Agama   2026/01/15 10:20 WIB

Kemenag Pastikan Layanan Ibadah Ramadhan di Wilayah Bencana Tetap Berjalan

Kemenag Pastikan Layanan Ibadah Ramadhan di Wilayah Bencana Tetap Berjalan

AGAMA - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) mempercepat pemulihan layanan keagamaan di sejumlah daerah terdampak bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar.

Langkah ini ditempuh untuk memastikan hak dasar masyarakat dalam menjalankan ibadah tetap terlindungi, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad menegaskan, penanganan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pemulihan mental dan spiritual masyarakat.

“Penanganan pascabencana harus menyentuh aspek fisik dan spiritual secara simultan. Masjid, KUA, madrasah, dan ruang-ruang keagamaan lainnya harus segera dipulihkan agar tetap menjadi pusat layanan umat, terlebih menjelang Ramadan. Layanan keagamaan tidak boleh terhenti,” tegas Abu Rokhmad, Rabu (14/1/2026).

Di Aceh, Dirjen Bimas Islam turun langsung meninjau posko kemanusiaan serta fasilitas publik di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, hingga Aceh Utara.

Kemenag menggandeng BAZNAS dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari dapur umum, penyediaan air bersih, hingga renovasi madrasah yang terdampak.

Sektor pendidikan keagamaan menjadi perhatian khusus agar anak-anak korban bencana tidak kehilangan akses belajar.

“Madrasah harus tetap menjadi ruang aman dan harapan bagi anak-anak,” ujar Abu Rokhmad saat meninjau MIN 4 Pidie Jaya, yang kini memanfaatkan bangunan madrasah sementara.

Selain madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi titik layanan yang mendapat pengawalan ketat.

Menurut Abu Rokhmad, KUA memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di tingkat akar rumput.

“Kami memastikan layanan pencatatan nikah, konsultasi keagamaan, zakat, wakaf, hingga mediasi sosial tetap berjalan. KUA adalah garda terdepan layanan keagamaan, terutama ketika masyarakat berada dalam situasi krisis,” jelasnya.

Upaya serupa dilakukan di Sumbar dan Sumut. Di Kota Padang, Kemenag menyalurkan bantuan senilai Rp1,075 miliar yang difokuskan untuk rehabilitasi KUA serta bantuan bagi tokoh agama terdampak bencana.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi menegaskan, kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh masyarakat di masa sulit.

“Selain memberikan bantuan, kami ingin memastikan pelayanan dasar masyarakat, khususnya layanan keagamaan, tetap berjalan dan tidak terhenti,” kata Zayadi.

Sementara di Sumut, Kemenag mengucurkan bantuan senilai Rp1,25 miliar untuk rehabilitasi masjid, musala, serta dukungan bagi organisasi keagamaan. Bantuan tersebut diserahkan langsung di wilayah Langkat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, berharap dukungan ini dapat mempercepat normalisasi aktivitas ibadah masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini mampu mempercepat pemulihan kegiatan ibadah dan menguatkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit pascabencana,” tukas Arsad. (*)

Tags : ramadhan, ibadah ramadhan, ramadhan di wilayah bencana, ramadhan tetap berjalan,