SUMBAR - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memutuskan memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama empat hari ke depan sebagai respons terhadap memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
"Kabut asap masih melanda Kabupaten Agam."
"Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kemarin dimulai pada Rabu 16 September 2026 sampai Sabtu 19 Sepember 2026). Setelah itu kita bakal melihat perkembangan kondisi udara di Agam apakah membaik atau masih seperti ini," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam, Andri pada wartawan di Lubuk Basung, Selasa (15/9).
Kebijakan ini mulai diterapkan pada 16 hingga 19 September 2026 dan berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan.
Andri, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk melindungi kesehatan peserta didik.
Kebijakan ini mencakup seluruh satuan pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Pemberlakuan PJJ dilakukan menyusul meningkatnya intensitas kabut asap yang berdampak langsung terhadap kualitas udara di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah menilai kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan.
Kebijakan ini juga merujuk pada Surat Edaran Nomor 1449 Tahun 2026 tentang pengalihan proses belajar mengajar tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh akibat dampak kabut asap.
"Ini dasar surat edaran tersebut dibuat setelah kondisi udara di daerah itu kurang baik akibat kabut asap," ujar Andri.
Dalam pelaksanaannya, guru dan tenaga pendidik diminta untuk memaksimalkan penggunaan teknologi dan media pembelajaran daring.
Selain itu, koordinasi telah dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk Koordinasi Unit Kerja Kecamatan, pengawas sekolah, penilik luar sekolah, serta kepala satuan pendidikan di seluruh Kabupaten Agam.
Surat edaran terkait kebijakan ini telah diterbitkan pada Selasa (15/9/2026) dan langsung disosialisasikan ke seluruh lembaga pendidikan.
Dengan dukungan teknologi, proses pembelajaran diharapkan tetap dapat berlangsung secara optimal tanpa mengurangi kualitas materi yang diberikan kepada siswa.
Selain itu, kebijakan ini juga memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum memutuskan langkah lanjutan.
"Setelah itu kita bakal melihat perkembangan kondisi udara di Agam apakah membaik atau masih seperti ini," kata Andri menegaskan. (rp.den/*)
Tags : Pemkab Agam, Dampak Asap Karhutla, sekolah daring, akibat kabut asap, pjj, akibat asap karhutla,