News   2026/02/25 15:34 WIB

Kinerja Kadis ESDM Masih di Soal, Plt Gubri: Bawa Wartawan Biar Disorot Galian C yang Marak

Kinerja Kadis ESDM Masih di Soal, Plt Gubri: Bawa Wartawan Biar Disorot Galian C yang Marak

PEKANBARU - Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Harianto heran melihat banyaknya tambang Galian C yang beraktivitas di daerah Kabupaten Kampar.

"Usaha kegiatan pengerukan tanah (Galian C) marak."

"Saya kemarin lewat dari Pekanbaru, Pantai Cermin sampai ke Petapahan. Saat saya lewat saya lihat jalan hancur, sehancur hancurnya. Kiri kanan galian, kiri kanan kalian C, galian C galian C, bertaburan di situ," kata SF Harianto dalam acara Satu Tahun Riau Bedelau, di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi pada Jumat (20/2).

Menurutnya, sepanjang kiri dan kanan jalan di sekitar Garuda Sakti hingga Petapahan, ia menyaksikan maraknya kegiatan pengerukan tanah. 

Rasa kesalnya bertambah, manakala kondisi jalan di ruas tersebut mengalami kerusakan parah.

SF Hariyanto juga mempertanyakan keberadaan tambang Galian C yang bebas beraktivitas di daerah tersebut. 

"Sini buka (Galian C), sini buka, sini buka, luar biasa pemandangannya. Pertanyaannya, ada gak izin (Galian C) di situ?" tanya SF Hariyanto. 

Menurutnya, kerusakan jalan disebabkan oleh kendaraan pengangkut material tambang Galian C. Ia menegaskan, kerusakan jalan sepanjang hampir 11 kilometer itu membutuhkan dana perbaikan yang besar. 

"Itu trontonnya lewat besar-besar. Kalau kita yang memperbaiki jalan tersebut, tak mungkin," tegasnya. 

SF Hariyanto lantas memerintahkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau untuk melakukan razia Galian C.

Ia meminta pers ikut mendampingi Dinas ESDM serta melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). 

"Razia itu (Dinas ESDM), saya minta razia, ada gak izinnya itu? Ajak itu Satpol PP, ajak wartawan," tegasnya. 

SF Harianto mengatakan, jika galian C tersebut berizin, potensi pendapatan retribusi yang diperoleh Pemerintah Provinsi Riau bisa mencapai 25 persen dari harga retribusi galian C tersebut. 

"Kalau itu berizin, 25 persen dari harga retribusi galian C milik Provinsi punya. Besar, cukup besar," ujarnya lagi. 

Selain meminta melakukan razia, SF Hariyanto secara tegas meminta kepada Kepala Dinas ESDM, Ismon Diondo Simatupang untuk membuktikan kinerjanya. 

"Kita jangan pasrah, bekerja, duduk di meja ga ada, jalan! Itu Kadis ESDM! saya ingin lihat ya, tolong nanti kawan kawan pers dampingi dia, kita lihat kinerjanya, kalau ga bisa, kita ganti," tutup SF Harianto dengan tegas.

Sebelumnya, Kepala Dinas ESDM, Ismon Diondo Simatupang dilantik bersama 13 kepala OPD Pemprov Riau pada Senin, 26 Januari 2026 lalu.

Saat melantik para pejabat, SF Hariyanto memberikan penekanan khusus kepada 3 Kepala OPD, yakni Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

SF Hariyanto mengingatkan 3 OPD tersebut bekerja ekstra keras, terutama dalam mengoptimalkan pendapatan daerah, pelayanan investor dan penataan wilayah pertambangan rakyat. Ia memberikan batas waktu evaluasi kerja para pejabat selama 6 bulan sejak dilantik. (*)

Tags : dinas esdm, kinerja esdm di soal, galian c, pengerukan tanah marak, jalan rusak, sf hariyanto, dinas esdm, News ,