Total seluruh satuan pendidikan terdampak bencana Sumatra mencapai 1.009.
AGAMA - Kementerian Agama (Kemenag) tengah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap sarana pendidikan keagamaan seperti madrasah, rumah ibadah, serta potensi korban dari kalangan santri imbas banjir di Sumatera.
“Kemudian juga berapa rumah ibadah dan kami juga mendata adakah santri atau murid-murid kita yang ikut korban dengan kejadian-kejadian ini,”ujar Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).
Menag menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana ini menyebabkan kerusakan hunian, fasilitas pendidikan, dan rumah ibadah, serta korban jiwa.
Menag mengatakan, pemerintah hadir untuk meringankan beban masyarakat. Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi seluruh elemen bangsa.“Mudah-mudahan dalam waktu singkat ini saya bersama dengan teman-teman dan tim akan segera mengunjungi daerah-daerah tersebut. Dengan memberikan bantuan yang seperlunya sebatas kemampuan yang kami miliki,”kata dia.
Menag mengajak masyarakat memperkuat empati terhadap saudara sebangsa. Ia menyampaikan bahwa rasa kepedulian merupakan karakter dasar bangsa Indonesia.
“Saya mengimbau kepada kita semuanya mari kita tunjukkan solidaritas kita kepada saudara-saudara kita warga sebangsa yang mengalami musibah ini. Salah satu ciri khas kita sebagai bangsa Indonesia solidaritas ini, persaudaraan ini sangat kuat,”ujar Menag.
Masyarakat yang tidak terkena dampak memiliki kewajiban moral untuk ikut mendoakan. Empati sosial menjadi bagian penting dari kekuatan bangsa. Dengan begitu, rasa persatuan dapat tumbuh di tengah cobaan.
“Dan kita semuanya yang selamat dan tidak terkena apa-apa ikut prihatin dan mendoakan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah ini. Mudah-mudahan Allah menurunkan hikmah yang besar di balik musibah ini,”ujar dia.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendata satuan pendidikan terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Berdasarkan data Kemendikdasmen per Ahad (30/11), satuan pendidikan terdampak bencana di Provinsi Aceh berjumlah 310, Provinsi Sumut berjumlah 385, dan Provinsi Sumbar berjumlah 314. Total keseluruhan satuan pendidikan terdampak adalah 1.009.
Rincian untuk Provinsi Aceh yaitu 57 PAUD, 91 SD, 55 SMP, 65 SMA, 34 SMK, 1 PKBM/SKB, dan 7 SLB. Lalu untuk Provinsi Sumut yaitu 76 PAUD, 199 SD, 92 SMP, 11 SMA, 6 SMK, dan 1 SLB. Sementara untuk Provinsi Sumbar yaitu 51 PAUD, 63 SD, 71 SMP, 20 SMA, 1 SMK, dan 8 SLB.
"Kami ada persediaan bantuan Kemendikdasmen dalam situasi darurat pemulihan," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti dalam keterangannya pada Ahad (30/11/2025).
Bantuan tersebut berupa 126 unit Tenda Ruang Kelas Darurat, 10.200 paket perlengkapan belajar, Bantuan Peningkatan Mutu Pembelajaran senilaiRp25 juta/voucher, bantuan keuangan, dan Bantuan Operasional SPAB 20 Paket.
Ada juga dukungan psikososial yaitu 2 paket bantuan senilai Rp50jt/paket untuk mendukung layanan dukungan psikososial bagi warga sekolah di daerah terdampak.
Kelima adalah buku teks dan nonteks dengan rincian 20.000 eksemplar buku teks, 15.000 eksemplar buku non teks, dan 50.000 eksemplar buku teks dan non teks akan dilakukan pengadaan.
"Keenam adalah program revitalisasi tahun 2026 yang diprioritaskan untuk daerah terdampak bencana," ujar Mu'ti.
Selain itu, Kemendikdasme mendata kebutuhan tenda darurat dan school kit, pembuatan grup Whatsapp per provinsi dan melibatkan mitra, menyiapkan dukungan psikososial, paket uang untuk satuan pendidikan yang membutuhkan, rencana penggalangan bantuan donasi uang dari personal melalui QRIS yang sedang diproses dan pembuatan rekening bantuan maupun donasi yang dikumpulkan di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Kemendikdasmen berupaya melakukan mitigasi dan pemetaan untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar bagi para murid di daerah yang terdampak banjir dapat tetap dapat berjalan. “Kami sudah melakukan mitigasi dan melakukan pemetaan, tidak hanya Aceh dan Sumatra Utara, tetapi juga di beberapa tempat di Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” ujar Mu’ti.
Sebagai langkah tanggap darurat, Kemendikdasmen sudah mendirikan tenda-tenda darurat di beberapa tempat yang terdampak. "Kami mengalokasikan dana untuk tanggap darurat tahap pertama lebih dari Rp4 miliar,"ujar dia. (*)
Tags : kemenag, menteri agama, menag, data bangunan madrasah, bencana sumatera, bencana hidrometeorologi, bencana banjir, sumatera, bencana banjir aceh, aceh,