai naik. Untuk keberangkatan hari ini, pukul 14.00 WIB ada bus tujuan Bandung dan Jakarta. Sementara keberangkatan malam ke Medan serta daerah lainnya di Sumut dimulai pukul 17.00 sampai 20.30 WIB," kata Kepala Terminal BRPS Pekanbaru, Bambang Armanto, Senin (22/12).
Lonjakan terlihat pada hampir seluruh tujuan perjalanan, baik rute antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP).
Bambang Armanto mengungkapkan peningkatan arus keberangkatan sudah terasa sejak akhir pekan lalu. Menurutnya, lonjakan paling mencolok terjadi pada rute menuju Pulau Jawa serta sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Data terminal menunjukkan puncak arus pemberangkatan saat libur Nataru terjadi pada 20 dan 21 Desember 2025. Pada 21 Desember, tercatat 2.580 penumpang AKDP telah diberangkatkan menggunakan 304 armada yang menyediakan total 10.584 kursi.
Sementara pada rute AKAP, jumlah penumpang pada tanggal yang sama mencapai 384 orang. Angka itu mengindikasikan peningkatan sekitar 18 persen dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Menurut Bambang, laporan lengkap untuk jumlah penumpang hari ini baru akan dihimpun besok. Namun dari laporan perusahaan angkutan, hampir semua kursi keberangkatan telah terjual.
"Sebagian besar armada sudah penuh, terutama tujuan Medan, Siantar dan sejumlah rute Sumut lainnya. Hanya rute Sibolga yang belum aktif karena masih terdampak banjir," katanya.
Selain arus keberangkatan, puncak arus kedatangan ke Kota Pekanbaru diprediksi terjadi pada awal Januari 2026, tepatnya tanggal 3 dan 4, bertepatan dengan berakhirnya masa libur panjang Nataru.
Dari sisi harga tiket, Bambang menegaskan belum ada lonjakan tarif. Untuk kelas ekonomi, penentuan tarif masih mengikuti regulasi batas atas dan batas bawah yang ditetapkan pemerintah.
"Belum ada kenaikan harga. Untuk kelas ekonomi, semuanya mengikuti aturan pemerintah. Kalau kelas eksekutif, itu ditentukan oleh masing-masing perusahaan," ujarnya.
Meski aktivitas keberangkatan berjalan lancar, Bambang menyebut keterlambatan masih terjadi pada arus kedatangan. Bus dari Aceh dan Sumatera Utara kerap tertunda akibat antrean pengisian BBM.
"Kadang bus dari Aceh dan Sumut baru masuk terminal siang hari. Seharusnya tiba pukul 10.00 WIB, tapi antrean BBM membuat jadwal kedatangan mundur hingga pukul 13.00 atau 14.00 WIB," ungkapnya.
Keterlambatan juga dialami pada bus AKAP asal Pulau Jawa menuju Pekanbaru, terutama akibat kondisi gelombang tinggi di jalur penyeberangan serta antrean BBM di sejumlah titik wilayah Palembang.
Bambang juga mengimbau para pemudik agar tetap menjaga keselamatan perjalanan, termasuk tidak membawa barang bawaan secara berlebihan.
"Kami berharap perjalanan masyarakat berjalan lancar. Jangan membawa barang berlebihan, dan sopir juga kami minta selalu fokus menjaga keselamatan serta mematuhi aturan lalu lintas, supaya semua tiba dengan selamat dan bisa berkumpul bersama keluarga," tutupnya. (rp.elf/*)
Tags : nataldan tahun baru, nataru, nataru 2026, libur panjang lonjakan penumpang di perayaan nataru ,