KESIBUKAN bekerja dan mencari rezeki tidak seharusnya menjauhkan seorang Muslim dari mengingat Allah SWT. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menegaskan pentingnya membiasakan zikir di tengah aktivitas sehari-hari, termasuk saat berada di pasar, toko, dan dalam berbagai aktivitas ekonomi, sebagai bentuk ketakwaan yang tetap hidup di tengah hiruk-pikuk dunia.
Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali mengingatkan agar kita membiasakan diri selalu berzikir kepada Allah SWT dalam keadaan apapun dan dimanapun misalnya di pasar, toko, saat aktivitas berjual beli dan saat melakukan aktivitas positif lainnya.
Berzikir kepada Allah SWT di pasar, tempat di mana kebanyakan orang justru lupa adalah lebih afdhal atau lebih utama bagi yang melakukannya.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Seseorang yang berzikir kepada Allah SWT di tengah-tengah orang banyak yang melupakan-Nya, bagaikan seorang ksatria yang gagah berani di tengah-tengah para musuhnya yang melarikan diri karena takut di medan pertempuran, atau seperti orang yang hidup di antara orang- orang yang telah mati."
Seseorang yang berzikir kepada Allah SWT di tengah-tengah orang banyak yang melupakan-Nya, dalam riwayat yang lain disebutkan dengan redaksi seperti ini, "Seperti sebatang pohon hijau yang tumbuh lebat di antara pohon-pohon kering yang gersang tanpa dedaunan."
Jika Sayyidina Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu berada di pasar, beliau membaca doa yang artinya, "Ya Allah Rabb-ku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, kefasikan, dan dari segala bentuk kejahatan di pasar. Ya Allah Rabb-ku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bersumpah palsu, menganiaya dan dianiaya orang lain."
Berzikir (ingat) kepada Allah SWT di dalam masjid, di rumah, di pasar dan di mana pun berada hukumnya adalah wajib. Rasulullah SAW bersabda, "Bertakwalah kepada Allah dimanapun kalian berada." (HR Imam At-Tirmidzi)
Demikianlah, bagi seorang yang bertakwa, baik itu di pasar, masjid, rumah dan tempat-tempat lainnya adalah sama, yaitu selalu berzikir kepada Allah SWT.
Bagi orang-orang yang bertakwa, kehidupan dan kematian mereka hanya dipersembahkan untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT semata. Mereka lebih banyak mencari keuntungan akhirat yang kekal daripada kebahagiaan dunia yang bernilai sementara atau tidak kelak.
Tags : zikir, berzikir, keutamaan zikir, keutamaan zikir di pasar, berzikir di tempat orang lupa, cara berzikir, mulianya berzikir,