Sosial   2026/02/23 12:46 WIB

Kejar Keberkahan dengan Tingkatkan Semangat Berbagi di Bulan Ramadhan

Kejar Keberkahan dengan Tingkatkan Semangat Berbagi di Bulan Ramadhan

SOSIAL - Dalam bulan Ramadhan, amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.Bersedekah memiliki sejumlah keutamaan.

Faedahnya bukan hanya bagi pihak penerima, melainkan juga mereka yang menyisihkan hartanya. Orang yang bersedekah akan senantiasa merasa tenang hatinya.

Terlebih lagi, dalam bulan suci Ramadhan. Pada momen ini, pahala ibadah akan dilipatgandakan, termasuk ketika bersedekah. Aktivitas berbagi akan sangat membantu saudara-saudara seiman maupun sesama insan, terutama mereka yang merasakan kesenjangan ekonomi.

Nabi Muhammad SAW memberikan teladan paripurna mengenai kegemaran bersedekah. Rasulullah SAW merupakan sosok yang paling dermawan. Tiap Muslim seyogianya meniru beliau, lebih-lebih selama bulan puasa ini.

Salah satu kewajiban yang mesti dilakukan kala Ramadhan ialah zakat fitrah. Ibadah ini dapat segera ditunaikan. Begitu pula dengan amalan-amalan seperti infak dan sedekah. Secara keseluruhan, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) akan membantu saudara-saudara Muslimin yang membutuhkan.

Lawan dari kedermawanan ialah kikir. Islam mengecam sifat pelit. Ada ancaman bagi mereka yang mampu bersedekah, tetapi enggan berbagi. Orang-orang yang demikian akan didoakan malaikat bahwa hartanya hancur.

Dalam sebuah hadis, Nabi SAW bersabda, "Setiap pagi, dua malaikat turun mendampingi seorang hamba. Yang satu berdoa, 'Wahai, Tuhan! Berikanlah ganti rugi bagi dermawan yang menyedekahkan hartanya.' Dan yang satu lagi berkata, 'Wahai, Tuhan! Musnahkanlah harta si bakhil' (HR Bukhari dan Muslim).

Malaikat turun dan berdoa semoga yang berinfak diberikan ganti yang lebih baik. Sebaliknya, yang pelit didoakan bahwa harta bendanya hancur.

Setiap harta berlebih yang diberikan kepada seorang hamba, ada hak orang lain yang harus ditunaikan. Berinfak juga bukan sekedar menaati perintah, melainkan juga meraih keutamaannya.

Dalam Alquran surah Ali Imran ayat 92 Allah berfirman. Artinya, "Kamu sekali-kali tidak akan sampai mencapai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa yang kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."

Agama Islam mengajarkan, seorang hamba Allah tidak akan mencapai kebajikan kalau ia tidak berinfak dari apa-apa yang dicintai.

Infak dan sedekah bukanlah amalan yang "eksklusif" bagi orang-orang yang memiliki kelapangan finansial.

Mereka yang dalam keadaan serba terbatas pun sesungguhnya bisa melakukannya. Bahkan, seperti ditegaskan oleh Rasulullah SAW, senyum pun adalah sedekah.

Ciri-ciri orang yang bertakwa adalah akan berinfak baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Jangan sampai terbentuk di pikiran bahwa lantaran sedang susah, maka enggan untuk berbagi.

Berinfak tidak hanya bisa dilakukan lewat harta, tetapi juga bisa lewat tenaga dan pikiran. Berkata yang baik kepada orang lain pun termasuk sedekah. Menasihati sesama Mukmin dalam kebaikan dan ketakwaan pun adalah sedekah.

Dalam bulan Ramadhan ini, umat Islam sudah semestinya melipatgandakan sedekahnya. Mari tunaikan zakat, zakat mal yang terutama, sebagai tanda ketaatan dan kepedulian kepada sesama saudara, sesama muslim.

Ini semua akan menjadi manifestasi takwa kepada Allah.

Dalam Alquran tegas disebutkan bahwa ciri orang bertakwa adalah mereka yang mampu memberikan infak pada saat senang maupun susah.

Seharusnya, manusia juga dapat berbagi kapan pun itu waktunya.

Allah SWT telah mengingatkan dalam banyak surah. Terkait harta, ada hak Allah SWT yang menjadi hak orang yang tak berpunya. Artinya, pada sebagian harta kaum Muslimin, ada harta yang dititipkan untuk orang yang berhak.

Dengan saling berbagi antarsesama akan menciptakan harmoni dalam bidang ekonomi. Hal ini juga agar harta tidak bertumpuk pada orang yang kaya saja.

Dalam bulan Ramadhan, pahala amalan-amalan kebaikan akan dilipatgandakan. Bukan hanya 10 atau 100, melainkan tanpa batas.

Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan, Allah SWT berfirman bahwa puasa adalah untuk-Nya. Maka otomatis segala yang dilakukan merupakan persembahan khusus dari seorang hamba kepada Rabbnya.

Dengan perkataan lain, seorang yang berpuasa (shaim) sedang berada dalam kedekatan dengan Allah. Maka, tingkatkan kualitas iman dan Islam dengan memperbanyak infak dan sedekah, serta menyegerakan zakat. (*)

Tags : recharge, iman, ramadhan, ramadhan 2026, ramadhan 1447 h, puasa ramadhan, hikmah ramadhan,