Artikel   2026/01/12 10:48 WIB

Jika Utang Ramadhan karena Uzur, Wajib Dibayar dengan Puasa Qadha

Jika Utang Ramadhan karena Uzur, Wajib Dibayar dengan Puasa Qadha

MENINGGALKAN puasa Ramadhan, setiap muslim wajib membayarnya dengan puasa qadha.

Puasa bayar utang Ramadan atau dikenal sebagai puasa qadha merupakan kewajiban syariat bagi setiap muslim yang meninggalkan puasa Ramadan karena uzur tertentu.

Kewajiban ini bukan sekadar anjuran, melainkan bagian dari tanggung jawab ibadah yang harus ditunaikan sebelum datang Ramadan berikutnya.

Puasa Qadha: Kewajiban yang Tak Bisa Ditawar

Dalam literatur fikih, puasa qadha hanya berlaku bagi muslim yang meninggalkan puasa Ramadan karena alasan syar’i, seperti sakit, haid, nifas, perjalanan jauh, atau kondisi lain yang dibenarkan agama.

Hal ini ditegaskan dalam Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin.

Landasan utama kewajiban puasa qadha tercantum dalamSurah Al-Baqarah ayat 184 berikut ini:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya:
“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain…”

Ayat ini menjadi dasar bahwa puasa yang ditinggalkan tidak gugur, melainkan harus diganti di luar bulan Ramadan.

Bacaan Niat Puasa Bayar Utang Ramadan

Niat puasa qadha wajib dilafalkan sebelum fajar. Dalam Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian karya Muh Hambali, niat puasa qadha Ramadan dibaca sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Artinya:
“Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah.”

Waktu Membaca Niat Puasa Qadha

Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi dalam Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah menjelaskan bahwa niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari. Ketentuan ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad:

“Barangsiapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbit fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi)

Hukum dan Batas Waktu Puasa Qadha

Ulama sepakat bahwa membayar utang puasa Ramadan hukumnya wajib. Sayyid Sabiq dalam Fiqh As-Sunnah menegaskan, “Hukum mengqadha puasa Ramadan adalah kewajiban yang disepakati para ulama, bukan sunnah.”

Adapun batas waktu pelaksanaannya, menurut mazhab Syafi’i dan Hanabilah, puasa qadha harus ditunaikan sebelum Ramadan berikutnya. Jika terlewat tanpa uzur, kewajiban qadha tetap berlaku dan ditambah fidyah.

Dalam buku 10 Formula Dasar Islam, Konsep dan Penerapannya karya Gamar Al Haddar dijelaskan bahwa waktu paling ideal untuk membayar utang puasa adalah sebelum Ramadan tiba, termasuk pada bulan Sya’ban.

Bulan Sya’ban, Waktu Favorit Mengqadha Puasa

Bulan Sya’ban sering dipilih sebagai waktu mengqadha puasa. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kemenag RI, 1 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan 20 Januari 2026.

Praktik ini juga dicontohkan oleh Aisyah RA. Dalam hadis riwayat Muslim, Abu Salamah RA berkata:

“Saya mendengar Aisyah berkata, ‘Puasa wajib yang saya tinggalkan pada bulan Ramadan tidak bisa saya ganti kecuali pada bulan Sya’ban karena kesibukan melayani Rasulullah.’”

Keterangan ini menjadi dalil kuat bahwa bulan Sya’ban adalah waktu yang sah dan dianjurkan untuk melunasi utang puasa Ramadan. 

Tags : ramadhan, puasa ramadhan, utang ramadhan, bayar utang ramadhan, puasa qadha,