AGAMA - Kondisi kesehatan jamaah haji tahun ini menjadi tantangan serius dalam hal pelayanan bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PLIH).
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan sekitar 170 ribu peserta haji reguler Indonesia merupakan jamaah dengan kategori risiko tinggi (risti).
Kondisi ini menuntut stamina ekstra dari petugas haji di Tanah Suci.
Kategori tersebut mencakup jamaah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, serta kondisi fisik yang memerlukan perhatian khusus.
Angka ini tergolong sangat dominan jika dibandingkan dengan total jamaah haji reguler yang mencapai 203.320 orang.
“Bayangkan, 170 ribu risti. Artinya, mereka yang punya penyakit komorbid dan kendala fisik. Dari jumlah tersebut, 33 ribu di antaranya adalah jamaah lansia yang berusia di atas 65 tahun,” ujar Dahnil saat diskusi dengan awak media di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (26/1).
Selain faktor usia dan kesehatan, lanjutnya, demografi jamaah tahun ini juga didominasi oleh perempuan.
Dahnil merinci sekitar 56 persen dari total 221 ribu jamaah haji Indonesia merupakan perempuan.
Kombinasi tingginya jumlah jamaah risti, lansia, serta dominasi perempuan tersebut menuntut strategi pelayanan yang ekstra dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Oleh karena itu, Dahnil menekankan urgensi rekrutmen petugas haji yang selektif.
Ia menegaskan petugas haji tahun ini tidak hanya dituntut memiliki pemahaman manasik, tetapi juga fisik dan mental yang prima.
“Di sinilah urgensi kenapa petugas-petugas haji itu harus orang-orang yang punya tanggung jawab tinggi, disiplin tinggi, dan stamina tinggi. Mereka akan melayani 170 ribu jamaah risti. Semuanya membutuhkan perlindungan dan pendampingan yang sangat intensif,” kata Dahnil.
Kemenhaj juga secara proaktif terus memberikan imbauan kepada jamaah, khususnya mereka yang masuk kategori risti dan lansia.
Dahnil meminta jamaah selalu mematuhi panduan dan arahan petugas di lapangan, serta jujur mengenai kapasitas fisik mereka demi keselamatan bersama.
Ia menegaskan kesiapan fisik petugas dan kepatuhan jamaah menjadi kunci utama kelancaran ibadah di tengah tantangan cuaca dan kepadatan di Tanah Suci. (*)
Tags : jamaah haji, risiko tinggi, kementerian haji dan umrah, lansia, penyakit komorbid, pelayanan haji, petugas haji, stamina ekstra, demografi, jamaah, keselamatan, ibada, haji 2026,