Pemeliharaan jalan tol dipercepat agar kondisi tetap aman dan mendukung mobilitas.
JAKARTA -- PT Hutama Karya (Persero) bersama anak usahanya, PT Hakaaston (HKA), mempercepat pemeliharaan perkerasan jalan di Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka) dan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan kondisi perkerasan tetap andal dan aman guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
“Pemeliharaan pada titik-titik tersebut ditargetkan rampung sebelum 10 Maret 2026. Percepatan pemeliharaan ini merupakan langkah badan usaha jalan tol (BUJT) untuk menjaga standar kualitas layanan jalan tol,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (7/3).
Hutama Karya, lanjut Hamdani, memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pekerjaan berlangsung.
Ia mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati, memperhatikan rambu-rambu yang tersedia, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
"Apabila terdapat keluhan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, pengguna jalan dapat menghubungi call center masing-masing ruas tol atau melalui akun resmi jalan tol Hutama Karya @HutamaKaryaTollRoad," kata Hamdani.
Direktur Operasi HKA Martin Nababan menyampaikan pemeliharaan di Tol Permai dilakukan pada dua titik, yaitu KM 49+250 hingga KM 49+200 serta KM 78+856 sampai KM 78+760.
Sementara untuk ruas Tol Terpeka, penanganan dilakukan pada sejumlah segmen yang tersebar mulai dari KM 188+542,50 hingga KM 330+404,00 pada Jalur A guna menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara.
“Dengan berfokus pada aspek keandalan jalan di Tol Permai dan Terpeka, perbaikan dilakukan lebih awal. Keamanan pengguna jalan adalah prioritas utama kami," kata Martin.
Hutama Karya mengungkapkan ruas backbone Jalan Tol Trans Sumatra atau JTTS direncanakan akan tersambung hingga Medan, Sumatera Utara pada tahun 2031.
"Rencana pengerjaan ruas backbone Tol Trans Sumatra tersambung hingga Pekanbaru direncanakan selesai pada 2029, dan tersambung hingga Medan pada tahun 2031," ujar Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto tahun lalu.
Sebagai perusahaan yang diberikan mandat pemerintah, Hutama Karya terus berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan jalan Tol Trans Sumatra yang memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah di Pulau Sumatra.
Dari total panjang penugasan JTTS sepanjang 2.854 km, hingga saat ini sepanjang 1.236 km telah terpenuhi pendanaannya dengan tujuan untuk menghubungkan ruas backbone dari Lampung hingga Medan diperlukan pembangunan ruas jalan tol Jambi-Rengat, ruas tol Rengat-Pekanbaru, ruas tol Dumai-Rantauprapat, dan ruas tol Rantauprapat-Kisaran.
"Adapun total investasi diperkirakan sebesar Rp161 triliun," kata Budi Harto.
Hingga saat ini skema pengusahaan ruas-ruas tersebut belum ditentukan apakah akan menggunakan skema tarif, skema Pembayaran Berkala Berbasis Layanan (PBBL), skema dukungan konstruksi atau skema alternatif lainnya.
Pembangunan ruas backbone dari Lampung hingga Medan tersebut dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah, sehingga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan dampak sosial, khususnya nilai tambah untuk masyarakat.
Konstruksi Tol Trans Sumatra hingga 2024 mencapai 1.014,5 km dengan total pengoperasian sepanjang 879,2 km. Dalam rangka mencapai percepatan pembangunan Tol Trans Sumatra, Hutama Karya telah menerima PMN kumulatif sampai dengan 2024 sebesar Rp131,1 triliun.
Untuk meningkatkan keberlangsungan perusahaan, pada tahun 2023 Hutama Karya melakukan asset recycling terhadap dua ruas Jalan Tol Trans Sumatra yakni Ruas Tol Bakauheni - Terbanggi Besar dan Ruas Tol Medan - Binjai. (*)
Tags : jalan tol trans sumatra, hutama karya, konektivitas sumatera, pembangunan infrastruktur, medan 2031, investasi jalan tol, ruas backbone tol, pertumbuhan ekonomi, skema pengusahaan tol, proyek infrastruktur nasional, ramadhan 2026, mudik lebaran, mudik 2026, News,