Artikel   2026/01/06 10:53 WIB

Jemaah Umrah Dihimbau Tidak Berhenti di Area Hajar Aswad Saat Laksanakan Tawaf di Masjidil Haram

Jemaah Umrah Dihimbau Tidak Berhenti di Area Hajar Aswad Saat Laksanakan Tawaf di Masjidil Haram

JEMAAH UMRAH dihimbau tidak berhenti di area Hajar Aswad saat melaksanakan Tawaf di Masjidil Haram.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi mengeluarkan imbauan penting kepada jemaah umrah agar tidak berhenti di area Hajar Aswad saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram.

Kebijakan ini ditegaskan sebagai langkah menjaga kelancaran arus jemaah sekaligus menciptakan suasana ibadah yang aman, tertib, dan khusyuk.

Hajar Aswad memang memiliki keutamaan dalam ibadah tawaf. Jemaah disunnahkan menyentuh atau menciumnya saat melewati sudut tenggara Ka’bah tersebut.

Namun, Kemenhaj Saudi menegaskan bahwa tindakan berhenti di titik ini justru berpotensi menimbulkan kemacetan dan kerumunan yang membahayakan jemaah lain.

“Wahai hamba Allah, menjamin kenyamanan orang-orang yang melaksanakan tawaf adalah tanggung jawab bersama yang menjunjung tinggi ketenangan dan kedamaian ritual. Hindari berhenti di Hajar Aswad,” tulis Kemenhaj Saudi melalui unggahan resminya di platform X.

Kemenhaj Saudi menegaskan, mencium atau menyentuh Hajar Aswad bukanlah rukun maupun syarat sah tawaf.

Amalan tersebut bersifat sunnah, sehingga tidak dilakukan pun tidak membatalkan ibadah haji maupun umrah.

“Berhenti di Hajar Aswad bukan syarat sah tawaf. Tawaf tetap sah meski jemaah hanya mengisyaratkan ke arah Hajar Aswad sambil terus berjalan,” demikian penegasan otoritas haji Saudi.

Imbauan ini dikeluarkan untuk mencegah penumpukan massa yang kerap berujung saling dorong antarjemaah, mengganggu konsentrasi, bahkan berisiko terhadap keselamatan.

Dalam Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umrah karya Agus Arifin dijelaskan, Hajar Aswad terletak di sudut tenggara Ka’bah dan menjadi titik awal serta akhir putaran tawaf.

Jika jemaah kesulitan mencium batu hitam tersebut, syariat memberikan kemudahan.

Jemaah diperbolehkan:

  • Mengusap Hajar Aswad dengan tangan jika memungkinkan
  • Mengusap menggunakan alat seperti tongkat, lalu mencium alat tersebut
  • Atau cukup mengisyaratkan ke arah Hajar Aswad tanpa berhenti

Kesunnahan ini merujuk pada hadits dari Abdullah bin Umar RA:

“Sesungguhnya Rasulullah SAW beristilam (menyentuh) rukun Yamani dan Hajar Aswad setiap kali beliau tawaf." (HR Muttafaq ‘Alaih)

Kemenhaj Saudi mengajak seluruh jemaah untuk mengedepankan semangat kebersamaan dan saling menjaga.

Kelancaran tawaf dan keselamatan jemaah dinilai lebih utama daripada memaksakan amalan sunnah yang berpotensi menimbulkan mudarat.

Imbauan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa esensi ibadah di Tanah Suci bukan hanya pada ritual personal, tetapi juga pada adab sosial dan kepedulian terhadap sesama jemaah. (*)

Tags : jemaah umrah, hajar aswad, makkah, arab saudi, masjidil haram, jamaah umrah tidak berhenti di area hajar aswad,