News Daerah   2025/12/23 10:11 WIB

Kondisi Terkini Air Waduk PLTA Koto Panjang Alami Penurunan

Kondisi Terkini Air Waduk PLTA Koto Panjang Alami Penurunan

PEKANBARU - Manajemen PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar merilis pembaruan kondisi terkini Waduk Koto Panjang, Senin (22/12/2025), pukul 07.00 WIB.

"Air Waduk Koto Panjang alami penurunan."

“Data pemantauan pagi ini menunjukkan adanya penurunan debit air masuk ke waduk dibandingkan hari sebelumnya,” kata Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah melalui perwakilannya Erikmon, Senin.

Berdasarkan hasil pemantauan, elevasi waduk tercatat berada pada posisi 77,34 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Erikmon menjelaskan, debit air yang masuk ke waduk (inflow) pada waktu tersebut mencapai 367,07 meter kubik per detik (m³/s).

Sementara itu, debit air yang keluar melalui turbin (outflow) tercatat sebesar 184,32 m³/s.

Sebagai perbandingan, pada Minggu, 21 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, elevasi Waduk Koto Panjang tercatat 77,27 mdpl, dengan inflow mencapai 550,95 m³/s dan outflow turbin sebesar 185,45 m³/s.

Penurunan inflow tersebut menunjukkan adanya perubahan suplai air dari hulu dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Erikmon juga memaparkan batasan elevasi waduk yang menjadi acuan utama operasional PLTA Koto Panjang.

Untuk Low Water Level (LWL) berada pada kisaran 73,50-80,59 mdpl, Normal Water Level (NWL) di rentang 80,60-82,99 mdpl, serta High Water Level (HWL) pada level 83,00-85,00 mdpl.

Terkait pengoperasian pintu pelimpah, Erikmon menegaskan, spillway tidak dibuka secara sembarangan dan hanya dilakukan pada kondisi tertentu.

“Pintu pelimpah dibuka apabila elevasi waduk sudah berada di atas 83,00 mdpl dan debit inflow yang masuk mencapai atau melebihi 1.000 meter kubik per detik,” jelasnya.

Selain itu, pembukaan spillway juga dapat dilakukan melalui mekanisme early release atau pembukaan dini sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan debit air.

Skema ini didasarkan pada prediksi curah hujan dari BMKG serta evaluasi elevasi waduk terhadap kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW).

Tidak hanya itu, pembukaan spillway juga memungkinkan dilakukan apabila pembangkit tidak dapat beroperasi secara optimal, baik akibat gangguan sistem kelistrikan maupun saat elevasi waduk berada pada atau di bawah 73,50 mdpl.

“Pemantauan kondisi waduk dilakukan secara berkala dan informasi resmi akan terus kami sampaikan kepada masyarakat sesuai perkembangan terbaru,” tukasnya. (*)

Tags : Pembangkit Listrik Tenaga Air, PLTA, kondisi Air Waduk Alami Penurunan, News Daerah,